![]()
BREAKING NEWS
GROBOGAN — Penanganan kasus dugaan pencurian kayu jati yang menyeret Kepala Desa Lebengjumuk, Kecamatan Grobogan, Bambang Suhadi, menuai sorotan publik. Meski telah berstatus tersangka, hingga kini yang bersangkutan belum ditahan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat terkait konsistensi aparat dalam penegakan hukum, khususnya terhadap perkara illegal logging di Kabupaten Grobogan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aparat telah mengamankan barang bukti berupa 107 batang kayu jati yang diduga berasal dari 39 pohon hasil penebangan ilegal. Barang bukti itu kini berada di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Sambirejo, Wirosari.
Berdasarkan keterangan pihak Perhutani, kayu tersebut diduga diambil secara ilegal dari kawasan hutan Petak 164A RPH Purwo BKPH Linduk KPH Purwodadi pada Agustus 2025.
Kasus ini menjadi perhatian publik lantaran penanganannya dinilai berbeda dengan perkara serupa yang pernah menjerat warga biasa. Sejumlah masyarakat membandingkan kasus tersebut dengan perkara pencurian satu batang kayu jati oleh warga di wilayah Kecamatan Geyer yang berujung pidana penjara hingga berkekuatan hukum tetap.
“Kalau rakyat kecil cepat diproses dan ditahan, mengapa ketika pejabat desa jadi tersangka justru belum ada penahanan?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, pelaku penebangan liar di kawasan hutan tanpa izin dapat dijerat pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda miliaran rupiah.
Belum dilakukannya penahanan terhadap tersangka memunculkan persepsi di tengah masyarakat bahwa penegakan hukum masih tebang pilih. Istilah “hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas” kembali mencuat dalam berbagai perbincangan publik di Grobogan.
Saat dikonfirmasi awak media di kantor desa pada Rabu, 20 Mei 2026, Bambang Suhadi menyatakan kayu jati tersebut merupakan bagian dari kerja sama kegiatan tebangan dengan Perhutani.
Namun, berdasarkan hasil penelusuran dan investigasi sejumlah awak media kepada beberapa pegawai Perhutani, diperoleh keterangan bahwa pada Agustus 2025 tidak terdapat kegiatan tebangan resmi di Petak 164A RPH Purwo BKPH Linduk.
“Tidak ada kegiatan tebangan di lokasi itu pada periode tersebut. Kalau ada kayu keluar dari kawasan itu, berarti bukan hasil tebangan resmi,” ujar salah satu sumber internal Perhutani yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kasus ini dinilai sensitif karena muncul di tengah dinamika politik lokal dan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan desa. Publik kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum untuk memastikan proses hukum berjalan transparan, profesional, dan tanpa perlakuan istimewa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Grobogan terkait alasan belum dilakukannya penahanan terhadap tersangka.
Ali – Grobogan
- Bukan Sekadar Tempat Bermain, Wahana Sendang Salju di Karanganyar Tawarkan Edukasi hingga Bantu UMKM Lokal
- Penataan PKL Jalan Slamet Riyadi Tuai Sorotan, Pedagang Pertanyakan Konsistensi Penertiban
- Dua Bintang Muda FS17 Football Academy Solo Resmi Berseragam Persija EPA, Langsung Dikontrak Tiga Tahun
- Kepala Desa Tugu Bantah Tudingan Kelola Desa dengan Sistem Manajemen Tunggal, Tegaskan Pemerintahan Berjalan Transparan
- Dana BUMDes Nyaris Rp700 Juta Disorot, Kini Muncul Dugaan Anggaran Ganda Wisata Pasar Bahulak di Karungan
-
Bukan Sekadar Tempat Bermain, Wahana Sendang Salju di Karanganyar Tawarkan Edukasi hingga Bantu UMKM Lokal
BAHANA WISATA KARANGANYAR – Berawal dari imajinasi anak-anak yang kemudian diwujudkan dalam bentuk nyata, sebuah usaha wahana permainan dan kafe di Kabupaten Karanganyar terus berkembang sejak pertama kali dibuka pada 2022. Tempat tersebut mengusung konsep Wahana Sendang Salju, yang memadukan hiburan, edukasi, serta ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil untuk ikut mendapatkan manfaat ekonomi.…
-
Penataan PKL Jalan Slamet Riyadi Tuai Sorotan, Pedagang Pertanyakan Konsistensi Penertiban
Surakarta – Penataan dan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di sisi utara Jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta, kembali menjadi sorotan. Sejumlah pedagang menilai pelaksanaan penertiban di lapangan belum sepenuhnya berjalan merata sehingga memunculkan anggapan adanya perlakuan yang berbeda terhadap sesama PKL. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, berjualan sebagai PKL menjadi pilihan banyak…
-
Dua Bintang Muda FS17 Football Academy Solo Resmi Berseragam Persija EPA, Langsung Dikontrak Tiga Tahun
JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan FS17 Football Academy (FS17FA) Solo. Dua pemain binaannya, M. Kenzie Alvaro Chamdani dan Fransiscus Bayu Putra Widana, resmi bergabung dengan Persija Elite Pro Academy (EPA) setelah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun pada Selasa (4/8/2026). Keberhasilan kedua pemain muda tersebut menjadi bukti konsistensi FS17FA dalam mencetak talenta sepak bola yang…
-
Bukan Sekadar Tempat Bermain, Wahana Sendang Salju di Karanganyar Tawarkan Edukasi hingga Bantu UMKM Lokal -
Penataan PKL Jalan Slamet Riyadi Tuai Sorotan, Pedagang Pertanyakan Konsistensi Penertiban -
Dua Bintang Muda FS17 Football Academy Solo Resmi Berseragam Persija EPA, Langsung Dikontrak Tiga Tahun -
Kepala Desa Tugu Bantah Tudingan Kelola Desa dengan Sistem Manajemen Tunggal, Tegaskan Pemerintahan Berjalan Transparan -
Dana BUMDes Nyaris Rp700 Juta Disorot, Kini Muncul Dugaan Anggaran Ganda Wisata Pasar Bahulak di Karungan




