![]()
LINTASINDONEWS.com, SRAGEN – Bertempat di Pendopo Kec.Gemolong Lama, Penyuluh KB Kec.Gemolong menggelar penyuluhan Program KKBPK yang diikuti oleh PPKBD dan calon akseptor KB sebanyak 60 peserta. Senin (25/11)
Bertindak sebagai nara sumber adalah Budhi Pranyoto,SE,MM Koordinator Penyuluh KB Kec.Gemolong dengan mengambil tema “Pentingnya pelibatan Suami dalam Program KB.
Mengawali uraiannya, Budhi menyatakan bahwa Program KB harus mengedepankan hak-hak reproduksi, pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender. Hak ini berarti bahwa pria dan wanita mempunyai posisi setara dalam pengambilan keputusan KB dan Kesehatan Reproduksi.
Namun kenyataannya, sampai saat ini sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa Program KB adalah “urusan wanita” sehingga pria atau suami cenderung tidak peduli dan menyerahkan sepenuhnya kepada isteri. Padahal, suami adalah agen perubahan, pengambil keputusan dalam keluarga dan harus bertanggung jawab secara moral, mental, spiritual dan ekonomi terhadap keluarganya.
Program KB terutama dalam hal pemilihan dan pemakaian alat kontrasepsi harus mendapatkan dukungan dan persetujuan pasangan. Dukungan suami akan memberikan ketenangan dan kemantapan isteri dalam ber-KB. Apalagi jika suami ikut memutuskan pemilihan alat kontrasepsi, menemani saat konseling, saat pemasangan alkon, menemani kontrol dan selalu mengayomi bila terjadi sesuatu yang tidak diiginkan.
Oleh karena itu, para isteri perlu meminta kepada suami untuk mau ikut terlibat secara aktif dalam Program KB agar tercipta keharmonisan keluarga,”Jelasnya.
Mengakhiri sambutannya, Budhi mengajak agar ayah dan ibu kompak untuk menciptakan Keluarga “PERFECT” yaitu keluarga yang bisa menjadi : (1)Protector(pelindung)dan Primary care giver (perawat utama); (2)Educator (pendidik); (3)Role model (teladan yg baik); (4)Friend (teman); (5)Entertainer (penghibur) dan Event Organizer (pengatur); (6)Conselor; (7)Trainer (pelatih) dan The Ruler (penegak aturan). (Heri/Bd)
