![]()
BERITA SRAGEN
SRAGEN – Kepala UPTD Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sragen, Dwi Eko Suwarno, ST, MT, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih layanan penyedotan limbah tinja. Hal ini disampaikannya kepada wartawan lintasindonews hari Rabu (10/9/2025) usai mengisi program talkshow Aspirasi Sukowati di Radio Buana Asri Sragen pada hari Jumat (29/8/2025) beberapa waktu lalu.
Menurut Dwi Eko, masyarakat sebaiknya menggunakan jasa sedot WC yang bermitra langsung dengan UPTD PALD Sragen. Selain tarif yang lebih terjangkau dan transparan, layanan resmi ini dilengkapi fasilitas memadai serta dijalankan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) keamanan.
“Limbah hasil sedotan tidak kami buang sembarangan, tetapi dikelola secara profesional hingga menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi lingkungan,” tegas Dwi Eko.
Ia menambahkan, jika ada pihak-pihak yang menawarkan jasa sedot WC namun limbahnya dibuang sembarangan, maka bisa dipastikan itu bukan mitra resmi UPTD PALD Sragen.
“Masyarakat jangan mudah tergiur tawaran murah tanpa kejelasan pengelolaan limbah, karena justru bisa mencemari lingkungan,” jelasnya.
Saat ini, layanan sedot WC resmi dari UPTD PALD Sragen dikenakan retribusi sesuai jarak, mulai dari Rp250 ribu untuk wilayah 0–10 km dari alun-alun Sragen. Informasi layanan juga bisa diakses melalui kanal resmi maupun nomor kontak yang telah disediakan.
Imbauan ini menjadi bagian dari gerakan “Gema Sanitasi: Gerakan Masyarakat Sragen Peduli Sanitasi Aman dan Inklusif” yang terus digencarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sragen.
Liputan|Redaksi



- Diduga Banyak Penerima Ganda Bantuan Sapi Desa Bagor hingga Pencatutan Nama, LAPAAN RI: “Kalau Terbukti, Ini Harus Diusut Tuntas”
- Bantuan Sapi Rp400 Juta Desa Bagor, Nama Warga Diduga Dicatut Demi Bantuan? Pengakuan Penerima Baru Buka Fakta Mengejutkan
- Seragam Dijual di Koperasi SMP Negeri Grobogan, Ketua MKKS Angkat Bicara, Pengawasan Dinas Dipertanyaka
- Kirab Budaya dan Jamasan Gamelan Meriahkan Sriwedari, Solo Teguhkan Identitas Jadi Kota Budaya
- Diduga Ada Aliran Anggaran Hampir Rp1 Miliar ke Lahan Wisata Wilayah Desa Lain Milik Pribadi, LAPAAN RI Ungkap Temuan Baru di Desa Kadipaten
-
Diduga Banyak Penerima Ganda Bantuan Sapi Desa Bagor hingga Pencatutan Nama, LAPAAN RI: "Kalau Terbukti, Ini Harus Diusut Tuntas" -
Bantuan Sapi Rp400 Juta Desa Bagor, Nama Warga Diduga Dicatut Demi Bantuan? Pengakuan Penerima Baru Buka Fakta Mengejutkan -
Seragam Dijual di Koperasi SMP Negeri Grobogan, Ketua MKKS Angkat Bicara, Pengawasan Dinas Dipertanyaka -
Kirab Budaya dan Jamasan Gamelan Meriahkan Sriwedari, Solo Teguhkan Identitas Jadi Kota Budaya -
Diduga Ada Aliran Anggaran Hampir Rp1 Miliar ke Lahan Wisata Wilayah Desa Lain Milik Pribadi, LAPAAN RI Ungkap Temuan Baru di Desa Kadipaten




