di Sanggar Anak Tumbuh Bantul Dosen pembimbing, mahasiswa PPG UST, dan anak-anak Sanggar Anak Tumbuh dalam kegiatan Projek Kepemimpinan PELITA-LENTERA di Bantul. BANTUL – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) melaksanakan Projek Kepemimpinan “PELITA LENTERA (Program Edukatif Literasi Numerasi Terintegrasi untuk Anak – Ludo Edukatif Terpadu Literasi dan Numerasi) pada Minggu, 23 Agustus 2026. Sebuah media belajar berbasis permainan ludo yang dipadukan dengan kartu literasi, kartu numerasi, kartu bonus, dan QR Code menuju e-Library. Program ini digagas oleh mahasiswa PPG UST Kelompok C PGSD 004 di bawah bimbingan Dr. Akbar Al Masjid, M.Pd., dan dilaksanakan bersama Komunitas Sanggar Anak Tumbuh di Bantul sebagai bagian dari Projek Kepemimpinan mahasiswa PPG. Laporkan ombusman Baca Juga: Program ini hadir sebagai upaya menumbuhkan kemampuan literasi dan numerasi anak melalui PELITA (Program Edukatif Literasi Numerasi Terintegrasi untuk Anak) dengan memanfaatkan media inovatif LENTERA (Ludo Edukatif Terpadu Literasi dan Numerasi). Program tersebut dirancang berdasarkan tingginya antusiasme anak-anak di Komunitas Baca Sanggar Anak Tumbuh untuk mengikuti kegiatan belajar, namun belum diimbangi dengan media pembelajaran yang interaktif dan mampu memadukan literasi serta numerasi. Menjawab persoalan tersebut, di bawah arahan Dr. Akbar Al Masjid, M.Pd., mahasiswa PPG UST merancang LENTERA sebagai media pembelajaran berbasis permainan yang memadukan papan ludo, kartu literasi, kartu numerasi, kartu bonus, serta QR Code yang terhubung langsung dengan e-Library. Perpaduan ini dirancang agar anak dapat berlatih membaca dan berhitung sambil bermain secara aktif, menyenangkan, dan kolaboratif sekaligus menjadi wahana pengembangan jiwa kepemimpinan mahasiswa melalui inisiatif, komunikasi, kolaborasi, pengambilan keputusan, inovasi, tanggung jawab, dan refleksi. Lapor KPK Pelaksanaan program dirancang secara partisipatif melalui tiga tahapan utama: perencanaan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Pada tahap implementasi, tim mahasiswa PPG UST menggunakan pendekatan pelatihan, pendampingan, dan Play Based Learning, di mana anak-anak diajak bermain ludo edukatif secara berkelompok sembari didampingi fasilitator dari mahasiswa PPG dan pengelola komunitas. Kartu literasi dan numerasi yang diperoleh peserta di setiap putaran permainan dirancang berjenjang, sehingga tantangan yang dihadapi anak disesuaikan dengan kemampuan awal mereka. Pada tahap evaluasi, tim mahasiswa PPG UST menyusun lembar observasi dan kuesioner yang melibatkan peserta, fasilitator, dan pengelola komunitas untuk mengukur sejumlah indikator: partisipasi, kemampuan literasi dan numerasi, motivasi, antusiasme, komunikasi, kolaborasi, hingga kebermanfaatan program secara keseluruhan. …