Membuka Tirai Kebenaran

Desa Gemantar Tawarkan BUMDes Berbasis Ternak Ayam Potong

2 min read
Suradi saat tampil bersama Seniman Sragen di sebuah hajatan warga

LintasIndoNews.com, Sragen –– Sebagai Desa yang taat akan amanat dari UU Desa Nomer 6 Tahun 2016, Pemerintah Desa Gemantar, Mondokan, Sragen, Jawa Tengah kini berorientasi pada pemberdayaan, hal ini sesuai apa yang di katakan Suradi selaku Kades Gemantar di kediamannya.

Terbukti desa yang ia pimpin siap berinvestasi senilai Rp 800 juta untuk pengembangan ternak ayam yang dikelola pihak BUMDes dan warga. Hal ini dengan harapan menekan laju urbanisasi masyarakat agar tetap bertahan hidup di desa dan dekat dengan keluarga.

Di lihat dari letak geografisnya Desa Gemantar berada di ujung utara Sragen yang berbatasan dengan Kabupaten Grobogan. Untuk jumlah penduduk desa Gemantar memiliki 7.000 jiwa atau 2.230 keluarga mendiami desa yang terbagi dalam 35 RT, 12 dukuh, dan 5 kebayanan. Kini berkat Dana Desa (DD) infrastuktur sudah mulai mengeliat di setiap sudut kampung, warga bisa tersenyum lega menikmati jalan yang bagus.

“Warga Kami dari segi hidup untuk bercocok tanam sangat sulit, karena minimnya lahan bertani, hanya berupa ladang saja, untuk sawah terbatas, tidak bisa mengantungkan hidup dari hasil bumi karena hasilnya tidak maksimal. Maka dari itu banyak yang memilih merantau ke luar daerah bahkan sampai ke luar Jawa. Untuk memanfaatkan potensi tenaga kerja, untuk itu kami mencoba memberi pekerjaan alternatif dengan menggandeng BUMDes ” terang Suradi.

Untuk BUMDes sendiri Suradi mengemas berupa berternak ayam potong. Dia berharap ternak ayam cukup menjanjikan. Di Gemantar masih banyak lahan kosong yang jauh dari permukiman sehingga sangat ramah lingkungan. Untuk modal sekitar Rp800 juta per kandang menampung 20.000 ekor ayam.

Target yang ingin di capai Suradi membuat 4-5 kandang yang dikelola BUMDes pengurusnya pun oleh masyarakat langsung. Suradi berencana mengivestasikan satu kandang per tahun.

Investasi kandang ayam, baginya, adalah investasi jangka panjang yang bisa mendatangkan pendapatan asli desa (PADes). Suradi berharap dengan usaha ternak ayam tersebut Pemerintah Desa Gemantar bisa menghasilkan PADes senilai Rp100 juta-Rp120 juta per tahun.

“Inilah peluang yang tidak sedikit, dimana permintaan pasarnya juga besar. Kami menggandeng mitra pihak ketiga. Kandang bisa bertahan 15-20 tahun. Tahun ini kami sudah menginvestasikan Rp300 juta untuk memulai pembuatan kandang,” jelas Suradi.

Dengan PAD yang besar, berharap Gemantar menjadi tempat tujuan wisata. Proses itu terganjal masalah air karena Gemantar termasuk daerah rawan kekeringan saat musim kemarau.

“Yang masih menjadi pekerjaan berat adalah masalah Air, bisa saya katakan begitu karena konsep yang kami tawarkan adalah lahan sirkuit untuk motorcross. Tersedia lahan yang mencapai 10 hektare,” pungkas Suradi. ( wanto)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.