Membuka Tirai Kebenaran

Buntut Facebook Permadi Arya di Hapus FB, Fadly Zon Minta Polisi Periksa Abu Janda

6 min read
profil-permadi-arya-alias-abu-janda.jpg

LintasIndoNews.com – Media Sosial Facebook dan Instagram mulai bersih-bersih akun yang dianggap berpotensi menyebarkan ujaran kebencian.

Salah satu akun Facebook yang diblokir Facebook adalah milik Abu Janda Al Boliwudi dan Permadi Arya.

Akun Abu Janda dikelola Permadi Arya yang mengaku aktivis Banser NU.

Akun Facebook Abu Janda diblokir Facebook rupanya menjadi perhatian Fahri Hamzah.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengomentari langkah kepolisian usai pemblokiran akun Abu Janda oleh Facebook.

hal tersebut tampak pada akun unggahan akun Twitter @Fahrihamzah pada Sabtu (16/2/19).

Dalam unggahan tersebut Fahri menilai seharusnya Abu Janda segera diproses.“Kalau petahana mau dapat kredit orang itu harus cepat diproses,” tulisnya.

Diketahui, tagar #PermadiAryaBosSaracen sempat menjadi trending topic di Twitter.

Hal tersebut lantaran akun Facebook Permadi Arya di blokir oleh Facebook.

Akun facebook Abu Janda yang diblokir itu menggunakan nama Permadi Arya, permadisastradinata dan ustadabujanda.

Facebook menghapus dan memblokir akun itu karena termasuk lima akun yang masuk dalam daftar Saracen.

Menanggapi hal itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pemblokiran akun Abu Janda akan dijadikan petunjuk bagi kepolisian.

“Mengenai data Facebook, akan kami jadikan petunjuk sebagai salah satu alat bukti nantinya,” ujar Dedi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Foto Abu janda bersama Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj ()

Meski disebut terkait dengan kasus Saracen, Dedi belum memastikan apakah Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri akan memproses dengan kasus yang bersangkutan.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu hanya menegaskan polisi akan memproses lebih lanjut apabila ditemukan bukti yang menguatkan.

“Polri akan melakukan proses penegakan hukum sesuai dengan fakta-fakta hukum yang ada. Siapa pun yang terlibat kita tindak sesuai dengan fakta hukum yang ditemukan oleh penyidik Ditsiber,” pungkasnya.

Tanggapan Facebook

Merebaknya berita palsu alias hoaks di Indonesia yang disebar lewat Facebook membuat media sosial ini bertindak tegas. Facebook mengatakan telah menghapus ratusan akun Facebook dan Instagram serta halaman (Page) yang menyebarkan berita palsu di Indonesia.

Menurut Facebook, keseluruh halaman dan akun tersebut memiliki keterikatan dengan kelompok Saracen. Saracen sendiri adalah kelompok yang menggunakan ribuan akun media sosial untuk menyebarkan kebencian.

Facebook melihat, baik halaman, grup, maupun akun tersebut menyebarkan berita yang merujuk pada halaman kelompok Saracen.

Secara keseluruhan, ada 207 halaman, 800 akun Facebook, 546 grup dan 208 akun Instagram yang dihapus, termasuk akun milik Permadi Arya alias Abu Janda.

“Seluruh halaman, akun, dan grup ini memiliki hubungan dengan Saracen-grup sindikasi online di Indonesia,” ungkap Nathaniel Gleicher, Head of Cybersecurity Policy lewat keterangan resminya.

“Penyalahgunaan platform yang dilakukan oleh Saracen dengan memakai akun yang tidak otentik adalah pelanggaran terhadap kebijakan kami, dan karena itulah kami menghapus seluruh jaringan organisasi tersebut dari platform,” lanjutnya.

Dikutip KompasTekno dari Newsroom Facebook, Jumat (1/2/2019), menurut pihak Facebook, seluruh halaman, akun, dan grup tersebut dihapus karena pola dan perilaku mereka, bukan karena konten yang diposting melalui akunnya.

Menurut Facebook, setidaknya sekitar 170.000 orang mengikuti satu dari halaman Facebook ini, dan lebih dari 65.000 orang mengikuti setidaknya salah satu dari akun Instagram tersebut.

“Dalam kasus ini, orang-orang yang berada di balik aktivitas ini berkoordinasi satu sama lain dan menggunakan akun palsu untuk menggambarkan identitas yang tidak otentik, dan hal ini yang menjadi dasar dari tindakan yang kami lakukan,” pungkas Facebook yang dilansir dari Kompas.com.

Namun, Facebook tidak membeberkan daftar lengkap terkait halaman, grup, dan akun apa saja yang mereka hapus.

Melalui halaman resminya, mereka hanya memberikan beberapa contoh halaman dan grup yang dimusnahkan terkait akun penyebar hoaks ini. 

Instagram Hapus Akun Sahabat Ustaz Abdul Somad

Selain Facebook, Instagram juga sedang bersih-bersih akun saracen.

Salah satu akun yang diblokir Instagram adalah milik sahabat Ustaz Abdul Somad, Abu Bassam Oemar Mita LC

Dai kondang Ustaz Abdul Somad atau Syekh Abdul Somad meminta dukungan agar akun Instagram sahabatnya Abu Bassam Oemar Mita LC dikembalikan.

