![]()
JEJAK KASUS
GROBOGAN — Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Wedoro, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, menjadi sorotan. Sejumlah bagian pekerjaan di lapangan dinilai belum menunjukkan hasil yang optimal dan disebut mengalami keretakan serta keropos.
Program yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, tersebut pada dasarnya diarahkan untuk meningkatkan fungsi jaringan irigasi sekaligus memberdayakan masyarakat petani.
TERKINI
- Foto 6 Oktober Masih Ada Sapi, Kini Kandang Sepi: Ke Mana 9 Ekor Bantuan Ternak Sragen?
- Ngargotirto di Kawasan Waduk Kedungombo, Ratusan Keramba Ikan Gerakkan Ekonomi Warga
- Terima SK Periode 2026–2031, LPER Semarang Raya Bidik Kolaborasi dengan Pemerintah dan Pelaku UMKM
- Api Melalap Tumpukan Rosok di Kartasura, Puluhan Armada Pemadam Dikerahkan
- Bantuan Revitalisasi Rp448,3 Juta, MCK KB Harapan Bangsa Disorot soal Batas Tanah dan Dugaan Pemborongan
Pantauan di lokasi pada Rabu (26/8/2026) menunjukkan adanya bagian pasangan batu yang tampak retak dan pecah. Pada sejumlah titik, lantai adukan juga terlihat mengalami kerusakan dan keropos. Kondisi serupa tampak pada bagian plesteran yang pengerjaannya dinilai belum rapi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kualitas pekerjaan irigasi berkaitan langsung dengan kebermanfaatan pembangunan bagi petani sebagai penerima manfaat.

Secara umum, P3-TGAI bertujuan memperbaiki dan meningkatkan fungsi jaringan irigasi tersier melalui pemberdayaan masyarakat petani. Program ini diharapkan dapat membantu memperlancar distribusi air ke lahan pertanian, mendukung peningkatan produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan.
Selain manfaat teknis, pelaksanaan P3-TGAI juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa melalui pola pelaksanaan secara swakelola sesuai ketentuan program.
Namun, muncul pula sorotan mengenai proses diperolehnya program tersebut. Dalam informasi yang diterima, terdapat dugaan paket P3-TGAI diperoleh melalui pihak tertentu yang disebut berkaitan dengan praktik jual beli paket. Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Penentuan lokasi dan kelembagaan penerima P3-TGAI sendiri disebut mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1776/KPTS/Mn/2026 tentang Penetapan Lokasi Daerah Irigasi dan Kelembagaan Penerima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).
Adapun sasaran program antara lain memperbaiki jaringan irigasi tersier yang mengalami kerusakan maupun pendangkalan, sehingga aliran air ke persawahan dapat berjalan lebih lancar. Dengan ketersediaan air yang lebih baik, petani diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas pertanian.
Program tersebut juga memiliki arti penting bagi petani yang mengandalkan jaringan irigasi untuk memenuhi kebutuhan air, terutama dalam mendukung musim tanam pertama maupun musim tanam kedua.
Kepala Desa Beri Penjelasan
Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, Lintasindonews.com menghubungi Kepala Desa Wedoro melalui sambungan telepon.
Kepala Desa Wedoro membenarkan bahwa pekerjaan P3-TGAI di wilayah desanya saat ini sedang berlangsung. Namun, terkait pihak yang mencari dan memperoleh paket tersebut, ia menyebut bukan pemerintah desa.Menurut keterangan Kepala Desa Wedoro, pihak yang mencari sekaligus disebut membeli paket P3-TGAI tersebut merupakan warga Desa Genengadal, Kecamatan Toroh, berinisial AZ.
“Yang mencari sekaligus beli paket tersebut (gothek) adalah warga Desa Genengadal, Kecamatan Toroh, inisial AZ,” terang Kepala Desa Wedoro.
Keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam pemberitaan sekaligus perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak yang disebut agar informasi mengenai proses perolehan program dapat diketahui secara utuh.
Sementara itu, terkait kualitas pekerjaan yang menjadi sorotan masyarakat, diperlukan pula penjelasan dari pihak pelaksana maupun kelembagaan P3A selaku penerima program. Hal tersebut penting untuk mengetahui apakah temuan keretakan dan keropos yang terlihat di lapangan berkaitan dengan proses pelaksanaan yang belum selesai atau terdapat persoalan teknis pada pekerjaan.
Pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang juga diperlukan untuk memastikan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi, volume, kualitas material, serta ketentuan teknis P3-TGAI.
Dengan demikian, program yang menggunakan anggaran negara tersebut diharapkan benar-benar menghasilkan jaringan irigasi yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat petani.Pemberitaan ini mengedepankan asas keberimbangan. Setiap pihak yang disebut atau berkaitan dengan informasi tersebut memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan sesuai fakta serta ketentuan jurnalistik yang berlaku.
(AL.1 — GROBOGAN)
BREAKING NEWS
-
Foto 6 Oktober Masih Ada Sapi, Kini Kandang Sepi: Ke Mana 9 Ekor Bantuan Ternak Sragen? -
Ngargotirto di Kawasan Waduk Kedungombo, Ratusan Keramba Ikan Gerakkan Ekonomi Warga -
Terima SK Periode 2026–2031, LPER Semarang Raya Bidik Kolaborasi dengan Pemerintah dan Pelaku UMKM -
Api Melalap Tumpukan Rosok di Kartasura, Puluhan Armada Pemadam Dikerahkan -
Bantuan Revitalisasi Rp448,3 Juta, MCK KB Harapan Bangsa Disorot soal Batas Tanah dan Dugaan Pemborongan
TRANDING
-
Foto 6 Oktober Masih Ada Sapi, Kini Kandang Sepi: Ke Mana 9 Ekor Bantuan Ternak Sragen?
LINTASINDONEWS SRAGEN, Lintasindonews.com — Keberadaan bantuan ternak sapi untuk Kelompok Ternak SRI LUWIH di wilayah Kleco Kulon, Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, menjadi sorotan setelah tim aktivis melaporkan perubahan kondisi kandang dalam rentang waktu beberapa hari. Baca Juga: Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, pada Selasa (6/10/2026), sejumlah sapi masih terlihat berada di kandang kelompok…
-
Ngargotirto di Kawasan Waduk Kedungombo, Ratusan Keramba Ikan Gerakkan Ekonomi Warga
LINTASINDONEWS SRAGEN, Lintasindonews.com — Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, memiliki potensi perikanan air tawar yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat. Berada di kawasan Waduk Kedungombo, desa ini dikenal dengan aktivitas budidaya ikan menggunakan keramba yang melibatkan banyak pelaku usaha dan tenaga kerja lokal. Selain itu juga pertanian ada sekitar 156 petani.…
-
Terima SK Periode 2026–2031, LPER Semarang Raya Bidik Kolaborasi dengan Pemerintah dan Pelaku UMKM
LINTASINDONEWS SEMARANG – Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) Cabang Semarang Raya resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2026–2031. Dengan diterimanya SK tersebut, organisasi ini bersiap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai elemen masyarakat untuk mendorong pemberdayaan ekonomi rakyat. SK kepengurusan diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP LPER, Prof. Dr. Dra. Francisca Sestri…




