![]()
PROFIL DESA
BOYOLALI — Pemerintah Desa Gondangrawe, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, terus berupaya menghadirkan fasilitas yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan jogging track yang kini dapat digunakan sebagai ruang olahraga warga.
Pembangunan fasilitas tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah desa dalam menyediakan sarana yang mendukung aktivitas masyarakat, khususnya dalam menjaga kebugaran dan kesehatan.
TERKINI
- Rp2,48 Miliar Mengalir ke GOR Wironanggan, Angka Anggaran dan Transparansi Kini Dipertanyakan
- Dandim Klaten Ajak Wartawan Perkuat Sinergi, Tegaskan Media Punya Peran Penting Tangkal Hoaks
- Kematian Iltaniardi dan Pertanyaan yang Tertinggal: Bagaimana Pertolongan Pertama Diberikan?
- Delapan Tahun Diguyur Anggaran Rp1,142 Miliar, Wisata Umbul Tirah Disorot: Kios Berdiri di Atas Saluran Air hingga Dugaan Setoran Tiket
- Papan Informasi Revitalisasi SDN 2 Pulokulon Disebut Tak Terpasang, Pekerja Disorot soal APD
Kepala Desa Gondangrawe mengatakan, keberadaan jogging track tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pembangunan fisik semata, tetapi benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga.
Ia berharap warga dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara bersama-sama sehingga keberadaannya memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat.
“Harapannya masyarakat bisa memanfaatkan jogging track ini untuk berolahraga, agar badan sehat,” ujar Kepala Desa Gondangrawe saat ditemui, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, pembangunan fasilitas publik tetap perlu berjalan meskipun pemerintah desa menghadapi kondisi anggaran yang semakin terbatas.
Salah satu tantangan yang dihadapi desa adalah adanya pemangkasan Dana Desa yang disebut mencapai sekitar 60 persen. Kondisi tersebut membuat pemerintah desa harus lebih cermat dalam menentukan prioritas pembangunan.Meski demikian, Desa Gondangrawe masih berupaya menyisihkan anggaran untuk pembangunan jogging track dengan nilai sekitar Rp160 juta.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah desa tetap berusaha menyediakan fasilitas yang dinilai dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kades berharap pembangunan desa tidak berhenti hanya karena keterbatasan anggaran. Menurutnya, berbagai program tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan desa dan kebutuhan masyarakat.”Harapannya pembangunan desa tetap berjalan meskipun Dana Desa dipangkas,” ungkapnya. Rabu (26/8/2026).
Selain pembangunan jogging track, Desa Gondangrawe juga tengah mempersiapkan operasional Koperasi Desa Merah Putih.Untuk pembangunan gedung koperasi, Kades menyampaikan bahwa bangunan tersebut telah selesai dikerjakan. Saat ini pemerintah desa tinggal menunggu kelengkapan fasilitas pendukung lainnya sebelum koperasi dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dengan sejumlah pembangunan tersebut, Pemerintah Desa Gondangrawe berupaya menjaga agar program pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan fiskal desa.
Jogging track yang telah dibangun pun diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas baru di lingkungan desa. Pemanfaatan dan perawatan secara bersama-sama menjadi bagian penting agar pembangunan senilai ratusan juta rupiah tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Bagi masyarakat, keberadaan fasilitas olahraga di lingkungan desa juga membuka ruang untuk membangun kebiasaan hidup aktif. Warga dapat berjalan kaki maupun jogging secara rutin tanpa harus mencari fasilitas olahraga di tempat yang jauh.Pemerintah desa berharap masyarakat turut menjaga fasilitas tersebut sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan oleh berbagai kalangan. (Tim)
BREAKING NEWS
-
Rp2,48 Miliar Mengalir ke GOR Wironanggan, Angka Anggaran dan Transparansi Kini Dipertanyakan -
Dandim Klaten Ajak Wartawan Perkuat Sinergi, Tegaskan Media Punya Peran Penting Tangkal Hoaks -
Kematian Iltaniardi dan Pertanyaan yang Tertinggal: Bagaimana Pertolongan Pertama Diberikan? -
Delapan Tahun Diguyur Anggaran Rp1,142 Miliar, Wisata Umbul Tirah Disorot: Kios Berdiri di Atas Saluran Air hingga Dugaan Setoran Tiket -
Papan Informasi Revitalisasi SDN 2 Pulokulon Disebut Tak Terpasang, Pekerja Disorot soal APD
TRANDING
-
Rp2,48 Miliar Mengalir ke GOR Wironanggan, Angka Anggaran dan Transparansi Kini Dipertanyakan
JEJAK KASUS SUKOHARJO, SOLO RAYA — Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) dan sarana olahraga Desa Wironanggan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, menjadi sorotan Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Negara Republik Indonesia (LSM LAPAAN RI). Bukan hanya karena nilai anggarannya yang mencapai miliaran rupiah selama beberapa tahun, tetapi juga karena muncul sejumlah pertanyaan mengenai keterbukaan…
-
Dandim Klaten Ajak Wartawan Perkuat Sinergi, Tegaskan Media Punya Peran Penting Tangkal Hoaks
BERITA TNI KLATEN – Hubungan antara TNI dan insan media dinilai memiliki peran penting dalam memastikan informasi mengenai berbagai kegiatan di wilayah dapat tersampaikan kepada masyarakat secara akurat dan bertanggung jawab. Hal tersebut disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten Letkol Inf Slamet Hardianto, S.H., M.I.P., saat menggelar silaturahmi bersama sekitar 50 wartawan dan jurnalis dari berbagai…
-
Kematian Iltaniardi dan Pertanyaan yang Tertinggal: Bagaimana Pertolongan Pertama Diberikan?
OPINI Oleh: Erel Himawan, S.H. PAINAN – Meninggalnya Iltaniardi (58) setelah mengalami kondisi kritis dalam sebuah pertemuan di lingkungan Subdenpom Painan menyisakan sejumlah pertanyaan yang penting dijawab secara objektif dan menyeluruh. Perhatian publik sejauh ini banyak tertuju pada penyebab kematian serta pentingnya pemeriksaan forensik. Hal tersebut tentu menjadi bagian penting dalam mengungkap peristiwa. Baca Juga:…




