![]()
SRAGEN – Puluhan anggota Polres Sragen mengikuti Forum Belajar Bersama (FBB) dengan fokus pada penguatan manajemen media dan pengelolaan isu publik, Rabu (10/9/2025). Kegiatan ini digelar di Hall Sibara Polres Sragen, diikuti 35 personel yang mayoritas merupakan admin media sosial Polres dan jajaran Polsek.
Forum yang digelar bergilir antarbagian ini kali ini diinisiasi Seksi Humas Polres Sragen. Acara dibuka langsung Kasi Humas Polres Sragen, AKP Sigit Sudarsono, dan dihadiri Kabag SDM Polres Sragen, Kompol Mujiyono, mewakili Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.
Untuk memperdalam materi, Seksi Humas menghadirkan narasumber dari Solopos Media Group (SMG) Solo, Moh. Khodiq Duhri.
Dalam pemaparannya, Duhri menegaskan bahwa manajemen media bukan hanya tugas humas, melainkan tanggung jawab seluruh jajaran Polri. Ia menekankan pentingnya kecepatan, akurasi, serta empati dalam mengelola isu.
“Isu-isu negatif bisa viral dan meruntuhkan reputasi lembaga hanya dalam hitungan jam. Media adalah jendela utama publik melihat kinerja Polri. Karena itu Polri harus sigap mengelola isu dan bersinergi dengan media untuk membangun kepercayaan publik,” ujarnya.
Duhri juga menjelaskan perbedaan media tradisional dan media baru. Menurutnya, media baru bersifat terbuka, interaktif, dan memungkinkan siapa saja menyebarkan informasi. Hal ini membuat isu negatif lebih cepat menyebar jika tidak ditangani.
Lebih lanjut, ia menegaskan beberapa prinsip penting dalam pengelolaan media:
* Transparan tetapi selektif sesuai aturan.
* Konsisten dengan pesan “satu data”.
* Cepat merespons untuk mencegah rumor liar.
* Menyampaikan pesan sederhana, humanis, dan empatik.
“Polri jangan alergi kritik. Jadikan kritik sebagai masukan. Gunakan bahasa publik, bukan jargon teknis. Fokuslah pada narasi solusi, bukan sekadar pembelaan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelola media sosial di Polres Sragen dapat lebih profesional dalam menghadirkan informasi publik yang akurat, cepat, dan membangun citra positif Polri.
Pewarta: Surya Kencana

