![]()
JEJAK KASUS
GROBOGAN — Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Wedoro, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, menjadi sorotan. Sejumlah bagian pekerjaan di lapangan dinilai belum menunjukkan hasil yang optimal dan disebut mengalami keretakan serta keropos.
Program yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, tersebut pada dasarnya diarahkan untuk meningkatkan fungsi jaringan irigasi sekaligus memberdayakan masyarakat petani.
TERKINI
- Jogging Track Gondangrawe Diharapkan Menjadi Taman Kesehatan dan Ruang Warga Untuk Berolahraga
- Pekerjaan P3-TGAI di Wedoro Disorot, Sejumlah Bagian Disebut Retak dan Keropos
- Merawat Kemerdekaan dengan Persatuan, Menjaga Indonesia Tetap Utuh
- Dugaan Permintaan Uang dalam Program P3TGAI di Macanan, LSM JPKP Siapkan Laporan ke APH
- Ribuan Warga Dimoro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat, Hadiah Kambing hingga Kulkas Jadi Rebutan
Pantauan di lokasi pada Rabu (26/8/2026) menunjukkan adanya bagian pasangan batu yang tampak retak dan pecah. Pada sejumlah titik, lantai adukan juga terlihat mengalami kerusakan dan keropos. Kondisi serupa tampak pada bagian plesteran yang pengerjaannya dinilai belum rapi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kualitas pekerjaan irigasi berkaitan langsung dengan kebermanfaatan pembangunan bagi petani sebagai penerima manfaat.

Secara umum, P3-TGAI bertujuan memperbaiki dan meningkatkan fungsi jaringan irigasi tersier melalui pemberdayaan masyarakat petani. Program ini diharapkan dapat membantu memperlancar distribusi air ke lahan pertanian, mendukung peningkatan produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan.
Selain manfaat teknis, pelaksanaan P3-TGAI juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa melalui pola pelaksanaan secara swakelola sesuai ketentuan program.
Namun, muncul pula sorotan mengenai proses diperolehnya program tersebut. Dalam informasi yang diterima, terdapat dugaan paket P3-TGAI diperoleh melalui pihak tertentu yang disebut berkaitan dengan praktik jual beli paket. Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Penentuan lokasi dan kelembagaan penerima P3-TGAI sendiri disebut mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1776/KPTS/Mn/2026 tentang Penetapan Lokasi Daerah Irigasi dan Kelembagaan Penerima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).
Adapun sasaran program antara lain memperbaiki jaringan irigasi tersier yang mengalami kerusakan maupun pendangkalan, sehingga aliran air ke persawahan dapat berjalan lebih lancar. Dengan ketersediaan air yang lebih baik, petani diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas pertanian.
Program tersebut juga memiliki arti penting bagi petani yang mengandalkan jaringan irigasi untuk memenuhi kebutuhan air, terutama dalam mendukung musim tanam pertama maupun musim tanam kedua.
Kepala Desa Beri Penjelasan
Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, Lintasindonews.com menghubungi Kepala Desa Wedoro melalui sambungan telepon.
Kepala Desa Wedoro membenarkan bahwa pekerjaan P3-TGAI di wilayah desanya saat ini sedang berlangsung. Namun, terkait pihak yang mencari dan memperoleh paket tersebut, ia menyebut bukan pemerintah desa.Menurut keterangan Kepala Desa Wedoro, pihak yang mencari sekaligus disebut membeli paket P3-TGAI tersebut merupakan warga Desa Genengadal, Kecamatan Toroh, berinisial AZ.
“Yang mencari sekaligus beli paket tersebut (gothek) adalah warga Desa Genengadal, Kecamatan Toroh, inisial AZ,” terang Kepala Desa Wedoro.
Keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam pemberitaan sekaligus perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak yang disebut agar informasi mengenai proses perolehan program dapat diketahui secara utuh.
Sementara itu, terkait kualitas pekerjaan yang menjadi sorotan masyarakat, diperlukan pula penjelasan dari pihak pelaksana maupun kelembagaan P3A selaku penerima program. Hal tersebut penting untuk mengetahui apakah temuan keretakan dan keropos yang terlihat di lapangan berkaitan dengan proses pelaksanaan yang belum selesai atau terdapat persoalan teknis pada pekerjaan.
Pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang juga diperlukan untuk memastikan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi, volume, kualitas material, serta ketentuan teknis P3-TGAI.
Dengan demikian, program yang menggunakan anggaran negara tersebut diharapkan benar-benar menghasilkan jaringan irigasi yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat petani.Pemberitaan ini mengedepankan asas keberimbangan. Setiap pihak yang disebut atau berkaitan dengan informasi tersebut memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan sesuai fakta serta ketentuan jurnalistik yang berlaku.
(AL.1 — GROBOGAN)
BREAKING NEWS
-
Jogging Track Gondangrawe Diharapkan Menjadi Taman Kesehatan dan Ruang Warga Untuk Berolahraga -
Pekerjaan P3-TGAI di Wedoro Disorot, Sejumlah Bagian Disebut Retak dan Keropos -
Merawat Kemerdekaan dengan Persatuan, Menjaga Indonesia Tetap Utuh -
Dugaan Permintaan Uang dalam Program P3TGAI di Macanan, LSM JPKP Siapkan Laporan ke APH -
Ribuan Warga Dimoro Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat, Hadiah Kambing hingga Kulkas Jadi Rebutan
TRANDING
-
Jogging Track Gondangrawe Diharapkan Menjadi Taman Kesehatan dan Ruang Warga Untuk Berolahraga
PROFIL DESA BOYOLALI — Pemerintah Desa Gondangrawe, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, terus berupaya menghadirkan fasilitas yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan jogging track yang kini dapat digunakan sebagai ruang olahraga warga. Pembangunan fasilitas tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah desa dalam menyediakan sarana yang mendukung aktivitas masyarakat, khususnya dalam menjaga…
-
Pekerjaan P3-TGAI di Wedoro Disorot, Sejumlah Bagian Disebut Retak dan Keropos
JEJAK KASUS GROBOGAN — Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Wedoro, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, menjadi sorotan. Sejumlah bagian pekerjaan di lapangan dinilai belum menunjukkan hasil yang optimal dan disebut mengalami keretakan serta keropos. Program yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, tersebut pada…
-
Merawat Kemerdekaan dengan Persatuan, Menjaga Indonesia Tetap Utuh
POLRI UNTUK RAKYAT JAKARTA — Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah yang datang dengan mudah. Ia lahir dari perjalanan panjang, pengorbanan, keberanian, dan semangat perjuangan para pahlawan yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 menjadi tonggak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Namun, makna kemerdekaan tidak berhenti pada peristiwa sejarah…


