Dua Pemain Binaan FS17 Football Academy Tembus Garudayaksa U-16, Fabio Sinaga Langsung Cetak Gol Debut!

Dua Pemain Binaan FS17 Football Academy Tembus Garudayaksa U-16, Fabio Sinaga Langsung Cetak Gol Debut!

Loading

LINTASINDONEWS

SOLO – Prestasi membanggakan ditorehkan dua pemain muda binaan Ferdinand Sinaga 17 Football Academy (FS17FA). Fabio Devrant Sinaga dan Gedhe Angger Pangestu berhasil menembus skuad Garudayaksa U-16 yang berlaga di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) League One musim 2026/2027.

Lapor KPK

BACA JUGA:

Keduanya menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia muda dapat membuka jalan bagi talenta-talenta potensial untuk bersaing di level nasional. Pencapaian tersebut sekaligus membawa kebanggaan bagi FS17FA dan sekolah tempat mereka menempuh pendidikan.

Sorotan tersendiri tertuju kepada Fabio Devrant Sinaga. Gelandang serang berusia 15 tahun yang lahir pada 9 November 2011 itu mengawali kiprahnya bersama Garudayaksa U-16 dengan catatan manis. Dalam laga debut menghadapi Dewa United U-16 pekan lalu, Fabio berhasil mencetak gol pertamanya untuk tim tersebut.

Fabio merupakan putra mantan penyerang Tim Nasional Indonesia, Ferdinand Sinaga, yang menjadi sosok di balik pembinaan FS17FA. Meski demikian, kiprah Fabio di lapangan menjadi bagian dari prosesnya sendiri dalam mengembangkan kemampuan dan membangun pengalaman di kompetisi usia muda.

Sebagai pemain yang menempati posisi gelandang serang, Fabio diharapkan mampu terus mengembangkan visi bermain, kreativitas, serta kontribusinya dalam membangun serangan. Gol pada laga debut menjadi awal positif untuk menghadapi persaingan di EPA League One.Fabio Tetap Prioritaskan Pendidikan di SMP Regina Pacis Solo

Di tengah aktivitas sepak bola yang semakin kompetitif, Fabio juga menjalani pendidikan formal di SMP Regina Pacis Solo. Saat ini, ia tercatat sebagai siswa kelas IX.

Dukungan lingkungan sekolah menjadi salah satu faktor penting agar Fabio dapat menjalani dua tanggung jawab sekaligus, yakni pendidikan akademis dan pengembangan karier sepak bola.

Keseimbangan antara belajar dan berlatih menjadi hal yang perlu dijaga, terutama bagi pemain seusianya yang sedang berada dalam tahap pembentukan kemampuan teknis, fisik, dan mental.

Gedhe Angger Pangestu, Talenta Kidal dari Karanganyar.

Selain Fabio, nama Gedhe Angger Pangestu turut menjadi perhatian setelah berhasil masuk skuad Garudayaksa U-16.

Pemain asal Karanganyar tersebut dikenal memiliki kemampuan menggunakan kaki kiri serta fleksibilitas dalam menjalankan peran di lapangan. Umpan-umpan terukur dan kemampuannya membaca permainan menjadi modal untuk terus berkembang di tengah persaingan antarpemain muda.

Gedhe saat ini tercatat sebagai siswa SMAN 1 Ngemplak, Boyolali. Keberhasilannya menembus skuad Garudayaksa U-16 memperlihatkan peluang bagi pemain dari daerah untuk mendapatkan kesempatan bersaing dalam kompetisi sepak bola usia muda tingkat nasional.

Dukungan dari lingkungan pendidikan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Gedhe. Dengan pengelolaan waktu yang baik, aktivitas latihan dan pertandingan diharapkan dapat berjalan seiring dengan kewajibannya sebagai pelajar.

FS17FA Perkuat Pembinaan Pemain Muda

Keberhasilan Fabio dan Gedhe menembus skuad Garudayaksa U-16 menjadi capaian positif bagi Ferdinand Sinaga 17 Football Academy. Akademi tersebut berupaya mengembangkan potensi pemain muda melalui pembinaan yang mencakup keterampilan teknis, kondisi fisik, pemahaman taktik, serta mentalitas bertanding.

Kesempatan tampil di EPA League One menjadi pengalaman berharga bagi keduanya. Kompetisi tersebut memberikan ruang bagi pemain muda untuk mengukur kemampuan, menghadapi tekanan pertandingan, dan meningkatkan kualitas permainan melalui persaingan yang lebih kompetitif.

Kolaborasi antara pembinaan sepak bola dan dukungan pendidikan juga menjadi aspek penting dalam proses perkembangan pemain muda. Prestasi di lapangan perlu diimbangi dengan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi tantangan di luar sepak bola.

Perjalanan Fabio Devrant Sinaga dan Gedhe Angger Pangestu bersama Garudayaksa U-16 masih panjang. Gol debut Fabio menjadi awal yang menjanjikan, sementara kesempatan Gedhe memperkuat skuad tersebut membuka ruang untuk terus menunjukkan potensinya.

Kini, konsistensi penampilan, kerja keras dalam latihan, dan kemampuan beradaptasi akan menjadi tantangan berikutnya bagi kedua pemain binaan FS17FA tersebut dalam meniti perjalanan di sepak bola nasional.

PRESS ROOM CAFFE

BERITA VIRAL

  • Prabukusumo Kembali Pimpin Hapkido Indonesia, Munas III Tetapkan Sanksi Tegas Pelecehan Seksual

    Prabukusumo Kembali Pimpin Hapkido Indonesia, Munas III Tetapkan Sanksi Tegas Pelecehan Seksual

    LINTASINDONEWS YOGYAKARTA – Musyawarah Nasional (Munas) III Hapkido Indonesia Tahun 2026 menghasilkan sejumlah keputusan penting bagi arah organisasi bela diri tersebut. Selain kembali menetapkan GBPH H. Prabukusumo, S.Psi., sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PP HI) periode 2026–2030 secara aklamasi, forum ini juga menyepakati penguatan aturan organisasi, termasuk sanksi tegas terhadap pelaku pelecehan seksual.…


  • Dua Pemain Binaan FS17 Football Academy Tembus Garudayaksa U-16, Fabio Sinaga Langsung Cetak Gol Debut!

    Dua Pemain Binaan FS17 Football Academy Tembus Garudayaksa U-16, Fabio Sinaga Langsung Cetak Gol Debut!

    LINTASINDONEWS SOLO – Prestasi membanggakan ditorehkan dua pemain muda binaan Ferdinand Sinaga 17 Football Academy (FS17FA). Fabio Devrant Sinaga dan Gedhe Angger Pangestu berhasil menembus skuad Garudayaksa U-16 yang berlaga di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) League One musim 2026/2027. BACA JUGA: Keduanya menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia muda dapat membuka jalan bagi…


  • Foto 6 Oktober Masih Ada Sapi, Kini Kandang Sepi: Ke Mana 9 Ekor Bantuan Ternak Sragen?

    Foto 6 Oktober Masih Ada Sapi, Kini Kandang Sepi: Ke Mana 9 Ekor Bantuan Ternak Sragen?

    LINTASINDONEWS SRAGEN, Lintasindonews.com — Keberadaan bantuan ternak sapi untuk Kelompok Ternak SRI LUWIH di wilayah Kleco Kulon, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, menjadi sorotan setelah tim aktivis melaporkan perubahan kondisi kandang dalam rentang waktu beberapa hari. Baca Juga: Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, pada Selasa (6/10/2026), sejumlah sapi masih terlihat berada di kandang kelompok…