Boyolali Jadi Pusat Perayaan Hari Desa Nasional 2026, Digelar Enam Hari Penuh Agenda Nasional

Boyolali Jadi Pusat Perayaan Hari Desa Nasional 2026, Digelar Enam Hari Penuh Agenda Nasional

Loading

BOYOLALI — Kabupaten Boyolali resmi ditunjuk sebagai tuan rumah peringatan Hari Desa Nasional (HDN) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT). Perhelatan berskala nasional ini akan berlangsung selama enam hari, mulai 10 hingga 15 Januari 2026, dengan melibatkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Rangkaian kegiatan HDN 2026 diawali pada Sabtu (10/1/2026) melalui Gerakan Bhakti Desa, berupa kegiatan bersih-bersih di 10 rumah ibadah. Kegiatan ini dipusatkan di Pura Agung Dharma Buana, Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, sebagai simbol semangat gotong royong dan toleransi antarumat beragama.

Pada Minggu (11/1/2026), kegiatan dilanjutkan dengan Car Free Day (CFD), jalan sehat, serta donor darah yang dipusatkan di Alun-Alun Kidul Boyolali. Di hari yang sama, Turnamen e-Sport Desa resmi dibuka di Balai Sidang Mahesa. Selain itu, babak semi final Liga Desa digelar di sejumlah lokasi, yakni Lapangan Songgo Langit Desa Sumbung (Cepogo), Lapangan Desa Dibal, dan Lapangan Desa Donohudan (Ngemplak).

Memasuki Senin (12/1/2026), agenda diisi dengan Coaching Clinic Koperasi Desa Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sebagai upaya penguatan ekonomi desa. Kegiatan berlanjut pada Selasa (13/1/2026) dengan pertandingan perebutan juara III Liga Desa serta final Turnamen e-Sport Desa.

Kepadatan agenda semakin terasa pada Rabu (14/1/2026). Sejumlah kegiatan digelar serentak, mulai dari Pembukaan Pameran Potensi Unggulan Desa dari seluruh provinsi, Lokakarya Desa dan Kelurahan Berprestasi, Pasar Pangan Murah, Final Liga Desa, hingga Layar Tancap Festival Film Desa yang dipusatkan di halaman Gedung Lembu Sora.

Puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung pada Kamis (15/1/2026) di Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB). Agenda utama meliputi penayangan video selayang pandang Koperasi Desa Merah Putih, penyerahan Piala Lomba Bangun Desa–Bangun Indonesia, penghargaan Program Kementerian/Lembaga Berbasis Desa, serta penghargaan bagi kepala daerah dan desa/kelurahan berprestasi.

Sebagai penanda komitmen bersama, acara puncak akan ditutup dengan pembacaan “Deklarasi Boyolali”, yang berisi dukungan terhadap program prioritas pembangunan desa nasional, serta dimeriahkan dengan hiburan dari artis ibu kota.

Rangkaian kegiatan HDN 2026 ditutup pada Kamis malam dengan pagelaran wayang kulit di Alun-Alun Kidul Boyolali, mengangkat lakon “Semar Mbangun Desa”, sebagai simbol filosofi pembangunan desa yang berakar pada kearifan lokal.

Reporter/Seno