Membuka Tirai Kebenaran

Warga Purworejo Resah, Munculnya Kerajaan Baru

2 min read

LINTASINDONEWS.com, PURWOREJO – Akhir – akhir ini warga masyarakat Purworejo Jawa Tengah dibuat resah dengan berita adanya raja dan pengikut kerajaan Agung sejagat. Kelompok ini tinggal di Desa Pogung Jurutengah kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo Jawa Tengah dengan mendirikan semacam kerajaan/keraton yang belum siap tahap pembangunannya

Raja baru versi Purworejo

Saat jumpa Pers diruang sidang pada hari minggu tgl 12/01/2020 kas (kerajaan Agung sejagat) ini dipimpin seorang ainuhun yang bernama asli totok santosa Hadiningrat dan istrinya dipanggil Kanjeng ratu yang memiliki nama asli Dyah Gitarja

“sebenarnya keberadaan kami ini adalah menunaikan janji 500 tahun yang lalu dari runtuhnya majapahit tahun 1518 wilujeng an keraton Agung ini adalah menyambut kehadiran sri maharatu (maharaja) Jawa kembali kejawa,” ucap totok santosa hadiningrat

Sejauh ini belum ada yang tahu asal usul cerita yang disampaikan oleh totok yang mengaku sebagai ainuhun, dia mengklaim mempunyai kekuasaan wilayah seluruh negara yang ada didunia ini terbesar adalah kekaisaran dan yang terkecil republik

“kerajaan Agung sejagat juga memiliki alat alat kelengkapan yang dibangun dan dibentuk oleh Eropa memiliki parlemen dunia yaitu united nation kas sendiri mengaku memiliki sendiri e internasional court of juatice dan fefense council, pentagon diklaim sebagai dewan keamanan KAS bukan milik Amerika Serikat”, katanya

Pengikut kas diperkirakan 425 orang yang sangat patuh dan dipercaya nya bahkan dia mengklaim memiliki tugas mengubah semua sistem negara didunia, baik keuangan politik dan pemerintahan

Ketika didesak oleh para awak media totok tidak dapat menjelaskan secara detail dan gamblang dia bisa mengatakan bisa mengeluarkan nota diplomatik bahkan ketika Dyah yang mengaku Kanjeng ratu sempat naik nada bicara ya ketika ditanya mengakui NKRI atau tidak, memiliki KTP Indonesia atau tidak

Jumeri yang rumah nya bersebelahan dengan kas mengatakan, ” sejak dahulu tidak pernah ada sejarah dipogung ada kerajaanagung sejagat ada dua orang saja, sebenarnya kami sangat merasa terganggu dengan kegiatan meraka itu pada tengah malam nyanyi nanyi sambil tepuk tangan jadi suaranya membuat warga terganggu,” tegasnya. (Agus S./Seno)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.