![]()
SUARA PENDIDIKAN
SRAGEN – Memilih sekolah dasar bukan sekadar menentukan tempat belajar, tetapi juga memilih lingkungan yang akan membentuk karakter, akhlak, dan masa depan buah hati. Di tengah pesatnya perkembangan zaman, MIN 9 Sragen, Sekolah yang di pimpin Kepala MIN 9 Sragen Siti Marwiyah hadir sebagai madrasah negeri yang memadukan pendidikan akademik dengan penanaman nilai-nilai keislaman secara harmonis.
Di madrasah ini, peserta didik tidak hanya dibimbing untuk meraih prestasi di bidang akademik, tetapi juga dibiasakan menjalani kehidupan yang berlandaskan ajaran Islam. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta akhlakul karimah ditanamkan sejak dini sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Baca Juga:
- Jangan Biarkan Program Irigasi Menjadi Proyek Formalitas, Kepala Desa Jangan Intervensi
- Era Prabowo Menuntut Mutu, Bukan Proyek Asal Jadi Apalagi Jika Ada Oknum Yang Memback Up
- 25 Ribu Jamaah Thoriqoh Shiddiqiyyah Padati Gedung Dewi Sri Purwodadi, KH Muchtar Mu’thi Tekankan Jaga NKRI dan Perdalam Ilmu Agama
- Diduga Lakukan Pemerasan hingga Tahan SHM, ED Sang Rentenir Warga Kwangen Gemolong Resmi Dilaporkan ke Polisi
- Gotong Royong Mengalir untuk Pembangunan Ponpes SAPU JAGAD Gemolong, Puluhan Relawan dan Donatur Ambil Bagian
Suasana belajar yang kondusif, didukung tenaga pendidik yang berdedikasi dan lingkungan madrasah yang religius, menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik. Pembelajaran agama dan ilmu pengetahuan berjalan beriringan sehingga melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara spiritual.
Sebagai madrasah negeri yang telah memperoleh akreditasi A, MIN 9 Sragen terus berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi utama pendidikan.
Bagi para orang tua yang menginginkan putra-putrinya tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, berprestasi, serta memiliki akhlak mulia, MIN 9 Sragen menjadi salah satu pilihan pendidikan yang layak dipertimbangkan.
Karena sejatinya, pendidikan terbaik bukan hanya tentang nilai yang tinggi, tetapi juga tentang membentuk karakter yang kuat, hati yang bersih, serta generasi yang siap menjadi kebanggaan keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama. (Seno)
BREAKING NEWS:
-
Jangan Biarkan Program Irigasi Menjadi Proyek Formalitas, Kepala Desa Jangan Intervensi -
Era Prabowo Menuntut Mutu, Bukan Proyek Asal Jadi Apalagi Jika Ada Oknum Yang Memback Up -
25 Ribu Jamaah Thoriqoh Shiddiqiyyah Padati Gedung Dewi Sri Purwodadi, KH Muchtar Mu'thi Tekankan Jaga NKRI dan Perdalam Ilmu Agama -
Diduga Lakukan Pemerasan hingga Tahan SHM, ED Sang Rentenir Warga Kwangen Gemolong Resmi Dilaporkan ke Polisi -
Gotong Royong Mengalir untuk Pembangunan Ponpes SAPU JAGAD Gemolong, Puluhan Relawan dan Donatur Ambil Bagian
-
Jangan Biarkan Program Irigasi Menjadi Proyek Formalitas, Kepala Desa Jangan Intervensi
OPINI oleh: S. Rianto Pemerhati Kebijakan Publik Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1776/KPTS/Mn/2026 sejatinya bukan sekadar proyek pembangunan saluran air. Program ini merupakan instrumen strategis negara untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat kelembagaan petani melalui Perkumpulan Petani Pemakai…
-
Era Prabowo Menuntut Mutu, Bukan Proyek Asal Jadi Apalagi Jika Ada Oknum Yang Memback Up
Oleh: Djoni Sugara, Ketua Tim Investigasi LAPAAN RI OPINI, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berulang kali menegaskan bahwa setiap rupiah uang negara harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan yang berkualitas. Pesan itu sederhana, tetapi memiliki makna mendalam: tidak boleh ada lagi proyek yang dikerjakan sekadar menggugurkan kewajiban administrasi. Karena itu, ketika publik masih menemukan dugaan…




