Membuka Tirai Kebenaran

Ali Ngabalin Vs Fadli Zon di ILC, Ngabalin: Kok Cemburu Banget Jokowi Angkat Aku Jadi Pejabat

3 min read
Ali Ngabalin dan Fadli Zon terlibat perdebatan di ILC Selasa (22/1/2019)

LintasIndoNews.com – Tenaga ahli staf kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin terlibat debat panjang dengan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon saat menghadiri acara di Indonesia Lawyers Club (ILC) tv One.

Ali Ngabalin bahkan melayangkan sindiran kepada Fadli Zon dengan menyebut Fadli Zon iri kepada dirinya lantaran menjadi staff presiden.

Dikutip dari akun YouTube Indonesia Lawyers Club Kamis (22/1/2019), perdebatan tersebut bermula saat keduanya membahas soal pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir.

Fadli Zon merasa bahwa Presiden Jokowi tidak konsisten dengan pernyataannya untuk memberikan pembebasan kepada Ustaz Ba’asyir.

Hal tersebut yang kemudian memicu perdebatan panjang antara keduanya.

Meskipun tidak sesuai dengan tema ILC pada malam itu, namun Ngabalin dan Fadli Zon tetap saja melanjutkan perdebatannya itu.

Bahkan beberapa kali pembawa acara Karni Ilyas juga menegur keduanya karena membahas hal yang tidak masuk dalam pembahasan yang seharusnya.

Untuk diketahui, pada malam hari itu, ILC mengusung tema ‘Babak Pertama Debat Capres 2019: Siapa yang Menang?’.

Meskipun diperingatkan oleh Karni Ilyas, Ali Ngabalin tampak masih melanjutkan pembahasan soal Abu Bakar Ba’asyir.

Ketua Umum Badan Koordinasi Mubaligh Seluruh Indonesia (Bakomubin) Ali Mochtar Ngabalin saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2017). ((Kompas.com/Kristian Erdianto))


Ali Ngabalin mengungkapkan bahwa dirinya keberatan jika ada yang menyebut soal ‘kriminalisasi ulama’.

“Oke Bang Karni, maka itu saya keberatan kalau memakai istilah kriminalisasi ulama, kemarin-kemarin ente tidak sebut soal kriminalisasi ulama,” terangnya singkat.

Ngabalin lantas menyoroti pemilihan kata dari narasumber yang hadir, yang seolah-olah menyalahkan dan menyudutkan pemerintah.

“Tapi semua pilihan kata dari semua pemateri pada malam hari ini dari yang mendiskreditkan pemerintah dan program-programnya tentu saya harus meminta izin kepada datuk (Karni Ilyas) sebagai pemangku kuasa ILC pada malam hari ini untuk memberikan klarifikasi maka saya mengklarifikasi,” ucap Ngabalin.

Berkaca pada kasus Abu Bakar Ba’asyir, Ngabalin menilai bahwa semua orang yang melanggar hukum yang ada di Indonesia akan dihukum dan tidak memandang siapa orang tersebut.

“Mau ente ulama, mau ente ustaz, dan pendeta dan siapapapun, kalau anda melanggar hukum di negara ini maka akan dihukum.”

“Tidak ada urusannya dengan masalah kriminalisasi atau itu semua, siapa sih yang melakukan kriminalisasi, kalau orang bersalah, jangan sampai orang Islam tidak dihukum karena dia mayoritas, kemudian orang Katolika harus dihukum hanya karena dia kecil,” ucap Ngabalin.


Secara Tegas, Ali Ngabalin menungkapkan bahwa tidak ada pengecualian bagi pelanggar hukum.

“Logika apa yang akan dipakai, jangan membangun pikiran-pikiran yang bisa menjebak masyarakat,” ucap Ngabalin.

Belum sampai dilanjutkan oleh Ali Ngabalin, Karni Ilyas sudah langsung memotong pembahasan antara keduanya.

“Enggak-enggak tunggu dulu, ini sudah menyimpang dari debat kita,” terang Karni.

Ditegur oleh Karni Ilyas, Ali Ngabalin masih saja melanjutkan pernyataannya.

Ia menuturkan penting menjelaskan soal hal tersebut lantaran banyak yang mempermasalahkan kebijakan dari pemerintah.

“Kita harus tanggapi datuk karena materi yang disampaikan adalah terkait dengan masalah kebijakan pemerintah, saya sudah bilang saya bukan tim kampanye nasional,” ucap Ngabalin.

Penuturannya itu langsung mendapatkan reaksi dari Fadli Zon.

“Anda memang tidak boleh, anda memang tidak boleh menjadi tim kampanye nasional, anda ini masuk sebagai ASN, berbicara sebagai kapasitas, karena anda digaji dari APBN,” ucap Fadli Zon memotong pembahasan dari Ngabalin.

“Tidak ada urusan, tidak usah kau masuk ke wilayah ini, masa sih kau cemburu banget sih kalau Jokowi angkat saya sebagai pejabat ah,” jawab Ngabalin kemudian.

“Tenang aja bung, kita kan berteman bos, kita kan bersahabat,” lanjut Ngabalin.

Dengan demikian, Ali Ngabalin menuturkan bahwa sebaiknya setiap pembahasan yang berkaitan dengan pilpres, hanya fokus membahas soal calon presiden dan tidak menyinggung soal pemerintahan.

“Jadi pikiran saya datuk, agar dialog bisa baik pada malam hari ini kalau ingin mengoreksi apa-apa saja soal pemerintah, aka urusannya adalah terkait dengan calon presiden, kedepan melakukan apa, maka saya kan tidak masuk pada materi-materi debat,” terang Ngabalin.

Sumber: Tribunwow.com

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.