![]()
BREAKING NEWS
Karanganyar, Penggunaan anggaran peta desa dalam pengelolaan Dana Desa kembali menjadi perhatian publik setelah muncul perbedaan nilai yang dinilai tidak lazim dalam laporan anggaran beberapa tahun terakhir.
Kepala Desa Sulamto saat dikonfirmasi pada Rabu, 20 Mei 2026, mengaku penggunaan dana untuk peta desa telah direalisasikan sesuai kebutuhan desa. Namun, ia belum dapat menjelaskan secara rinci terkait perbedaan nilai anggaran yang muncul dalam sejumlah dokumen penggunaan Dana Desa.
“Peta desa itu dipasang di semua ruangan,” kata Sulamto saat dimintai penjelasan mengenai besaran anggaran tersebut.
Berdasarkan dokumen anggaran yang sebelumnya beredar, kegiatan terkait peta desa tercatat memiliki nilai yang berbeda cukup jauh antar tahun. Pada 2021 misalnya, terdapat anggaran sekitar Rp 38,45 juta dan Rp 3 juta untuk kegiatan serupa. Sementara pada 2022 kembali muncul anggaran sekitar Rp 10 juta.
Perbedaan nilai itu memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak terkait dasar penghitungan biaya, spesifikasi pekerjaan, hingga output kegiatan yang dihasilkan. Meski demikian, hingga kini belum ada kesimpulan hukum maupun temuan resmi dari aparat penegak hukum ataupun lembaga auditor negara.
Pengamat tata kelola desa menilai, perbedaan anggaran dalam kegiatan yang serupa seharusnya dapat dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan spekulasi.
Selain peta desa, sejumlah kegiatan lain dalam penggunaan Dana Desa Lemahbang juga dinilai layak diaudit lebih lanjut, terutama kegiatan infrastruktur, penyertaan modal BUMDes, hingga pos keadaan mendesak yang nilainya cukup besar dalam beberapa tahun terakhir.
Namun demikian, prinsip praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan. Audit maupun pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah perbedaan nilai tersebut merupakan hal yang wajar secara administrasi atau justru terdapat persoalan dalam pengelolaannya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan tambahan dari Pemerintah Desa Lemahbang terkait rincian spesifikasi dan dasar penganggaran kegiatan peta desa tersebut.
Tim Redaksi
-
Dry Ice Diuji Atasi Kabut Asap Karhutla di Palembang, Solusi Baru atau Masih Menunggu Pembuktian? -
Penjara Bukan Apartemen Koruptor: RUU Perampasan Aset Jangan Berakhir Menjadi Janji Politik -
Dari Sepiring Pecel untuk Rakyat: Satlantas Trenggalek Buktikan Kepedulian Bisa Menggerakkan Ekonomi Lokal -
Kapolri Baru, Mutasi Besar-besaran, dan Pemberantasan Kampung Narkoba: Momentum Perubahan atau Ujian Konsistensi? -
Dugaan Praktik Bank Titil di Solo Disorot, Warga Mengaku Tertekan Penagihan: Legalitas dan Mekanismenya Dipertanyakan
- Dry Ice Diuji Atasi Kabut Asap Karhutla di Palembang, Solusi Baru atau Masih Menunggu Pembuktian?
- Penjara Bukan Apartemen Koruptor: RUU Perampasan Aset Jangan Berakhir Menjadi Janji Politik
- Dari Sepiring Pecel untuk Rakyat: Satlantas Trenggalek Buktikan Kepedulian Bisa Menggerakkan Ekonomi Lokal
- Kapolri Baru, Mutasi Besar-besaran, dan Pemberantasan Kampung Narkoba: Momentum Perubahan atau Ujian Konsistensi?
- Dugaan Praktik Bank Titil di Solo Disorot, Warga Mengaku Tertekan Penagihan: Legalitas dan Mekanismenya Dipertanyakan
-
Dry Ice Diuji Atasi Kabut Asap Karhutla di Palembang, Solusi Baru atau Masih Menunggu Pembuktian?

LINTASINDONEWS PALEMBANG — Pemerintah mulai menjajaki pendekatan baru untuk mengatasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Teknologi es kering atau dry ice diuji coba di Palembang, Sumatera Selatan, sebagai upaya membantu mengurangi penumpukan kabut asap yang mengganggu jarak pandang dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.)…
-
Penjara Bukan Apartemen Koruptor: RUU Perampasan Aset Jangan Berakhir Menjadi Janji Politik

LINTASINDONEWS oleh: Sugeng Rianto – Pemerhati Kebijakan Publik Kasus fasilitas mewah di Lapas Cibinong kembali mengusik rasa keadilan masyarakat. Di satu sisi, rakyat dituntut taat hukum dan negara berulang kali menyatakan perang terhadap korupsi. Di sisi lain, muncul laporan mengenai fasilitas menyerupai apartemen dan vila di lingkungan pemasyarakatan. Baca Juga: Persoalannya bukan sekadar keberadaan televisi,…
-
Dari Sepiring Pecel untuk Rakyat: Satlantas Trenggalek Buktikan Kepedulian Bisa Menggerakkan Ekonomi Lokal

LINTASINDONEWS OPINI Di tengah tuntutan masyarakat agar institusi kepolisian semakin dekat dengan rakyat, kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui program besar dengan anggaran fantastis. Terkadang, langkah sederhana seperti membeli makanan dari pedagang kecil, kemudian membagikannya kepada masyarakat, justru menghadirkan pesan kemanusiaan yang kuat. Inilah makna yang dapat dipetik dari program Dahar Gratis yang dijalankan jajaran…

