Membuka Tirai Kebenaran

Tim Penggerak PKK Kecamatan Miri, Adakan Lomba Pidato Bahasa Jawa

2 min read

Saat lomba bahasa Jawa sekecamatan Miri, Selasa (17/9).

SRAGEN, LINTASINDONEWS.com – Sebagai dasar komunikasi dalam berorganisasi, kali ini untuk meningkatkan berpidato dalam bahasa Jawa. Dengan tujuan agar para pengeran PKK kecamatan Miri Kabupaten Sragen, bisa merefleksikan bahasa Jawa kedalam komunikasi.

Juri dari SDN 1 Sunggingan

Selain itu, sebagai nguri-uri budaya Jawa agar para pelaku kegiatan di masyarakat, baik PKK, Karang Taruna dan sebagainya bisa mempertahankan bahasa Jawa yang baik dan benar.

Lomba bahasa kali ini dengan tema “Mingeti Dinten Kamardikan Negari Kito Republik Indonesia Kaping 74”, yang di kuti 10 Peserta dari 10 Desa, hadir penggerak PKK sekitar 100 Orang, bertempat di Pendopo Kecamatan Miri. Selasa (17/9) Pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Dalam penilaian dari tiga juri, yang berhasil mendapat Juara 3  nilai 925 dengan nomor undi 8 dari desa Soko, juara 2 nilai 930 nomor undi 1 dari Desa Sunggingan dan juara 1 nilai 940 nomor undi 5 dari Desa Brojol.

Tim penilai sendiri dari unsur Pendidikan Samin Mahfudli dari SDN 1 Sunggingan, Depag  Kecamatan Miri dan Diknas Pendidikan Kecamatan Miri.

Di sela acara, saat di wawancarai LintasindoNews.com Samin Mahfudli mengatakan, pihaknya berharap dengan adanya kegiatan ini memiliki makna dan tujuan nguri-uri budaya Jawa. Menurut dia kegiatan ini bisa menginspirasi semua masyarakat dalam penggunaan bahasa Jawa yang baik dan benar.

“Kami bersama para tim PKK mengadakan kegiatan ini, murni sebagai ide dan gagasan guna mempertahankan bahasa yang baik dan benar, ” Jelasnya.

Lebih jauh, Samin juga ingin para generasi penerus bisa berbahasa Jawa sesuai tempat dan kondisi. Dimana bahasa Jawa sangat multi komplek, ada penempatan  dan penyesuaian. Sehingga banyak pula orang luar negeri yang mempelajari bahasa Jawa.

“Bila kita dalam bahasa Indonesia misalnya makan, ya hanya satu bahasa, jadi jelas beda dengan bahasa jawa ada mangan, dhahar, ma’em sesuai situasi dan kondisi kepada siapa kita berbicara, ” Urainya mengakhiri perbincangan.

Reporter: wanto

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.