![]()
-
Terima SK Periode 2026–2031, LPER Semarang Raya Bidik Kolaborasi dengan Pemerintah dan Pelaku UMKM -
Api Melalap Tumpukan Rosok di Kartasura, Puluhan Armada Pemadam Dikerahkan -
Bantuan Revitalisasi Rp448,3 Juta, MCK KB Harapan Bangsa Disorot soal Batas Tanah dan Dugaan Pemborongan -
Dry Ice Diuji Atasi Kabut Asap Karhutla di Palembang, Solusi Baru atau Masih Menunggu Pembuktian? -
Penjara Bukan Apartemen Koruptor: RUU Perampasan Aset Jangan Berakhir Menjadi Janji Politik
KLATEN – Progres pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Karangpakel Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten, yang menjadi salah satu infrastruktur penghubung penting bagi masyarakat, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki tahap lanjutan, pengerjaan kini difokuskan pada pemasangan kawat harmonika di sisi kanan dan kiri badan jembatan sebagai bagian dari penyelesaian konstruksi sekaligus untuk meningkatkan aspek keselamatan bagi para pengguna. Sabtu (4/7/2026).
Pengerjaan tersebut dilaksanakan secara gotong royong oleh personel TNI bersama warga masyarakat dan tenaga teknis di lokasi pembangunan. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu mempercepat penyelesaian proyek sehingga jembatan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana transportasi yang aman, nyaman dan andal.
Babinsa Desa Karangpakel dari Koramil 19/Trucuk Kodim 0723/Klaten, Koptu Bayu mengatakan bahwa proses pemasangan kawat harmonika terus dipercepat dengan melibatkan seluruh unsur yang terlibat dalam pembangunan. Menurutnya, tahapan ini menjadi salah satu pekerjaan penting sebelum jembatan dapat difungsikan secara optimal.
“Kami bersama warga dan para teknisi terus mengerjakan pemasangan kawat harmonika di sisi kanan dan kiri jembatan. Pekerjaan ini dilaksanakan secara bertahap dengan tetap mengutamakan kualitas hasil pekerjaan agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujar Koptu Bayu di lokasi pembangunan.
Ia menjelaskan, pemasangan kawat harmonika memiliki fungsi vital sebagai pengaman di sepanjang sisi jembatan gantung. Selain memperkuat perlindungan bagi pengguna, keberadaan kawat harmonika juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat melintasi jembatan, baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan yang diperbolehkan melintas sesuai ketentuan.
- Terima SK Periode 2026–2031, LPER Semarang Raya Bidik Kolaborasi dengan Pemerintah dan Pelaku UMKM
- Api Melalap Tumpukan Rosok di Kartasura, Puluhan Armada Pemadam Dikerahkan
- Bantuan Revitalisasi Rp448,3 Juta, MCK KB Harapan Bangsa Disorot soal Batas Tanah dan Dugaan Pemborongan
- Dry Ice Diuji Atasi Kabut Asap Karhutla di Palembang, Solusi Baru atau Masih Menunggu Pembuktian?
- Penjara Bukan Apartemen Koruptor: RUU Perampasan Aset Jangan Berakhir Menjadi Janji Politik
“Dengan terpasangnya kawat harmonika ini, kami berharap masyarakat nantinya dapat melintasi Jembatan Gantung Garuda dengan lebih aman. Faktor keselamatan menjadi prioritas sehingga setiap tahapan pekerjaan kami kerjakan secara maksimal bersama warga dan teknisi,” tambahnya.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam proses pembangunan menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat progres pekerjaan. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan pendampingan dan motivasi, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah binaan.
Partisipasi aktif masyarakat Desa Karangpakel dalam setiap tahapan pembangunan juga mencerminkan tingginya semangat gotong royong. Warga secara sukarela turut membantu proses pekerjaan sehingga pelaksanaan pembangunan berjalan lancar dan sesuai target yang telah direncanakan.
Keberadaan Jembatan Gantung Garuda nantinya diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Karangpakel dan wilayah sekitarnya. Selain memperlancar akses mobilitas warga, jembatan tersebut juga diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi dan mempermudah akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan, kesehatan dan pelayanan publik lainnya.
Kodim 0723/Klaten melalui jajaran Koramil terus berkomitmen mendukung berbagai program pembangunan di wilayah sebagai bagian dari pelaksanaan pembinaan teritorial. Melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tenaga teknis dan masyarakat, pembangunan infrastruktur diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu, berkualitas, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Humas/Cindy)
-
Terima SK Periode 2026–2031, LPER Semarang Raya Bidik Kolaborasi dengan Pemerintah dan Pelaku UMKM
LINTASINDONEWS SEMARANG – Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) Cabang Semarang Raya resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2026–2031. Dengan diterimanya SK tersebut, organisasi ini bersiap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai elemen masyarakat untuk mendorong pemberdayaan ekonomi rakyat. SK kepengurusan diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP LPER, Prof. Dr. Dra. Francisca Sestri…
-
Api Melalap Tumpukan Rosok di Kartasura, Puluhan Armada Pemadam Dikerahkan
LINTASINDONEWS KARTASURA, LINTASINDONEWS.COM – Kebakaran hebat melanda tempat pengepul barang bekas di kawasan Wiragunan, sebelah selatan Terminal Kartasura, Kamis (15/10/2026) siang. Kobaran api yang membakar tumpukan barang bekas atau rosok merembet ke bangunan di sekitarnya hingga memerlukan pengerahan sejumlah armada pemadam kebakaran dan dukungan lintas instansi. Hingga pukul 13.15 WIB, petugas masih berjibaku memadamkan api…
-
Bantuan Revitalisasi Rp448,3 Juta, MCK KB Harapan Bangsa Disorot soal Batas Tanah dan Dugaan Pemborongan
LINTASINDONEWS SRAGEN, – Pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di lingkungan KB Harapan Bangsa, Dusun II, Desa Jembangan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, menjadi sorotan setelah muncul informasi dugaan sebagian bangunan memasuki tanah milik warga setempat. Informasi awal yang diterima redaksi menyebut bagian tanah yang dipersoalkan diperkirakan sekitar 0,5 meter dan disebut milik warga bernama Mbah…





