BOYOLALI – Proyek pembangunan jembatan di Jalan Raya Cepresan–Kemusu, kembali menyita perhatian publik. Setelah sebelumnya diberitakan karena tidak memiliki papan informasi proyek, kini papan tersebut akhirnya terpasang. Namun, yang mengejutkan, tak berselang lama papan itu justru dicopot kembali oleh pihak yang belum diketahui.
Papan nama saat di pasang, kamis (9/10/2025)
Kondisi ini membuat warga bertanya-tanya: ada apa sebenarnya dengan proyek jembatan tersebut?
Papan Proyek Muncul, Lalu Hilang Lagi
Berdasarkan pantauan terbaru wartawan di lokasi, papan informasi proyek sempat terpasang dengan keterangan pekerjaan “Penggantian Jembatan Munggur 2 (Cepresan–Genensari)”, dengan nilai kontrak sebesar Rp 1.435.203.000, dikerjakan oleh CV. Purwa Santika Anugerah. Proyek tersebut tercatat dimulai 8 Agustus 2025 dan ditargetkan selesai 10 Desember 2025, dengan masa pelaksanaan 125 hari kalender di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Boyolali.
baru beberapa jam panan nama menghilang dan di copot
Namun, tak lama setelah terpasang, papan proyek itu mendadak tidak tampak lagi di lokasi pembangunan. Beberapa warga mengaku heran atas kejadian tersebut.
“Tadi siang sempat ada papan proyek, tapi sekarang hilang lagi. Entah kenapa dilepas, padahal baru saja dipasang,” ujar salah satu warga sekitar saat ditemui wartawan, Kamis (9/10/2025).
Publik Pertanyakan Transparansi
Kejadian itu kembali memunculkan tanda tanya besar mengenai transparansi pelaksanaan proyek. Padahal, papan informasi merupakan sarana penting untuk menjamin keterbukaan publik dalam pengawasan kegiatan pembangunan yang menggunakan uang negara.
“Lucu juga, sudah ramai diberitakan, akhirnya papan proyek dipasang, tapi malah dicopot lagi. Ini justru makin menimbulkan tanda tanya,” ujar warga lainnya dengan nada kesal.
Sebelumnya, proyek tersebut sempat diduga sebagai “proyek siluman” karena tidak memasang papan informasi selama lebih dari sebulan sejak pelaksanaan dimulai. Selain itu, para pekerja di lapangan juga diketahui tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, yang seharusnya menjadi standar keselamatan kerja proyek konstruksi.
Pihak PUPR Diminta Klarifikasi
Menanggapi situasi ini, masyarakat mendesak Dinas PUPR Kabupaten Boyolali memberikan klarifikasi resmi. Mereka menilai, kejadian ini bisa mencederai kepercayaan publik terhadap tata kelola proyek pemerintah jika dibiarkan tanpa penjelasan.
“Kalau memang proyek resmi dari pemerintah, seharusnya terbuka. Jangan main pasang-copot seperti ini. Kesannya jadi tidak profesional,” ucap salah satu tokoh masyarakat setempat.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PUPR Boyolali maupun pihak pelaksana proyek CV. Purwa Santika Anugerah terkait alasan pencopotan papan informasi tersebut. Saat di konfirmasi pihak Yulius Dinas PUPR melalui sambungan telepon WhatsApp berdering namun di tolak, ketika di chat hanya centang satu, Jumat (10/10/2025).