![]()
SUARA PENDIDIKAN
SEMARANG, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) resmi menggelar kegiatan Fasilitasi dan Advokasi Kebijakan Penguatan Karakter di Jawa Tengah. Acara ini berlangsung tiga hari, mulai 30 September hingga 2 Oktober 2025, di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah. Selasa (30/9/2025).
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Puspeka dan BBPMP Jawa Tengah dalam memperkuat implementasi kebijakan penguatan karakter di sekolah dasar hingga menengah.
Peserta yang hadir berasal dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah, terdiri atas:
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
Ketua MKKS SMP (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMP)
Ketua K3S SD (Kelompok Kerja Kepala Sekolah SD)
Perwakilan komite sekolah dan orang tua siswa
Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman dan komitmen pemangku kepentingan daerah terhadap kebijakan penguatan karakter. Hal ini sejalan dengan upaya membangun Profil Pelajar Pancasila serta menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat, inklusif, dan berbasis nilai.
Dalam sambutannya, perwakilan Puspeka menegaskan pentingnya kerja sama lintas elemen.
“Karakter tidak hanya dibentuk di ruang kelas. Ia tumbuh dari ekosistem yang dibangun bersama: sekolah, keluarga, dan komunitas. Kehadiran kepala sekolah, dinas pendidikan, dan orang tua dalam forum ini adalah kunci keberhasilan kebijakan penguatan karakter,” ujarnya.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk paparan kebijakan, diskusi interaktif, berbagi praktik baik, hingga penyusunan rencana tindak lanjut daerah. Peserta juga diajak membangun kolaborasi berkelanjutan antarwilayah untuk memperkuat nilai karakter di sekolah.
Dengan adanya forum ini, diharapkan seluruh elemen pendidikan di Jawa Tengah makin solid dalam mengarusutamakan pendidikan karakter sebagai pondasi utama pembangunan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.
Penulis|Endi

-
Lebih dari Dua Dekade Mengabdi, Gus Satrio Hadirkan Terapi Tradisional Bernuansa Sunnah untuk Masyarakat Sragen
ALTERNATIF SRAGEN – Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap terapi komplementer, Praktik Penyembuhan Alternatif Gus Satrio tetap konsisten memberikan pelayanan kesehatan tradisional selama lebih dari 20 tahun. Berlokasi di Jl. Letjen Sutoyo No. 11, Krapyak, Sragen Wetan, Sragen, tempat ini menjadi salah satu pilihan masyarakat yang ingin menjalani terapi tradisional sebagai bagian dari upaya menjaga…
-
BUMD Blora Disorot DPRD, PDIP Usulkan Pansus: BPR Blora Artha, BWU hingga BPE Dinilai Belum Maksimalkan Potensi PAD
BERITA BLORA Blora, Pemerintah Kabupaten Blora menghadapi sorotan tajam dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Kabupaten Blora terkait kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai belum mampu memberikan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kondisi tersebut mencuat dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blora yang digelar pada Selasa (28/7/2026). Dalam rapat dengan agenda…
-
Dukungan Terus Mengalir, Keluarga Besar Keturunan PB III Kasunanan Surakarta Ikut Bantu Pembangunan Masjid dan Ponpes Sapu Jagad
SURAKARTA, Lintasindonews.com – Semangat gotong royong dalam pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren Sapu Jagad di Gemolong, Kabupaten Sragen, terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat. Bantuan material maupun dukungan moril masih berdatangan sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan sarana ibadah dan pendidikan tersebut. Salah satu dukungan datang dari keluarga besar almarhum Purnawirawan Kolonel Perhubungan Dayat Suropati…

- Lebih dari Dua Dekade Mengabdi, Gus Satrio Hadirkan Terapi Tradisional Bernuansa Sunnah untuk Masyarakat Sragen
- BUMD Blora Disorot DPRD, PDIP Usulkan Pansus: BPR Blora Artha, BWU hingga BPE Dinilai Belum Maksimalkan Potensi PAD
- Dukungan Terus Mengalir, Keluarga Besar Keturunan PB III Kasunanan Surakarta Ikut Bantu Pembangunan Masjid dan Ponpes Sapu Jagad
- Makna “Londo Ireng” Menurut PBH Lidikkrimsus RI: Jangan Terjebak Istilah, Fokus Berantas Korupsi
- Sukmo Nyawiji NU Roso: Merawat Tradisi, Menguatkan Solidaritas di Tengah Modernitas






