![]()
LINTASINDONEWS
SRAGEN, Lintasindonews.com — Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, memiliki potensi perikanan air tawar yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat. Berada di kawasan Waduk Kedungombo, desa ini dikenal dengan aktivitas budidaya ikan menggunakan keramba yang melibatkan banyak pelaku usaha dan tenaga kerja lokal. Selain itu juga pertanian ada sekitar 156 petani.

Usaha perikanan keramba di Ngargotirto berkembang dengan melibatkan lebih dari seratus pelaku usaha. Aktivitas tersebut tidak hanya berorientasi pada produksi ikan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar waduk.

BACA JUGA:
- Ngargotirto di Kawasan Waduk Kedungombo, Ratusan Keramba Ikan Gerakkan Ekonomi Warga
- Terima SK Periode 2026–2031, LPER Semarang Raya Bidik Kolaborasi dengan Pemerintah dan Pelaku UMKM
- Api Melalap Tumpukan Rosok di Kartasura, Puluhan Armada Pemadam Dikerahkan
- Bantuan Revitalisasi Rp448,3 Juta, MCK KB Harapan Bangsa Disorot soal Batas Tanah dan Dugaan Pemborongan
- Dry Ice Diuji Atasi Kabut Asap Karhutla di Palembang, Solusi Baru atau Masih Menunggu Pembuktian?
Dalam operasionalnya, setiap pemilik usaha keramba dapat mempekerjakan sekitar empat hingga lima orang. Jumlah tenaga kerja bahkan bisa lebih banyak pada usaha berskala besar, menyesuaikan kapasitas keramba dan kebutuhan pemeliharaan ikan.
Mayoritas tenaga kerja berasal dari warga setempat. Kondisi ini menjadikan usaha perikanan keramba memiliki peran strategis dalam mendukung penghidupan masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi desa.
Wisata Pancing dan Warung Apung Jadi Daya Tarik
Selain budidaya ikan, kawasan Ngargotirto juga memiliki potensi wisata yang menarik perhatian pengunjung. Keberadaan dua warung apung menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana perairan Waduk Kedungombo.
Aktivitas pengunjung berlangsung setiap hari, dengan peningkatan kunjungan yang terutama terlihat pada Sabtu dan Minggu. Wisatawan dari luar daerah juga datang untuk menikmati suasana waduk sekaligus menyalurkan hobi memancing.
Wisata pancing yang dapat dinikmati masyarakat menjadi peluang ekonomi tambahan bagi warga. Kehadiran pengunjung berpotensi memberikan dampak positif terhadap usaha kuliner dan aktivitas ekonomi lain di sekitar kawasan perairan.
Perpaduan antara budidaya perikanan, wisata pancing, dan usaha warung apung memperlihatkan bahwa potensi Waduk Kedungombo tidak hanya bertumpu pada produksi ikan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai kawasan ekonomi berbasis masyarakat.
Potensi Besar, Pengelolaan Perlu Berkelanjutan
Data yang ditampilkan dalam infografis KKN Universitas Diponegoro Tim 1 Tahun 2025/2026 mengenai komoditas distribusi perikanan Desa Ngargotirto turut menggambarkan besarnya aktivitas budidaya di kawasan tersebut. Kemudian tahun 2026 hadir KKN dari Unisri dan UTP.
Infografis itu mencatat sekitar 220 anggota aktif pembudidaya ikan dan kurang lebih 3.000 petak keramba. Komoditas yang dibudidayakan meliputi nila merah, nila hitam, ikan mas, patin, dan lele, dengan nila merah disebut sebagai komoditas dominan.
Data tersebut juga menggambarkan distribusi hasil perikanan yang menjangkau sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Demak, Solo, Temanggung, dan Provinsi Jawa Timur. Informasi itu menunjukkan adanya jaringan pemasaran yang melampaui wilayah desa.
Meski demikian, pengembangan sektor perikanan dan wisata perlu diimbangi dengan pengelolaan lingkungan perairan yang baik. Aktivitas keramba, pengelolaan limbah, kebersihan kawasan wisata, serta pemanfaatan ruang perairan perlu menjadi perhatian agar kegiatan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Sinergi antara pemerintah desa, kelompok pembudidaya, pelaku wisata, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Kepala Desa Ngargotirto, Sumardi, menjadi salah satu unsur pemerintahan desa yang diharapkan dapat mendorong pengembangan potensi tersebut bersama masyarakat dan para pelaku usaha.
Dengan potensi perikanan yang besar, keterlibatan tenaga kerja lokal, serta daya tarik wisata pancing dan warung apung, Ngargotirto memiliki peluang untuk terus memperkuat ekonomi desa. Tantangan berikutnya adalah memastikan potensi tersebut dikelola secara terarah sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Catatan redaksi: Data dalam infografis KKN UNDIP Tim 1 Tahun 2025/2026 digunakan sebagai informasi pendukung. Angka dan kondisi terkini perlu dikonfirmasi kembali kepada pemerintah desa serta kelompok pembudidaya ikan.
PRESS ROOM CAFFE
-
Ngargotirto di Kawasan Waduk Kedungombo, Ratusan Keramba Ikan Gerakkan Ekonomi Warga -
Terima SK Periode 2026–2031, LPER Semarang Raya Bidik Kolaborasi dengan Pemerintah dan Pelaku UMKM -
Api Melalap Tumpukan Rosok di Kartasura, Puluhan Armada Pemadam Dikerahkan -
Bantuan Revitalisasi Rp448,3 Juta, MCK KB Harapan Bangsa Disorot soal Batas Tanah dan Dugaan Pemborongan -
Dry Ice Diuji Atasi Kabut Asap Karhutla di Palembang, Solusi Baru atau Masih Menunggu Pembuktian?
BERITA VIRAL
-
Ngargotirto di Kawasan Waduk Kedungombo, Ratusan Keramba Ikan Gerakkan Ekonomi Warga

LINTASINDONEWS SRAGEN, Lintasindonews.com — Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, memiliki potensi perikanan air tawar yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat. Berada di kawasan Waduk Kedungombo, desa ini dikenal dengan aktivitas budidaya ikan menggunakan keramba yang melibatkan banyak pelaku usaha dan tenaga kerja lokal. Selain itu juga pertanian ada sekitar 156 petani.…
-
Terima SK Periode 2026–2031, LPER Semarang Raya Bidik Kolaborasi dengan Pemerintah dan Pelaku UMKM

LINTASINDONEWS SEMARANG – Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) Cabang Semarang Raya resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2026–2031. Dengan diterimanya SK tersebut, organisasi ini bersiap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai elemen masyarakat untuk mendorong pemberdayaan ekonomi rakyat. SK kepengurusan diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP LPER, Prof. Dr. Dra. Francisca Sestri…
-
Api Melalap Tumpukan Rosok di Kartasura, Puluhan Armada Pemadam Dikerahkan

LINTASINDONEWS KARTASURA, LINTASINDONEWS.COM – Kebakaran hebat melanda tempat pengepul barang bekas di kawasan Wiragunan, sebelah selatan Terminal Kartasura, Kamis (15/10/2026) siang. Kobaran api yang membakar tumpukan barang bekas atau rosok merembet ke bangunan di sekitarnya hingga memerlukan pengerahan sejumlah armada pemadam kebakaran dan dukungan lintas instansi. Hingga pukul 13.15 WIB, petugas masih berjibaku memadamkan api…