![]()
Penulis: Sugeng Rianto (Pegiat Sosial)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah cita-cita yang baik. Anak-anak Indonesia berhak mendapatkan makanan bergizi. Program ini harus terus berjalan karena menyangkut masa depan generasi bangsa.
Namun, sebesar apa pun manfaat sebuah program, tidak boleh ada ruang bagi korupsi. Setiap rupiah yang diselewengkan bukan sekadar kerugian negara, tetapi juga mengurangi hak anak-anak untuk memperoleh makanan yang layak.
- Bantuan P3-TGAI Rp195 Juta di Wates Disorot, Baru Sebulan Dinding Irigasi Retak, Muncul Pengakuan Setoran 20 Persen
- LHA SH Terate Pusat Madiun: Jangan Gunakan Tekanan Massa untuk Menyelesaikan Persoalan Organisasi
- Dandim Klaten Ajak Wartawan Perkuat Sinergi, Tegaskan Media Punya Peran Penting Tangkal Hoaks
- Kematian Iltaniardi dan Pertanyaan yang Tertinggal: Bagaimana Pertolongan Pertama Diberikan?
- Delapan Tahun Diguyur Anggaran Rp1,142 Miliar, Wisata Umbul Tirah Disorot: Kios Berdiri di Atas Saluran Air hingga Dugaan Setoran Tiket
Audit terhadap SPPG harus menjadi momentum untuk membersihkan tata kelola, bukan sekadar melengkapi administrasi. Jika ada mark-up harga, permainan pemasok, nota yang tidak sesuai transaksi, atau praktik lain yang merugikan negara, maka harus diusut secara transparan tanpa pandang bulu.

Bila dugaan penyimpangan saja sudah muncul di lingkungan yang memiliki pengawasan ketat, maka pengawasan terhadap seluruh pelaksana program di daerah juga harus diperkuat. Jangan sampai ada anggapan bahwa semakin jauh dari pusat, semakin longgar pengawasannya. Justru semua pihak harus tunduk pada standar akuntabilitas yang sama.

MBG jangan sampai berubah menjadi ladang rente bagi oknum yang mencari keuntungan pribadi. Program sebesar ini membutuhkan integritas, keterbukaan, dan keberanian menindak siapa pun yang terbukti menyalahgunakan amanah.
Dukung programnya. Awasi pelaksanaannya. Tindak tegas pelaku korupsi. Karena yang harus diselamatkan adalah masa depan anak-anak Indonesia, bukan kepentingan segelintir orang.( ***)
-
Bantuan P3-TGAI Rp195 Juta di Wates Disorot, Baru Sebulan Dinding Irigasi Retak, Muncul Pengakuan Setoran 20 Persen -
LHA SH Terate Pusat Madiun: Jangan Gunakan Tekanan Massa untuk Menyelesaikan Persoalan Organisasi -
Dandim Klaten Ajak Wartawan Perkuat Sinergi, Tegaskan Media Punya Peran Penting Tangkal Hoaks -
Kematian Iltaniardi dan Pertanyaan yang Tertinggal: Bagaimana Pertolongan Pertama Diberikan? -
Delapan Tahun Diguyur Anggaran Rp1,142 Miliar, Wisata Umbul Tirah Disorot: Kios Berdiri di Atas Saluran Air hingga Dugaan Setoran Tiket

