![]()
GROBOGAN – Menjelang 40 hari meninggalnya Angga Bagus Perwira, siswa SMPN 1 Geyer yang menjadi korban dugaan perundungan pada 11 Oktober 2025, pihak keluarga kembali mendatangi sekolah. Ayah korban, Sawendra (35), bersama kakek korban, Pujio (55), datang pada Selasa siang (18/11/2025) didampingi kuasa hukum mereka, Minarno Tirta, SH.

Kedatangan keluarga bertujuan untuk meminta penjelasan rinci mengenai kronologi perundungan yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Menurut keluarga, sejak kejadian tragis itu, mereka belum mendapatkan gambaran jelas mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada Angga.
Kuasa Hukum: Kronologi Masih Gelap, Sekolah Dinilai Lalai
Saat ditemui di lokasi kejadian, tepat di depan ruang kelas 7G, Minarno Tirta menegaskan bahwa keluarga sama sekali belum menerima kronologi lengkap dari pihak sekolah.
“Kasus ini sudah menjadi isu nasional. Harus diusut tuntas dan dibuat terang benderang. Keluarga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Angga,” tegas Minarno.
Ia juga menyoroti lemahnya sistem keamanan dan pengawasan di lingkungan sekolah. Menurutnya, kelalaian tersebut menjadi faktor yang memungkinkan aksi perundungan hingga menyebabkan korban jiwa.
“Kami melihat langsung lokasi kejadian. Jujur, kami kecewa. Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi? Sekolah seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak,” tambahnya.
Sekolah Diminta Bertanggung Jawab dan Sistem Pengamanan Dievaluasi
Minarno menekankan bahwa orang tua menitipkan anak mereka ke sekolah untuk belajar, bukan justru menjadi korban kekerasan fisik maupun mental. Ia meminta sistem keamanan internal sekolah dievaluasi total, termasuk peran Dinas Pendidikan hingga kementerian.

“Sekolah harus berbenah. Kasus seperti ini tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.
Ia memastikan kasus ini tengah ditangani Unit PPA Polres Grobogan. Publik, kata Minarno, kini menunggu hasil pemeriksaan sebagai bentuk transparansi penegakan hukum.
Kepala Sekolah Sampaikan Bela Sungkawa, Akui Kejadian Pukul Perasaan Guru
Di tempat yang sama, Kepala SMPN 1 Geyer, Sukatno, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Angga.
“Kami sangat terpukul. Pengawasan sudah kami terapkan semaksimal mungkin. Namun kami akui, kasus ini terjadi di sekolah kami. Kami memohon maaf,” ungkap Sukatno.
Ia menuturkan bahwa pihak sekolah segera membawa Angga ke Puskesmas Geyer saat kejadian. Namun petugas medis merujuk ke RSUD Purwodadi untuk penanganan lebih lanjut.
Laporan: AL.1 – Grobogan

