Membuka Tirai Kebenaran

JT 610 Alami Kendala Tehnis, Ini Kata Dirut Lion Air

2 min read
Foto refrensi pihak ketiga

Lintasindonews.com, Dirut Lion Air Group Edward Sirait mengatakan sebelum terbang ke Pangkalpinang, JT610 mendarat dari Denpasar. Usai dari Denpasar, pesawat nahas tersebut mengalami kendala teknis.

“Pesawat terakhir terbang dari Denpasar-Cengkareng dalam posisi memang ada laporan ada masalah teknis,” ujar Edward kepada wartawan di kantornya, Senin (29/10).

Namun, ia mengklaim kendala teknis tersebut sudah diselesaikan oleh engineer atau teknisi sesuai ketentuan.

“Dan sudah dikerjaan sesuai prosedur yang dikeluarkan instansi berwenang,” tuturnya.

Pesawat anyar tersebut diputuskan terbang untuk komersil di tanggal 15 Agustus 2018 setelah datang ke Jakarta 13 Agustus.

“Ini pesawat baru dari generasi boeing 737 max 8 yang sampai posisi kemarin pesawat sebelum terbang masih dalam kondisi laik terbang oleh engineer,” jelasnya.

Sebelumnya, Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang dipastikan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10). Pesawat type B737-8 Max ini dilaporkan telah hilang kontak pada 29 Oktober 2018 pada sekitar pukul 06.33 WIB.

Basarnas tetapkan 7 hari masa evakuasi pesawat Lion Air jatuh di Tanjung Karawang

Basarnas menetapkan masa evakuasi penumpang pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, selama tujuh hari sejak hari ini. Masa evakuasi ini akan diperpanjang Basarnas jika waktu tujuh hari dirasa belum cukup.

“Evakuasi selama tujuh hari dan nanti bisa diperpanjang tiga hari,” kata Deputi Operasi Basarnas Nugroho Budi Wiryanto, di kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/10).

Basarnas telah menerjunkan 150 personel ke lokasi jatuhnya pesawat. Basarnas juga dibantu anggota TNI dan Polri sebanyak 150 orang.

Nugroho mengatakan, proses evakuasi ini juga dibantu nelayan yang sedang berada di sekitar perairan Tanjung Karawang.

“Total ada 300-an personel dan akan ditambah lagi untuk mempercepat evakuasi dan nelayan-nelayan ikut bergabung juga,” ujar dia.

Saat ini, tim penyelam dari Basarnas diterjunkan sebanyak 30 orang. Dan dipastikan TNI dan Polri juga menerjunkan tim penyelam untuk mencari badan pesawat. Saat ini kondisi cuaca cukup bagus untuk melakukan penyelaman.

“Cuaca sekarang cukup bagus dan hanya mendung sedikit saja,” kata dia.

Nugroho menambahkan, sampai saat ini belum ada penumpang yang ditemukan. Pihaknya baru menemukan bagian kecil atau serpihan kecil pesawat dan juga beberapa barang milik penumpang seperti KTP, Paspor, kartu BPJS dan buku tabungan.

Setelah tim menemukan penumpang, akan langsung dibawa ke JICT atau posko Basarnas di Tanjung Priok. Kemudian penumpang akan dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

Sumber: merdeka.com

Editor: Rian Hepi

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.