Ogoh-ogoh ikut menyemarakkan acara bersih dusun kadirejo, Sabtu (16/8/2025)
BOYOLALI, Lintasindonews.com – Menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Dukuh Kadirejo, Desa Kadipaten, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, menggelar tradisi bersih dusun dengan meriah, Sabtu Kliwon (16/8/2025).
Acara dipusatkan di lapangan voli Dukuh Kadirejo dengan kirab budaya atau arak-arakan yang melibatkan warga dari RT 9, 10, 11, 12, hingga 39. Sejumlah miniatur unik dan atraktif dihadirkan, mulai dari patung kembar gendong, raksasa besar bersenjata tajam, burung merak, hingga dua kuda putih kereta kencana.
Arak-arakan semakin semarak dengan penampilan seni tari. Marching band MIM Kadirojo mengiringi langkah peserta, ditambah tarian ibu-ibu, remaja putri, hingga atraksi bapak-bapak yang membawakan tarian Papua.
Kirab budaya ini menempuh jarak sekitar 500 meter, dimulai dari utara pemakaman umum menuju lapangan voli, melewati jalan milik PUPR Boyolali yang membelah Dukuh Kadirejo.
Hadir Forkompincam dan Wakil Ketua dan Anggota DPRD
Acara tersebut turut dihadiri Forkompincam Kecamatan Andong, mulai dari Camat Andong, Babinkamtibmas, hingga Babinsa. Hadir pula tamu undangan dari luar daerah, khususnya dari Dukuh Mojoroto.
Kepala Dusun Kadirejo, Maulani, bersama perangkat desa juga turut mendampingi jalannya kirab. Namun yang paling istimewa adalah kehadiran Aziz Aminudin, Wakil Ketua DPRD Boyolali dari Fraksi Gerindra dan Anggota DPRD Boyolali Fraksi PDIP Teguh Pamuji, keduanya putra asli Dukuh Kadirejo.
Dalam sambutannya, Aziz memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan budaya ini.
“Saya sangat salut dan memberi dukungan penuh. Tradisi seperti ini jangan sampai punah, apalagi ada kesenian rodat yang sudah mulai langka. Kegiatan ini harus terus kita lestarikan,” ungkapnya.
Semua Jadi Juara
Sementara itu, Kadus Kadirejo Maulani menegaskan bahwa kegiatan bersih dusun ini memang rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk syukur dan pelestarian budaya Jawa.
“Saya nilai semua RT menjadi juara. Tidak ada yang kalah, semuanya kreatif dan layak diapresiasi. Tujuannya bukan mencari perbedaan, tetapi memperkuat persatuan warga,” ujarnya.
Tradisi bersih dusun di Kadirejo kembali menegaskan bahwa kearifan lokal masih menjadi ruh kehidupan masyarakat Jawa, sekaligus sarana memperkuat kebersamaan dan menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi.