![]()
BOYOLALI – Sampah rumah tangga yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai justru menjadi sumber kebahagiaan bagi anggota Bank Sampah Mawar, Perum Persada Asri, Desa Ngesupsari, RT 9/RW 2, Kecamatan Teras, Boyolali.Memperingati ulang tahun ke-8, sekitar 30 anggota Bank Sampah Mawar mengikuti kegiatan outbound sekaligus wisata bersama di Taman Gemericik Bengawan (TGB), Karanglo, Klaten, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melepas penat setelah selama bertahun-tahun para anggota rutin memilah sampah rumah tangga yang masih memiliki nilai jual.
Dari hasil pengumpulan dan penjualan sampah tersebut, Bank Sampah Mawar telah mampu mengembangkan kas hingga mencapai jutaan rupiah.
Ketua tim Bank Sampah Mawar, Rini, bersama pembina PKK sekaligus Bank Sampah Mawar, Suharti, serta Janter, memimpin rombongan dalam kegiatan yang berlangsung mulai sekitar pukul 07.00 WIB hingga 14.00 WIB.
Menariknya, perjalanan menuju lokasi dilakukan menggunakan kereta kelinci. Biaya kegiatan tersebut berasal dari kas Bank Sampah Mawar yang dikumpulkan melalui aktivitas pengelolaan sampah selama ini.
Sesampainya di TGB Karanglo, para peserta mengikuti berbagai kegiatan permainan dan olahraga sebelum menikmati aktivitas air berupa river tubing atau arung jeram.
Suasana semakin meriah ketika kegiatan tebak-tebakan dipimpin Singgih dan Dian. Canda dan tawa pecah hingga para peserta berkeringat sebelum akhirnya bersiap mengikuti olahraga air.
Para peserta kemudian diantar menggunakan kendaraan menuju titik awal aktivitas arung jeram. Mereka menikmati perjalanan menyusuri aliran sungai dengan perlengkapan keselamatan berupa pelampung.
Jalur yang ditempuh peserta sekitar dua kilometer hingga titik finis. Aktivitas tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi anggota Bank Sampah Mawar yang datang bersama-sama dalam suasana penuh kegembiraan.
Pengelola TGB, Utomo, mengatakan kegiatan wisata air di kawasan Karanglo tersebut dikelola bersama rekan-rekan dari masyarakat setempat.Menurutnya, TGB telah berdiri sejak 2018 dan terus dikembangkan sebagai salah satu lokasi kegiatan wisata dan olahraga air.
“Untuk awalnya dana kami swadaya, urunan dari anggota Pokdarwis. Kemudian selanjutnya kami menyisihkan atau menabung dari hasil river tubing setiap harinya,” ujar Utomo.
Ia menyebut jumlah anggota yang tergabung dalam pengelolaan kegiatan tersebut kini mencapai sekitar 62 orang.
Aktivitas river tubing di TGB Karanglo juga cukup diminati. Terutama pada Sabtu dan Minggu, pengunjung yang mengikuti olahraga air tersebut dapat mencapai ratusan orang dari berbagai daerah di Jawa Tengah maupun Jawa Timur.
Sementara itu, bagi rombongan Bank Sampah Mawar, kegiatan tersebut bukan sekadar rekreasi.
Kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk kebersamaan dan apresiasi terhadap konsistensi para anggota yang selama delapan tahun menjalankan kegiatan memilah dan mengelola sampah rumah tangga.
Penanggung jawab tim Bank Sampah Mawar, Kepala Desa Santoso, turut mendukung kegiatan outbound tersebut.
Dengan konsep sederhana dan menggunakan dana dari hasil pengelolaan sampah, para anggota dapat menikmati rekreasi bersama tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Setelah puas mengikuti berbagai kegiatan, rombongan kemudian makan bersama sebelum mengakhiri perjalanan.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa gerakan memilah sampah dari rumah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan.
Jika dikelola secara konsisten dan dilakukan secara gotong royong, sampah yang dipilah juga dapat menjadi sumber kas untuk kegiatan sosial maupun kebersamaan anggota.
Delapan tahun berjalan, Bank Sampah Mawar membuktikan bahwa kebiasaan sederhana memilah sampah dapat menghadirkan manfaat sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
