Wujud Syukur Jelang Panen, Perhutani Gundih Gelar Selamatan Tebu

Wujud Syukur Jelang Panen, Perhutani Gundih Gelar Selamatan Tebu

Loading

Tokoh Agama Mbh Pardi Memimpin Do”a dalam Acara Selamatan Panen Tebu Perdana di RPH Pondok. Selasa (15/07/2025).

📌Pewarta|Al1 ✍️Editor|Rian Derasta 

GROBOGAN – Dalam rangka menyambut panen perdana program Agroforestry Tebu Mandiri (ATM), Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih menggelar acara selamatan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (15/7/2025) di Petak 71c, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pondok, Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon, wilayah kerja Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Panunggalan.

Program penanaman ATM merupakan hasil kerja sama antara KPH Gundih dengan PG Rajawali I, Unit PG Rejo Agung Baru, Madiun. Tahun ini, panen perdana dilakukan di lahan seluas 3,08 hektare dari total rencana panen seluas 66,31 hektare.

Tokoh Agama Mbh Pardi Memimpin Do”a dalam Acara Selamatan Panen Tebu Perdana di RPH Pondok. Selasa (15/07/2025).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Administratur (Waka ADM) KPH Gundih Dwi Anggoro, jajaran kepala seksi, kepala BKPH, kepala RPH, perwakilan dari PG Rajawali I, serta para tenaga tebang.

Jajaran Perhutani Gundih bersama Perwakilan PG Rajawali I Unit PG Rejo Agung Baru Madiun dalam Acara Panen Tebu Perdana.

“Acara ini merupakan bentuk rasa syukur atas limpahan hasil panen dan kelancaran program ATM yang mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula nasional,” ujar Dwi Anggoro dalam sambutannya.

Dwi juga menekankan pentingnya pelestarian budaya spiritual seperti tradisi selamatan sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan nilai kearifan lokal. Ia berharap kerja sama dengan para mitra dapat terus berjalan sesuai regulasi dan kesepakatan yang telah disepakati.

“Panen ini menjadi tonggak penting bagi keberlanjutan program ATM dan sekaligus menjadi upaya peningkatan pendapatan perusahaan dari sektor agroforestry,” tambahnya.

Selamatan digelar secara sederhana namun berlangsung khidmat. Doa dipimpin oleh tokoh agama setempat, Mbah Pardi, yang memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh proses panen.

Sebagai simbol dimulainya musim panen, Mbah Pardi bersama Waka ADM Dwi Anggoro melakukan tebang perdana, disusul oleh para pekerja dan masyarakat sekitar.