Membuka Tirai Kebenaran

Yoyok Riyo Sudibyo Mantan Bupati Batang, Pilih Jadi Rakyat Biasa, Ini Aktifitasnya

4 min read
Foto refrensi pihak ketiga

Wartawan senior Aiman terkejut melihat aktivitas mantan Bupati Batang, Jawa tengah, Yoyok Riyo Sudibyo.

Dalam siaran Kompas TV di acara Aiman dengan tema KEPALA DAERAH, KIPRAH, & KUASA yang tayang pada Senin (12/11/18).

Dalam video tersebut, mulanya, Aiman menceritakan kiprah Yoyok Riyo Sudibyo yang pernah menjadi agen intelegen saat menjadi TNI angakatn Darat di Papua kemudian pensiun dini dengan pangkat mayor, kemudian menjadi Bupati Batang.

Yoyok juga pernah mendapatkan BunBung Hatta Anti-Corruption Award 2015.

Aiman menemui Yoyok saat berada di pasar Tanah Abang Jakarta.

Saat ditemui Aiman, Yoyok Riyo Sudibyo tampak mengenakan kaus putih polos.

 Yoyok Riyo Sudibyo rupanya tengah berbelanja pakaian karena ia kini menjadi pedagang pakaian.Mantan Bupati Batang yang kini memilih keringetan di pasar dan memilih jadi 1 periode.

Saat ditanya alasannya tidak ingin melanjutkan jadi Bupati Batang, ia merasa ini jalan hidup yang harus ia pilih.

“Saya nggak kapok, saya sumpah dari awal bahwa saya menjabat jadi Bupati batang sudah bersumpah bahwa saya satu periode saja, memegang komitmen itu susah, ada keinginan lanjut itu ada, tapi saya ingin memegang komitmen saya, memegang komitmen itu susah, memegang janji, dan saya berusaha berkomtimen itu,” ujar Yoyok.

Setelah itu, Yoyok Riyo Sudibyo mengajak Aiman untuk menyeduh kopi di pinggir jalan.

Saat ditanya isu akan dijadikan bakal calon gubernur DKI Jakarta 2017 lalu, Yoyok mengaku kebingunggan.

“Saya sudah ketemu Pak Sandi, saya sudah bertemu Pak Anies Baswedan, sudah bertemu semuanya, saya ingat ketika saya di Pekalongan, saya ditelefon orangnya Pak Prabowo besok pendaftaran, saya stress itu mas, orangtua saya nggak mengizinkan, dan akhirnya saya menolak,” ujar Yoyok Riyo Sudibyo.

Yoyok lantas mengaku cobaan hidupnya yang paling berat ketika menjabat sebagai Bupati.

“Saya pernah di militer, saya pernah dagang, kemudian saya jadi buapti, jujur cobaan paling berat ketika saya jadi Bupati, yang paling terkesan saya mengendalikan diri saya untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang, biasanya berkaitan dengan uang,” ujar Yoyok.

Yoyok Riyo Sudibyo pun lantas menceritakan bahwa posisi bupati sangat mudah untuk korupsi.

“Itu sangat mudah, misalnya saya nyuruh adik saya untuk membuat usaha terus mengambil proyek pemerintah, itu bisa, tapi saya nggak mau karena menurut saya kayak gitu nggak bisa jadi contoh bagi rakyat Batang,” ujarnya.

Pria yang kini memilih jadi pedagang itu mengaku jika ia ingin mengambil proyek saat itu bisa mendapatkan ratusan miliar hingga triliunan.

Yoyok juga mengaku bahwa dirinya saat menjadi Bupati Batang mendapatkan penghasilan 20 juta tiap bulan.

Namun, kini ia mendapatkan uang pensiun sebesar 1.4 juta rupiah.

Saya malu mas, jangan ditanya, saya nggak tahu negara ini memikirkan pengabdian bupati selama 5 tahun itu kayak apa, saya menerima pensiun dua, yakni akademi militer dan pensiun Bupati itu 1,4 juta,” ujar Yoyok.

Yoyok mengaku bahwa dirinya mengambil banyak pelajaran saat jadi Bupati Batang dan dia juga mengaku bahwa ia saat ini belum ingin terjun ke politik.

“Mendingan saya perang lagi, daripada kayak kemarin, bebannya sangat berat, tapi saya nggak tahu perjalanan saya masih panjang,” ujar Yoyok.

Kiprah Yoyok

Pria kelahiran 23 April 1972 asal Bandar, Batang, ini lulusan Akademi Militer 1994 dan Sekolah Lanjutan Perwira 2004.

Saat memutuskan berhenti dari dinas militer dengan pangkat terakhir mayor untuk kemudian mengikuti Pilkada Batang 2012, Yoyok mengenang, tentangan terberat datang dari orangtua.

Dia bahkan dicap “mayor edan” karena memilih keluar dari TNI.

Yoyok meyakini, seorang kepala daerah harus menguasai tata kelola pemerintahan dan keuangan, birokrasi, serta dapat mengelola hubungan dengan legislatif.

Keberadaan sejumlah syarat itu membuat jabatan kepala daerah kerap menjebak mereka yang belum punya cukup pengetahuan dan niat baik.

Ketika Yoyok mulai menjabat bupati, kondisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang sedang terpuruk.

Pejabat bupati sebelumnya, Bambang Bintoro, terseret masalah hukum dan dipidana penjara. Kepercayaan masyarakat terhadap Pemkab anjlok.

Pada 2012, pendapatan asli daerah (PAD) Batang hanya Rp 67 miliar. Pada 2014, PAD Batang menjadi Rp 186 miliar dan diharapkan pada 2017 menjadi lebih dari Rp 200 miliar.

Keterbukaan

Dalam mengelola pemerintah, Yoyok menerapkan keterbukaan.

Dia membuka rumah dinasnya selama 24 jam bagi masyarakat.

Meski sudah menjadi bupati, Yoyok juga masih sering naik sepeda ke masjid di Alun-alun Kota Batang untuk shalat berjemaah.

Yoyok juga menerapkan transparansi anggaran dan pembangunan.

Mulai 2012, Pemkab Batang bekerja sama dengan Ombudsman RI di bidang layanan publik, termasuk mulai menerapkan lelang jabatan.

Yoyok juga membentuk Unit Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (UPKP2) Kabupaten Batang pada 2013.

Kantor ini bertugas melayani semua usulan dan pengaduan masyarakat yang belum digarap atau belum masuk agenda pembangunan.

Dalam pengadaan barang dan jasa, Yoyok belajar kepada Pemkot Surabaya untuk mengadopsi sistem layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) yang dapat mencegah rekayasa dan korupsi.
Hasilnya, LPSE Batang pada 2014 meraih standar ISO 27001 dari Lembaga Sertifikasi Internasional ACS Registrars.

Demi menjaga kualitas kegiatan, Pemkab Batang juga bekerja sama dengan Universitas Negeri Semarang sebagai supervisi dan pengawas.

Pembenahan ini, kata Yoyok, bukan tanpa gejolak. Ketika UPKP2 dibentuk, sempat muncul tudingan lembaga itu sebagai inspektorat bayaran.

Namun, pembenahan sistem itu akhirnya menuai apresiasi. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran pada 2013 menyatakan, Pemkab Batang merupakan daerah dengan urutan terendah dalam penyimpangan anggaran se-Jateng.

Pada tahun itu, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Batang juga meraih Investment Award 2013 dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Tak hanya itu, Yoyok menerima Bung Hatta Anti-Corruption Award 2015.

Sumber: TribunJateng.com

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.