Membuka Tirai Kebenaran

Geliat Pendidikan SMP MTA Gemolong “Islami dan Berkarakter”

2 min read

LintasIndoNews.com | Sragen, SMP MTA Gemolong terletak di RT 02/III Kec. Gemolong Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah, adalah sekolah rintisan yang bernuansa Islami berdiri sejak tahun 1993. Sarana dan Prasarana yang di miliki kelas multimedia, lab IPA, lab Bahasa, lab Komputer, lab kesenian, perpustakaan pondok putra, pondok putri, ruang makan, masjid, lap.Olahraga dan klinik kesehatan. Sementara program pengembangan diri meliputi berbagai pembinaan yakni Tahfidz, OSN, OLSN, FLS2N, O2SN. Kemudian Pramuka, badminton, sepak bola, futsal, panahan, tenis meja, kungfu, tapak suci, tae kwon do, seni musik, seni lukis, keputrian, komputer, robotik dan jurnalistik.

Baca Juga: Dra. Hj Harminingsih, M.Pd, SMA Negeri 1 Surakarta Tak Pernah Henti Dari Aktivitas

Seperti dalam pesan Pendiri MTA Ustadz (Alm) Abdullah Thufail Saputra dalam pesannya “jangan menganggap hal sepele karena hal itu akan mengakibatkan kegagalan” Itulah yang sampai saat ini masih menjadi pedoman oleh Kepala Sekolah SMP MTA Gemolong Drs.Suradi. Dimana selaku pemangku kepentingan di dunia pendidikan Suradi bersama kru dan steakholder bekerja sedini mungkin, agar anak didiknya bisa menjadi Manusia yang Islami dan bermartabat.

Baca Juga: SMK Muh 2 Sragen, Terapkan Kedisiplinan Siswa

Ketika di konfirmasi seputar output dan input siswa Suradi menyatakan Sekolah ini ini juga menghasilkan lulusan siswa yang bisa melanjutkan ke sekolah favorit lain, ada juga yang meneruskan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas yang sama, yakni SMA MTA, “Siswa kami sangat bervariatif, banyak siswa yang berasal dari luar daerah bahkan luar Jawa seperti dari Sumatra, kalimantan, Maluku, nusa Tenggara hingga papua, inilah wujud kepercayaan masyarakat kepada kami, jadi yang Sekolah di tempat ini bukan hanya warga MTA saja, ” Jelas dia.

Baca Juga: Sutardi Calon Kades Jatibatur, Siap Bawa Perubahan Dengan Visi Misinya

Lebih lanjut, Suradi juga membeberkan para alumni yang sudah berhasil banyak juga, dari berbagai profesi seperti dokter, pegawai negeri, pegawai BUMN hingga aparat, “Alhamdullillah para alumni kini sudah banyak yang berhasil, dan mayoritas masih peduli dengan Sekolah ini, ” Pungkasnya. (Tim)

 

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.