Akun Abu Bassam Oemar Mita LC ‘tiba-tiba’ menghilang seiring dengan kebijakan Instagran membersihkan akun yang mencurigakan.

Padahal almat akun Instagram @oemar_mita punya 525 ribuan followers.

“Kami mendapat kabar bahwa akun @Instagram Ustadz @oemar_mita tidak bisa di akses hari ini. Semoga Allah izinkan agar bisa kembali.


#KembalikanAkunUOM
#KamiBersamaUOM’

Demikian tulisan Ustaz Abdul Somad di akun Instagram @ustazabdulsomad.

Akun Instagram Oemar Mita menghilang Ustaz Abdul Somad minta dikembalikan (capture INSTAGRAM.COM)

Abu Bassam Oemar Mita adalah salah satu dai yang juga sahabat Ustaz Abdul Somad. 

Abdul Somad dan Ustaz Oemar Mita pernah tampil bersama dengan Felix Siauw dan Hanan Attaki.

Ditengah proses menuju Pemilihan Presiden 2019, Empat penceramah kondang yakni Ustadz Abdul Somad, Ustadz Hanan Attaki, Ustadz Felix Siauw, dan Ustadz Oemar Mita muncul bersama di sebuah video yang diunggah di Youtube, Minggu (12/8/2018).

Meski tidak menyebut kaitan dengan proses politik yang terjadi di Indonesia, keempatnya menyerukan pesan persatuan.

Video yang diunggah melalui akun Tafaqquh Video, yang bisa dikatakan akun resmi Ustadz Abdul Somad itu, mengajak umat menjaga persatuan, dan mensyukuri perbedaan.Video diberi judul KEBERANEKA-RAGAMAN YANG INDAH || Pesan Persatuan Ustadz “Zaman Now”.

“Allah ciptakan berbeda-beda, kulit, bentuk rupa, kemampuan akal beda, fisik beda, harta beda. Ditengah keberankearagaman itu ada keindahan. Kami (para ulama) dari latar belakang berbeda, suku, kita ada perkara yang kita sepakati, ada yang berbeda, kita berlapang dada menerima perbedaan,” ujar Abdul Somad.

Sedangkan ustadz Oemar mengatakan, jika kita tidak sepakat dalam beberapa hal, tapi ada yang kita sepakati.

“Bahwa kita saudara, kita selayaknya pakaian saling menghiasi, menata jalan keimanan,” tuturnya.

Sementara Ustadz Felix Siauw berpendapat, Ia selalu meminta kepada Allah SWT agar terjadi persatuan kaum muslim.

“Bagi saya tidak ada yang lebih penting dari persatuan. Allah sampaikan dalam Alquran, persatuan ini tidak bisa dibeli. Seberapapun yang kita punya, Balikan yok, jadi satu lagi,” tutur Felix.

Dai Kondang Hanan Attaki pun mengungkapkan hal senada.

Ia mengatakan, persatuan dimulai dari hati masing-masing.

“Karena Allah banyak bicara urusan hati. Bukan berarti yang kita setujui, orang lain harus setuju. Kita harus punya rasa empati, care,  mudah-mudahan ini jadi semangat kita, mari kita berangkulan tangan,” tuturnya.

Doa Felix

Di akun instagramnya Felix mengunggah foto berempat dengan ustadz-ustadz tersebut.

Dalam caption, Felix kembali menekankan umat Islam harus bersatu.

Ia juga berdoa agar umat islam bersatu dan saling melindungi.

Islam Itu Satu

Dan jika mereka bermaksud hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan para mu’min, dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. – QS 8: 62-63

Andai saya punya satu pinta kepada Allah untuk dikabulkan, untuk saat ini, yang paling penting dan tak bisa ditunda lagi, maka saya akan meminta persatuan ummat Muslim

Sebab ada banyak sekali kebaikan yang terbuka apabila kaum Muslim mau saling bergandeng tangan, saling memahami, dan merapatkan shaf mereka

Sebaliknya, tanpa persatuan, kaum Muslim nothing, bukanlah apa-apa, takkan pernah menjadi apapun, dan hanya menjadi alat saja bagi kepentingan selain Islam

Dan persatuan ini memang sudah sampai masanya, ketika ego bisa ditekan oleh kebahagiaan kebersamaan, ketika kecurigaan bisa hilang dengan duduk bercanda

Inilah yang tak akan didapatkan meski harta sepenuh bumi dikeluarkan, ini yang takkan bisa dibeli meski seluruh manusia mengumpulkan infaknhya, sebab ini pemberian Allah

Allah yang mengikat hati-hati mereka yang beriman, lalu memasukkan kedalam hati mereka cinta-Nya, agar mereka saling mencintai satu samalain karena keagungan-Nya

Yaa Rabb, yang kami minta, begitulah kami dengan para ulama kami, begitulah kami sesama Muslim, perkenankan agar kecintaan ini berbuah persatuan dalam Islam

Persatuan ini akan berbuah saling melindungi, saling memahami, dan saling membantu, dan saat itu terjadi, maka surga sudah dibayar di muka dunia

Semoga kita adalah bagian persatuan itu, paling tidak kita jangan menjadi sebab permusuhan. Andai tangan belum bisa terangkai, minimal hati tak saling bertikai

Uhibbukum fillah, wahai saudara Muslimku.

(TribunJateng.com/tribun-timur.com)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.