Membuka Tirai Kebenaran

Update Terbaru Survei Elektabilitas Capres 2019 Hari Ini, Cek Selisih Angka, Prabowo Kalahkan Jokowi

4 min read
jokowi-prabowo-debat-kedua.jpg
Pasangan Calon Presiden 2019 Jokowi – Maruf Amin vs Prabowo Subianto – Sandiaga Uno – TribunStyle.com/ tvOne

LintasIndoNews.com  – Andai Pemilihan Presiden / Pilpres 2019 digelar hari ini, Selasa 26 Februari 2019, maka Calon Presiden / Capres 2019 Prabowo Subianto adalah pemenangnya! 

Itu karena selisih tipis kemenangan Capres 2019 Prabowo Subianto atas Calon Presiden 2019 Joko Widodo alias Jokowi!

Ya, menang dengan selisih angka tipis!

Itulah hasil survei terbaru elektabilitas kedua Calon Presiden 2019 di arus obrolan persepsi di media sosial.

Persaingan memang makin ketat.

Selisih angka kedua Capres memang makin ketat.

Dan tak terhindarkan lagi, dinamika pergeseran tingkat elektabilitas kedua calon pemimpin negara berubah-ubah dengan cepat. 

Calon Presiden Nomor Urut 2, Prabowo Subianto menjelaskan visi misinya saat Debat Kedua Calon Presiden di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO

Salah satunya karena terbentuknya berbagai isu setelah Debat Ke-2 Capres 2019 pada 17 Februari 2019 lalu antara Jokowi vs Prabowo.

Kalau dalam berbagai survei sebelumnya, pasangan calon alias Paslon Nomor urut 01 mendominasi kemenangan, ternyata hal itu juga bisa berubah cepat. 

Saling serang dan adu wawasan serta visi misi yang terjadi saat debat pertama dan kedua membentuk persepsi publik soal kelebihan dan keunggulan kedua kubu. 

Apalagi kontroversi ucapan kedua capres jadi perdebatan di media sosial. 

Karena itu, survei elektabilitas capres di media sosial juga cepat berubah. 

Tengok saja hasil survei elektabilitas Capres 2019.

TribunStyle.com mengutip hasil survei elektabilitas Jokowi vs Prabowo Subianto di media sosial pada Selasa 26 Februari 2019.

Dalam survei Politica Wave, tertera hasil survei terbaru pada 25 Februari 2019, yang hasilnya di-update atau terpantau pada Selasa 26 Februari 2019.

Dari sisi elektabilitas atau popularitas, ternyata paslon nomor urut 02 unggul. 

Calon Presiden 2019 Jokowi vs Calon Presiden 2019 Prabowo Subianto (Kompas.com/ Garry Lotulung)

Memang unggul tipis, tapi ini dinamika bisa berubah cepat. 

Unggul tipis bisa berubah jadi unggul telak. 

Atau sebaliknya, bisa kembali turun karena dinamikanya berubah cepat. 

Menurut hasil survei Politica Wave di media sosial terpantau Selasa pagi 26 Februari 2019, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno tingkat elektabilitasnya 447.060 

Sementara pasangan Jokowi – Maruf Amin di kisaran di bawahanya dengan angka 430.702.

Namun dari sisi ‘Trend of Awareness’ Jokowi – Maruf Amin masih unggul tipis 71.852.

Sedangkan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di kisaran 61.568.

(TribunStyle.com/ Agung BS) 

Megawati Soekarnoputri (Instagram)

Hasil Survei indEX, Menurunnya Elektabilitas PDIP dan Peluang Dua Partai Baru Lolos

Lembaga survei Indonesia Elections and Strategic (IndEX) Research kembali merilis hasil surveinya terkait elektabilitas partai politik.

Dari temuannya, elektabilitas PDIP menurun hingga ke posisi awal survei pertama indEX pada Desember 2018 lalu.

Saat ini elektabilitas PDIP tinggal 22,9 persen.

“Penurunan tajam capaian elektabilitas PDIP diperkirakan karena migrasi pemilih muslim ke partai-partai nasionalis lainnya,” ungkap Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam keterangan persnya, pada Jumat (22/2/2019).

Faktor paling kuat yang menandai fenomena tersebut adalah bergabungnya mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurut Vivin, publik masih sangat resistan dengan kemunculan kembali Ahok dalam kancah politik nasional.

“Memori kasus penistaan agama pada Pilkada DKI terus terjaga, terlebih momentum reuni Alumni 212 yang tak pernah surut dukungan luas masyarakat,” jelas Vivin.

Vivin mengatakan, ke mana larinya suara pemilih PDIP perlu ditelisik lebih lanjut.

Tetapi kenaikan pada beberapa parpol lain yang berhaluan nasionalis menunjukkan kemungkinan perpindahan suara tersebut.

Vivin menyebutkan parpol-parpol seperti Gerindra, Golkar, dan Demokrat yang cenderung stabil.

Di sisi lain NasDem, PSI, dan Perindo mengalami peningkatan elektabilitas.

“Elektabilitas Gerindra masih berada pada angka 14,8 persen, Golkar 10,5 persen, dan Demokrat 4,7 persen,” papar Vivin.

Sementara itu NasDem sedikit mengalami kenaikan menjadi 4,3 persen, mendekati posisi Demokrat sebagai juru kunci lima besar.

Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia / PSI (Instagram)

Demikian pula dengan Perindo yang naik elektabilitasnya menjadi 3,4 persen.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Melejit ke angka 4,1 persen, PSI kini mengamankan posisi untuk dapat lolos menembus parliamentary threshold,” kata Vivin.

Lompatan elektabilitas PSI cukup menarik, mengingat keseriusan kader-kadernya dalam membangun awareness kepada publik, lanjut Vivin.

“Cara PSI berkampanye dengan meluncurkan video pendek Grace Natalie menimbulkan perbincangan publik,” jelas Vivin.

Publik tampaknya merindukan politik yang riang dan gembira, alih-alih adu kebohongan dan kebencian seperti marak di media sosial.

“Video PSI tersebar luas di berbagai platform media sosial termasuk grup-grup Whatsapp,” tutur Vivin.

Faktor lain yang diduga berkontribusi pada peningkatan elektabilitas PSI adalah ketegasan sikap parpol tersebut soal pendirian rumah ibadah.

“Selama bertahun-tahun isu kebebasan beragama menjadi sorotan publik, di antara partai-partai nasionalis hanya PSI yang paling jelas sikapnya terhadap deregulasi rumah ibadah,” terang Vivin.

Parpol-parpol lain masih harus berjuang untuk bisa lolos ke Senayan, termasuk parpol seperti PPP (3,2 persen), PKS (3,0 persen), PAN (2,8 persen), dan Hanura (1,1 persen).

Demikian pula dengan parpol kecil seperti PBB (0,8 persen), PKPI (0,3 persen), serta pendatang baru Berkarya (0,6 persen) dan Garuda (0,2 persen).

“Dengan memperhitungkan margin of error, Perindo akan menemani PSI sebagai parpol baru yang berpeluang masuk ke parlemen,” pungkas Vivin.

Survei indEX Research dilakukan pada 11-15 Februari 2019, dengan jumlah responden 1200 orang.

Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.  

sumber: Tribunnews.com/ Nicolas Manafe

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.