Membuka Tirai Kebenaran

Warga Desa Tambakagung Korban PHK, Tidak terdaftar Penerima Bansos

2 min read

 

LINTASINDONEWS. com, REMBANG – Seorang korban PHK dari salah satu perusahaan di Jakarta, Riris Susanto 35 tahun warga Rt,08/ Rw.05 desa Tambakagung, Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang mendatangi posko pengaduan Bansos Covid – 19 Kabupaten Rembang, yang beralamat di perum Graha Kartini No.4 Desa Kabongan Kidul Rembang, Selasa 12 /05/2020, Siang.
Kedatangan mereka ke Posko Covid pagi itu untuk mengklarifikasikan dan mengadukan supaya nantinya bisa diakomodir terkait bantuan sosial terdampak Covid 19 tersebut, terlebih lagi ia baru saja lulus menjalani karantina mandiri selama 14 hari di rumahnya dan memperoleh surat keterangan sehat dari PusKesMas Kecamatan setempat.

“Saya mengetahui posko pengaduan ini dari berita yang dishare di medsos,
Saya sudah terdampak Covid-19.
Dari Jakarta saya sudah melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari,” ungkap dia.

Selain itu, dia juga dinyatakan sehat oleh pihak medis. Tentunya, menurut Riris, hal itu bisa dibuat untuk mengajukan data di bansos. Namun apa daya, ia justru tidak terdata.
“Saya sudah mendapatkan surat dari puskesmas. Setelah itu, saya bertanya dan mengajukan ke desa, tanya ke rumah perangkat saya datangi tapi tak ada respon, “ungkapnya. “Saya juga sudah menemui Bayan dan Kamituo yang berhadapan komputer (di balai desa, red),”sambung dia.

Ia menilai pengaduan disampaikan ke Posko ini supaya keluhannya dapat terakomodir dibandingkan langsung menanyakan ke instansi terkait yang nantinya justru akan lebih sulit. “Ya intinya saya sebagai terdampak virus corona. Saya juga sudah menanyakan kepada bayan, kamituo tapi ya gimana lagi, tak ada data,”pungkasnya.
Sementara itu, Ketua LSM Tajam Rembang selaku gabungan 9 naga yang membuka posko pengaduan itu mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Rembang. “Ya dengan adanya laporan warga tentunya kita akan mendiskusikan dengan tim. Setelah itu, kita sampaikan ke Dinas Sosial,”ucap Narto.
Kemudian, ia menjabarkan jika kasus itu dimungkinkan ada persamaan dengan lainnya. Yakni warga kurang mampu atau yang terdampak Covid- 19 yang memang tak terdata itu bisa terlewatkan saja. Sehingga dirinya perlu untuk bisa membantu warga tersebut dengan cara berkoordinasi dengan instansi terkait.

Setelah dibuka beberapa hari yang lalu, kini Posko Aduan Bansos Covid-19 inipun ramai-ramai didatangi warga untuk bisa menampung curhatan. Mengingat warga juga harus dibantu, untuk bisa menemukan jalan keluar yang baik. ( TRI )

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social