Membuka Tirai Kebenaran

Sukamto Kades Kaloran Gemolong, Siap Laksanakan Tugas Sesuai Visi dan Misinya

2 min read

Sukamto Kades Kaloran saat di ruang kerja

Lintas Indo-Sragen, Bagi Sukamto kepala desa yang terpilih dan di lantik tanggal 27 Desember 2019 lalu, untuk Desa Kaloran Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah. Kini tanggung jawab dan kepercayaan yang ditunjukan oleh warga desa Kaloran menjadi beban yang harus di jalankan, Sukamto memiliki terobosan sebagai motivasi lebih untuk menjalankan tugas dan fungsi sebagai kepala desa. Motivasi ini setidaknya dapat mengatasi beberapa tantangan berikut, begitu kata Sukamto saat bincang-bincang dengan media ini di ruang kerjanya.

Menurutnya, perubahan cara pandang tentang desa dalam menggali potensi desa, Sukamto ingin menjalankan penuh sesuai Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, asas utama urusan desa adalah desentralisasi-redisualitas.

“Kami ingin menjalankan pembangunan sesuai regulasi yang ada, yakni mengacu kebutuhan pokok untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur, baik jalan desa, jalan usaha tani serta talud jalan sesuai kebutuhan, ‘jelasnya.

Harapan yang begitu tinggi dari masyarakat desa terhadap kepemimpinan kepala desa dalam urusan pembangunan desa menjadi nyata, yakni gegap gempitanya di setiap Pilkades seluruh Indonesia, bukti desa ingin memiliki kepala desa yang amanah.

Kemudian, Sukamto berpikir secara logika sederhana, ketika kewewenangan membangun desa telah diberikan oleh pusat dan didukung oleh transfer dana desa, harapan akan pembangunan desa yang berpihak pada rakyat tidak dapat ditawar lagi. Hal ini tentunya menjadi tantangan sekaligus beban tersendiri.

“Tugas dan tanggung jawab kami harus melaksanakan pembangunan dengan cara menampung aspirasi dari masyarakat, mana saja yang harus di prioritaskan agar adil dan merata, ” ingkapnya.

Selain itu, Sukamto juga menyadari untuk hal teknis pertama yakni tentang semua anggaran dana. Tak dapat dipungkiri kehadiran dana desa dari tahun 2015 hingga kini menjadi satu tantangan tersendiri bagi kepala desa.

Untuk itu menurut dia pemilihan kepala desa yang baru, tentunya akan banyak penyesuaian yang terjadi dari berbagai bidang misalnya bidang pemerintahan, keuangan desa dan penyesuaian program kerja. Dana desa masuk dalam keuangan desa.

“Kami akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk desa Kaloran, agar desa Kaloran bisa lebih baik lagi, ” Urainya.

Dalam hal ini wajar jika Kades yang baru menjabat harus bekerja secara cepat, mengimbangi peruntukkan dana desa yang telah ditentukan sebelumnya? Hal inilah yang menjadi tantangan dari semua para kades terpilih saat ini.

Karena, pasca pemilihan, kepala desa yang baru akan dihadapkan pada kenyataan bahwa kerja kolektif menjadi unsur penting dalam penyelenggaraan pembangunan desa. Untuk memastikan kerja kolektif ini terjadi, kehadiran para perangkat desa yang berkompeten menjadi hal yang perlu digarisbawahi.

Dan yang menjadi tanggung jawab penuh adalah jika terjadi pembelahan kubu pasca pemilihan kepala desa juga perlu diperhatikan oleh kepala desa terpilih. Harapannya ialah kepala desa terpilih dapat menyatukan perbedaan-perbedaan yang terjadi.

“Yang terpenting desa Kaloran ke depan bisa guyub rukun dalam membangun desa, ” Pungkas Sukamto Optimis. (Red)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.