Miskomunikasi Mobil Siaga Desa Bakung Berakhir Damai, Warga dan Kades Saling Minta Maaf

Miskomunikasi Mobil Siaga Desa Bakung Berakhir Damai, Warga dan Kades Saling Minta Maaf

Loading

Kabupaten Tangerang – Polemik pemanfaatan Mobil Siaga Desa Bakung yang sempat menjadi perbincangan di masyarakat akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Klarifikasi dilakukan melalui pertemuan antara warga Desa Bakung, Pak Salim, bersama putrinya Suryati, dengan Kepala Desa Bakung, Dwi Ari Setyantoro, S.IP., beserta jajaran pemerintah desa, Senin (2/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Pak Salim menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Kepala Desa Bakung dan seluruh jajaran Pemerintah Desa Bakung. Ia menegaskan bahwa peristiwa yang memicu polemik sebelumnya murni terjadi akibat kesalahpahaman dalam komunikasi, tanpa adanya maksud untuk menyudutkan maupun merugikan pihak pemerintah desa.

“Saya bersama anak saya, Suryati, menyampaikan permohonan maaf kepada Kepala Desa Bakung dan seluruh jajaran. Kejadian ini murni karena miskomunikasi dan tidak ada niat buruk apa pun,” ujar Pak Salim.

Suryati yang diketahui merupakan kader Desa Bakung juga menyatakan komitmennya untuk menjaga komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah desa ke depannya, agar kejadian serupa tidak terulang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Bakung, Dwi Ari Setyantoro, S.IP., turut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Pak Salim apabila dalam proses pelayanan maupun komunikasi terkait pemanfaatan mobil siaga desa terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

“Sebagai Kepala Desa, saya juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Pak Salim. Pemerintah Desa Bakung selalu terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat, serta mengedepankan musyawarah dan penyelesaian secara kekeluargaan,” ungkap Dwi Ari.

Ia menegaskan bahwa Mobil Siaga Desa Bakung sejak awal disediakan untuk kepentingan masyarakat dan siap digunakan, khususnya dalam kondisi darurat. Adapun persoalan yang sempat viral sebelumnya, menurutnya, merupakan kesalahpahaman individu dan tidak mencerminkan kebijakan resmi Pemerintah Desa Bakung.

Dengan adanya klarifikasi serta saling permohonan maaf ini, kedua belah pihak sepakat menyatakan persoalan mobil siaga desa telah selesai dan tidak akan diperpanjang. Situasi di Desa Bakung pun kembali kondusif, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan harmonis antara masyarakat dan pemerintah desa.

Sumber|PPRI