![]()
SURAKARTA, Suasana religius dan penuh kehangatan tampak di kediaman megah Hj. Titik di kawasan Sumber, Surakarta, setiap malam Jumat Kliwon. Di rumah yang dikenal sering menjadi tempat berkumpulnya warga, Hj. Titik bersama putra-putrinya, termasuk putranya yang cukup dikenal, Himawan Sahli, rutin menggelar pengajian yang dihadiri ratusan jamaah dari berbagai wilayah Solo Raya.
Pengajian tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus pembelajaran spiritual bagi masyarakat sekitar. Ratusan jamaah, sekitar 300 orang, datang dari berbagai wilayah seperti Karangasem, Klaten, dan Sumber. Mereka mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, kebersamaan, dan rasa syukur.
Kyai asal Klaten yang memimpin pengajian malam itu menyampaikan pesan mendalam tentang arti kehidupan. Ia menegaskan bahwa baik orang kaya maupun yang kurang mampu memiliki hak yang sama untuk hidup bahagia, asal tetap sabar, ikhlas, dan taat kepada Allah.
“Hidup di dunia ini hanya sementara. Maka isilah dengan ibadah, zikiran, dan berbagi,” ujarnya dengan gaya santai dan jenaka yang membuat jamaah antusias mengikuti tausiyahnya.
Hj. Titik bersama keluarganya dikenal dermawan dan aktif dalam kegiatan sosial. Selain menyediakan tempat untuk pengajian, keluarga ini juga kerap berbagi sembako, makanan, dan bantuan lainnya kepada warga sekitar.
“Semakin banyak memberi, semakin besar pula berkah yang Allah lipatgandakan,” ungkap salah satu jamaah yang hadir.
Selain masyarakat umum, sejumlah tokoh dan kerabat Hj. Titik juga rutin hadir. Mereka menilai kegiatan ini bukan hanya ajang religi, tetapi juga penguat persaudaraan antarwarga. Pengajian biasanya dimulai pukul 19.30 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 21.30 WIB di pendopo rumah keluarga Hj. Titik.
Dengan semangat kebersamaan dan niat tulus untuk beribadah, Hj. Titik dan Himawan Sahli terus menginspirasi banyak orang lewat kegiatan pengajian rutin ini. Mereka berharap kegiatan semacam ini dapat mempererat hubungan antarumat dan menjadi ladang pahala bagi semua yang terlibat.
Penulis|Janter


