Membuka Tirai Kebenaran

Sunan Hotel Terapkan Karyawan Wajib Berkebaya di Hari Kamis

1 min read

Berkebaya Di Sunan Hotel

LintasIndoNews.com | Solo – Kebaya adalah blus tradisional yang dikenakan oleh wanita Indonesia yang terbuat dari bahan tipis yang dikenakan dengan sarung, batik, atau pakaian rajutan tradisional lainnya seperti songket dengan motif warna-warni.

Kebaya sudah menjadi budaya dan ikon masyarakat Jawa yang telah melekat menjadi warisan leluhur yang patut di uri uri, sudah menjadi trendsetter yang wajib untuk acara -acara resmi, baik pernikahan atau acara umum lainya.

untuk itu Sunan hotel menerapkan karyawannya untuk berkebaya di hari Kamis, dan wajib bagi karyawan wanita di beberapa departemen.

“Ide ini muncul karena hotel kami memiliki ciri khas berkebaya untuk memberi kesan Jawa nya bagi perempuan,” jelas Retno Wulandari, GM Sunan Hotel kepada wartawan di ruang Narendra Restoran Kamis (9/8).

Acara tersebut di hadiri kroncong maestro Hj Waldjinah dan Menantu Menil, Penggagas Batik Walangkekek dan Nuning, penyanyi Keroncong. Sekaligus dihadiri Abdullah Sowarno, Ketua PHRI Solo.

Dalam sambutannya Abdullah Soewaeno, Ketua PHRI Solo mengaku bangga Sunan Hotel pertama kali mewajibkan katyawati menggunakan kebaya di hari Kamis, nguri uri budaya jawa sangat penting salah satunya mengenang kota Solo.

“Berkebaya sudah di terapkan untuk semua kalangan sejak zaman dahulu, oleh karenanya Solo sebagai kota budaya dan pariwisata, Sunan Hotel telah memberikan aspirasi untuk pengembangan pariwisata tetapi juga menerapkan sisi budayanya dengan berkebaya, ” katanya.

Masih kata dia, Acara ini juga dibagikan kain batik Walangkekek, bagi karyawan yang sesuai dengan kritetia berkebaya. GIV tersebut diberikan kepada Retno Wilandari dan Mila, pungkasnya. (Suci)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.