Clorot NaDu Delight: Inovasi Kolaboratif Pengembangan Clorot dengan Topping Nangka dan Durian sebagai Sarana Penguatan Kepemimpinan dan Kewirausahaan

Clorot NaDu Delight: Inovasi Kolaboratif Pengembangan Clorot dengan Topping Nangka dan Durian sebagai Sarana Penguatan Kepemimpinan dan Kewirausahaan

Loading

Oleh Tim Clorot NaDu Delight dan Wachid Pratomo

Dalam rangka melestarikan kuliner tradisional dan mengembangkan keterampilan kewirausahaan, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Kelompok 3 melaksanakan kegiatan Projek Kepemimpinan “Clorot NaDu Delight”. Kegiatan ini bekerja sama dengan Asrama Mahasiswa Dewantara (ASMADEWA), Yogyakarta, di bawah bimbingan Dr. Wachid Pratomo, M.Pd. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa mengembangkan clorot khas Purworejo dengan topping nangka dan durian agar memiliki daya tarik bagi generasi muda.

Lapor KPK

BACA JUGA:

Clorot merupakan jajanan tradisional berbahan dasar tepung beras, gula merah, dan santan yang dibungkus menggunakan janur berbentuk kerucut. Pengembangan Clorot NaDu Delight dilakukan dengan tetap mempertahankan ciri khas tersebut, sekaligus menambahkan variasi rasa melalui pemanfaatan buah lokal. Selain inovasi topping, tim mengembangkan desain kemasan dan label sebagai identitas produk agar tampil lebih menarik dan informatif.

Persiapan kegiatan dilakukan melalui koordinasi dengan mitra, eksplorasi resep, dan uji coba produk. Tim juga mengikuti kuliah pakar bersama Trias Anggasari, S.Pd., Gr. dan Muhammad Johari, S.Pd. untuk memperoleh masukan dalam pengembangan produk. Hasil uji coba dan masukan pakar menjadi bahan pertimbangan dalam menyempurnakan rasa, tekstur, tampilan, serta kemasan Clorot NaDu Delight sebelum diperkenalkan kepada mahasiswa ASMADEWA.

Pelaksanaan kegiatan bersama mitra mencakup pengenalan clorot dan demonstrasi pembuatannya. Peserta mempelajari tahapan penyiapan janur, pengolahan adonan, pengukusan, pemberian topping, hingga pengemasan produk. Mahasiswa PPG mendampingi proses tersebut dengan memperhatikan kebersihan bahan dan peralatan. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar secara langsung sehingga peserta tidak hanya mengenal dan mencicipi clorot, tetapi juga memahami proses pembuatannya.

Pamong ASMADEWA menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal kuliner dari daerah lain.

“Kami sangat senang dengan adanya kolaborasi ini karena dapat memperkenalkan clorot sebagai makanan khas Purworejo kepada mahasiswa ASMADEWA yang sebagian besar berasal dari luar Pulau Jawa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengenal dan mencicipi clorot, tetapi juga belajar cara membuatnya,” ungkap pamong ASMADEWA Dr. Bherrio Dwi Saputra, M.Pd.

Sosialisasi polisi

Kolaborasi ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan keberagaman kuliner Nusantara kepada mahasiswa dengan latar belakang budaya yang berbeda.

Kegiatan tersebut juga mengintegrasikan konsep Tri-N Tamansiswa, yaitu Niteni melalui pengamatan terhadap karakteristik clorot tradisional, Nirokake melalui praktik pembuatannya, dan Nambahi melalui inovasi topping, kemasan, serta label produk. Pembagian tugas dan kerja sama selama kegiatan menjadi sarana bagi anggota tim untuk melatih tanggung jawab, komunikasi, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah.

Berdasarkan evaluasi melalui angket kepada 10 mahasiswa ASMADEWA, respon pengguna sebesar 93,9% dengan kategori “Sangat Puas”. Peserta turut memberikan masukan mengenai penyempurnaan tekstur, penguatan rasa durian, serta penambahan peralatan agar kesempatan praktik lebih merata. Masukan tersebut menjadi dasar bagi tim untuk memperbaiki produk dan pelaksanaan kegiatan selanjutnya.

Melalui projek Clorot NaDu Delight, tim berharap makanan tradisional dapat semakin dikenal dan diapresiasi oleh generasi muda. Pengalaman pembuatan dan pengembangan produk ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan mahasiswa ASMADEWA dalam kegiatan kewirausahaan, bazar, maupun gelar karya. Dengan demikian, kolaborasi ini tidak hanya mendukung pelestarian kuliner khas Purworejo, tetapi juga menumbuhkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama, dan kewirausahaan berbasis potensi lokal.

BREAKING NEWS

TRANDING

  • Foto 6 Oktober Masih Ada Sapi, Kini Kandang Sepi: Ke Mana 9 Ekor Bantuan Ternak Sragen?

    Foto 6 Oktober Masih Ada Sapi, Kini Kandang Sepi: Ke Mana 9 Ekor Bantuan Ternak Sragen?

    LINTASINDONEWS SRAGEN, Lintasindonews.com — Keberadaan bantuan ternak sapi untuk Kelompok Ternak SRI LUWIH di wilayah Kleco Kulon, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, menjadi sorotan setelah tim aktivis melaporkan perubahan kondisi kandang dalam rentang waktu beberapa hari. Baca Juga: Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, pada Selasa (6/10/2026), sejumlah sapi masih terlihat berada di kandang kelompok…

  • Ngargotirto di Kawasan Waduk Kedungombo, Ratusan Keramba Ikan Gerakkan Ekonomi Warga

    Ngargotirto di Kawasan Waduk Kedungombo, Ratusan Keramba Ikan Gerakkan Ekonomi Warga

    LINTASINDONEWS SRAGEN, Lintasindonews.com — Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, memiliki potensi perikanan air tawar yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat. Berada di kawasan Waduk Kedungombo, desa ini dikenal dengan aktivitas budidaya ikan menggunakan keramba yang melibatkan banyak pelaku usaha dan tenaga kerja lokal. Selain itu juga pertanian ada sekitar 156 petani.…

  • Terima SK Periode 2026–2031, LPER Semarang Raya Bidik Kolaborasi dengan Pemerintah dan Pelaku UMKM

    Terima SK Periode 2026–2031, LPER Semarang Raya Bidik Kolaborasi dengan Pemerintah dan Pelaku UMKM

    LINTASINDONEWS SEMARANG – Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) Cabang Semarang Raya resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2026–2031. Dengan diterimanya SK tersebut, organisasi ini bersiap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai elemen masyarakat untuk mendorong pemberdayaan ekonomi rakyat. SK kepengurusan diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP LPER, Prof. Dr. Dra. Francisca Sestri…