![]()
CILACAP – Suasana Alun-Alun Sidareja mendadak memanas saat Gerakan Rakyat Menggugat (GRAM) Cilacap menggelar konferensi pers pada Rabu siang, (18/11/2025). Koordinator GRAM Cilacap, Tinto Wardhani, ST., melontarkan desakan keras kepada Kejaksaan terkait perkembangan persidangan dugaan korupsi BUMD Cilacap senilai Rp237 miliar yang tengah bergulir di Pengadilan Tipikor Semarang.
Tinto menanggapi kesaksian Yazid, salah satu saksi dalam persidangan, yang menurutnya telah terang-terangan mengakui menerima aliran dana sebesar Rp20 miliar. Hal itu disampaikan dalam sidang Tipikor yang digelar Senin (17/11/2025).
“Sudah sangat jelas dan gamblang. Saksi Yazid menerima aliran dana dugaan korupsi Rp20 miliar. Harus segera ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, beserta seluruh nama yang disebut di hadapan majelis hakim Tipikor. Semua masuk dalam pusaran dugaan korupsi dan TPPU,” tegas Tinto, yang juga menjabat sebagai Pengurus DPN SAPU JAGAD.
Tak berhenti di situ, Tinto menekan Kejaksaan agar tidak tebang pilih dalam mengusut kasus besar ini. Ia menegaskan bahwa siapapun yang diduga terlibat harus diproses secara hukum, tanpa memandang jabatan maupun pengaruh politik.
“Kejaksaan jangan ragu! Koruptor harus dibasmi. Mau pejabat daerah, pusat, ketua partai, jenderal, bahkan wamen sekalipun—kalau alat bukti permulaan dan keterangan saksi jelas, wajib ditindak tegas. Tangkap dan tetapkan tersangka!” ujarnya lantang.
Tinto juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim Advokasi Hukum dan HAM Sapu Jagad, aktivis antikorupsi, serta praktisi hukum untuk menyiapkan langkah-langkah strategis. Salah satunya adalah rencana pengajuan gugatan praperadilan dalam waktu dekat.
“Kami ingin memastikan proses penyidikan berjalan hingga semua yang terlibat ditetapkan sebagai tersangka. Kami, rakyat Cilacap, pantang mundur!” tegasnya.
GRAM menyatakan akan terus mengawal jalannya persidangan yang akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi dan terdakwa lainnya. Mereka menegaskan bahwa warga Cilacap menantikan babak baru pengungkapan aliran dana jumbo tersebut.
Masyarakat Cilacap berharap kasus korupsi besar ini segera dituntaskan, terlebih ketika daerah sedang menghadapi ketertinggalan pembangunan yang belum merata.
Koresponden|Tim Sapujagad

