Membuka Tirai Kebenaran

Beberapa wilayah Grobogan di Kepung Banjir

2 min read

LINTASINDONEWS.com, GROBOGAN – Banjir yang merendam akibat curah hujan yang lebat menguyur di beberapa wilayah selatan dan barat Kabupaten Grobogan meluas ke beberapa Kecamatan di Kabupaten Grobogan. Dari laporan terakhir BPBD Grobogan, Kamis (9/1) pukul 02.15 WIB, banjir meluas di beberapa desa di tujuh kecamatan.

Di wilayah Kecamatan Kedungjati, banjir datang pada Rabu (8/1) sekitar pukul 17.00 WIB. Pada pukul 22.30 WIB mulai surut. Meski demikian, sebanyak lima desa terkena dampak dari banjir tersebut, seperti di Desa Kalimaro, Desa Kedungjati, Desa Wates, Desa Klitikan dan Desa Jumo. Rata-rata ketinggian air yang menggenangi kelima wilayah tersebut antara 30 – 100 cm.

Dikatakan Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, banjir juga menggenangi wilayah Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo. Sebanyak 11 rumah tergenang air dengan ketinggian mencapai 70 cm. Namun, pada pukul 22.30, banjir mulai surut.

Banjir juga merendam Kantor Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug.

Sebanyak sembilan desa juga terendam banjir di wilayah Kecamatan Gubug. Kesembilan desa tersebut antara lain, Desa Penadaran, Glapan, Ngroto, Trisari, Ginggangtani, Kwaron, Papanrejo, Jeketro dan Kunjeng. Satu uit rumah genset di Desa Glapan dikabarkan hanyut pada pukul 22.30 WIB. Insiden banjir di Kecamatan Gubug ini juga menggenangi RS PKU Muhammadiyah Gubug terendam banjir.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Tegowanu juga tidak luput dari dampak banjir ini. Sekitar 85 rumah di Desa Sukorejo tergenang air dengan ketinggian 20-50 cm. Namun, banjir ini cepat surut sekitar pukul 22.30 WIB.

Banjir juga meluas di wilayah Kecamatan Karangrayung sehingga menggenangi puluhan desa di kecamatan tersebut. Mengakibatkan satu orang menjadi korban meninggal dunia. Korban bernama Florentina Siti Haryatmi, warga Desa Mojoagung. Korban meninggal dunia pukul 18.30 WIB di Puskesmas Karangrayung akibat terpeleset di dalam rumahnya yang tergenang banjir. (Djat)

 

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan (alenia pertama pembukaan UUD 1945)”

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.