Kirab Budaya dan Jamasan Gamelan Meriahkan Sriwedari, Solo Teguhkan Identitas Jadi Kota Budaya

Kirab Budaya dan Jamasan Gamelan Meriahkan Sriwedari, Solo Teguhkan Identitas Jadi Kota Budaya

Loading

SOLO, kembali menegaskan identitasnya sebagai kota budaya melalui rangkaian kegiatan seni dan tradisi yang digelar di kawasan Gedung Wayang Orang Sriwedari, Selasa, (7 Juli 2026).

Sejak pukul 14.30 WIB, masyarakat disuguhi Kirab Budaya yang dilanjutkan dengan prosesi Jamasan Gamelan serta jamasan patung pusaka yang dikeramatkan sebagai bagian dari tradisi pelestarian warisan budaya Jawa. Kegiatan berlangsung hingga selesai dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah dan komunitas seni budaya.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, bersama sejumlah organisasi dan pegiat budaya, di antaranya Forum Komunikasi Sriwedari, Forum Budaya Mataram, para seniman dari ISI Surakarta, serta seniman Gedung Wayang Orang Sriwedari.

Ketua Forum Komunikasi Sriwedari, Siafik Hanafi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga eksistensi Sriwedari sebagai salah satu pusat kebudayaan di Kota Solo.

Sementara itu, Ketua Forum Budaya Mataram, BRM Kusumo Putro, turut hadir bersama para budayawan untuk memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Memasuki malam hari, kawasan Sriwedari kembali menjadi pusat perhatian masyarakat dengan pementasan Wayang Orang Sriwedari yang menghadirkan lakon Jaka Brongsong. Pertunjukan yang dimulai pukul 20.30 WIB ini menjadi sajian rutin yang terus mempertahankan kejayaan seni pertunjukan tradisional di Kota Bengawan.

Tak jauh dari Sriwedari, suasana malam Solo juga semakin semarak melalui gelaran Ngarsopurock di Selasar Ngarsopuro. Agenda musik mingguan ini menjadi wadah bagi musisi rock lokal sekaligus ruang berkumpulnya komunitas pecinta musik dari berbagai kalangan.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengunjungi Solo Art Market yang berlangsung di Solo Square sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan promosi produk lokal.

Rangkaian kegiatan budaya dan hiburan tersebut menunjukkan bahwa Kota Solo terus berupaya menjaga keseimbangan antara pelestarian tradisi, pengembangan seni pertunjukan, serta penguatan sektor pariwisata berbasis budaya. (Cindy)