Membuka Tirai Kebenaran

Dana Desa Astapada Diduga Salahi Aturan, di Borongkan Pihak Ketiga

2 min read

Penerapan Dana Desa Astapada Diduga Menyalahi Aturan

LINTASINDONEWS.com, CIREBON – Desa Astapada Kecamatan Tengahtani Kabupaten Cirebon, merealisasikan Dana Desa pada Tahun Anggaran 2019 ini, diantaranya dialokasikan untuk pengaspalan dan pavingisasi

Dalam pengerjaan kegiatan tersebut dinilai ada yang janggal, pekerjaan tersebut tidak diswakelola melainkan diduga di borongkan kepada pihak ketiga tanpa melalui prosedur kontraktual yang jelas.

Menurut salah seorang Staff Desa, yang berhasil ditemui membenarkan pengerjaan pengaspalan tersebut diborongkan bukan kepada seorang pemborong saja.

Sementara berdasarkan keterangan salah satu pekerja, yang tidak mau disebutkan membenarkan adanya proyek pengaspalan tersebut diborongkan kepada bosnya.

Menanggapi hal itu pendamping Kegiatan Desa dilain hari menegaskan, kegiatan yang bersumber dari Dana Desa (DD) tidak boleh di kerjakan pihak ketiga atau diborongkan.

“Karena half itu dikhawatirkan akan mengurangi mutu dan kualitasnya,”ucap Ito

“Kegiatan Dana Desa viewer harus dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat dan pemdes, semacam padat karya tidak boleh dipihak ketigakan. Itu pelanggaran, kecuali supplyer material atau alat berat boleh dari pihak ketiga,” Tegasnya lagi.

Sedangkan salah satu masyarakat Desa Astapada menyayangkan adanya Dana desa yang diborongkan.

“saya sangat kecewa karena didepan mata saya itu, di pos siskamling banyak orang yang menganggur yang tidak dilibatkan dalam proyek dana desa itu,”ujarnya.

Lebih lanjut, katanya lagi semua pelaksana proyek orang luar daerah, bukan masyarakat sekitar.

” Oegawainya itu orang lain, sedangkan menurut peraturan proyek dana desa harus swakelola tidak boleh dipihak ketigakan, tapi nyatanya dimana swakelolanya, itu membuat saya kecewa apalagi belum berapa hari aspalan sudah berlubang besar dan rusak,”tegasnya.

Artinya penerapan Dana Desa pembangunan Infrastruktur di Desa Astapada dinilai patut diaudit, dengan adanya dugaan penyimpangan Juklak dan Juknis penerapan DD berpotensi adanya penyimpangan anggaran.

Sayangnya hingga berita ini di turunkan, Kepala Desa Astapada Makali susah untuk ditemui, diteleponpun sulit  kepala Desa Astapada ini pun di duga jarang masuk dinas.

Ketika menjawab konfirmasi melalui Chat WashApp itupun dilimpahkan kepada Cecep sekdes desa astapada. (Tim AWPI)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.