![]()
PROFIL DESA
BOYOLALI — Pemerintah Desa Gondangrawe, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, terus berupaya menghadirkan fasilitas yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan jogging track yang kini dapat digunakan sebagai ruang olahraga warga.
Pembangunan fasilitas tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah desa dalam menyediakan sarana yang mendukung aktivitas masyarakat, khususnya dalam menjaga kebugaran dan kesehatan.
TERKINI
- Data Rakyat Dipertanyakan, Anggaran Negara Terus Bertambah: Saat Hak Dasar Warga Menanti Kepastian
- Karaton Surakarta dan Komisi Yudisial RI Perkuat Sinergi Budaya Hukum dan Etika Peradilan
- Clorot NaDu Delight: Inovasi Kolaboratif Pengembangan Clorot dengan Topping Nangka dan Durian sebagai Sarana Penguatan Kepemimpinan dan Kewirausahaan
- Jelang Hari Jadi ke-104, PSHT Pusat Madiun Gaspol Siapkan Kejuaraan Remaja Nasional Perebutkan Piala Dudung
- KUHAP Baru Ubah Peta Penegakan Hukum, Pemeriksaan Tersangka Kini Wajib Direkam — Rois Hidayat: Advokat Harus Terus Belajar dan Berani Mengawal Hak Klien
Kepala Desa Gondangrawe mengatakan, keberadaan jogging track tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pembangunan fisik semata, tetapi benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga.
Ia berharap warga dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara bersama-sama sehingga keberadaannya memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat.
“Harapannya masyarakat bisa memanfaatkan jogging track ini untuk berolahraga, agar badan sehat,” ujar Kepala Desa Gondangrawe saat ditemui, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, pembangunan fasilitas publik tetap perlu berjalan meskipun pemerintah desa menghadapi kondisi anggaran yang semakin terbatas.
Salah satu tantangan yang dihadapi desa adalah adanya pemangkasan Dana Desa yang disebut mencapai sekitar 60 persen. Kondisi tersebut membuat pemerintah desa harus lebih cermat dalam menentukan prioritas pembangunan.Meski demikian, Desa Gondangrawe masih berupaya menyisihkan anggaran untuk pembangunan jogging track dengan nilai sekitar Rp160 juta.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah desa tetap berusaha menyediakan fasilitas yang dinilai dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kades berharap pembangunan desa tidak berhenti hanya karena keterbatasan anggaran. Menurutnya, berbagai program tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan desa dan kebutuhan masyarakat.”Harapannya pembangunan desa tetap berjalan meskipun Dana Desa dipangkas,” ungkapnya. Rabu (26/8/2026).
Selain pembangunan jogging track, Desa Gondangrawe juga tengah mempersiapkan operasional Koperasi Desa Merah Putih.Untuk pembangunan gedung koperasi, Kades menyampaikan bahwa bangunan tersebut telah selesai dikerjakan. Saat ini pemerintah desa tinggal menunggu kelengkapan fasilitas pendukung lainnya sebelum koperasi dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dengan sejumlah pembangunan tersebut, Pemerintah Desa Gondangrawe berupaya menjaga agar program pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan fiskal desa.
Jogging track yang telah dibangun pun diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas baru di lingkungan desa. Pemanfaatan dan perawatan secara bersama-sama menjadi bagian penting agar pembangunan senilai ratusan juta rupiah tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Bagi masyarakat, keberadaan fasilitas olahraga di lingkungan desa juga membuka ruang untuk membangun kebiasaan hidup aktif. Warga dapat berjalan kaki maupun jogging secara rutin tanpa harus mencari fasilitas olahraga di tempat yang jauh.Pemerintah desa berharap masyarakat turut menjaga fasilitas tersebut sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan oleh berbagai kalangan. (Tim)
BREAKING NEWS
-
Data Rakyat Dipertanyakan, Anggaran Negara Terus Bertambah: Saat Hak Dasar Warga Menanti Kepastian -
Karaton Surakarta dan Komisi Yudisial RI Perkuat Sinergi Budaya Hukum dan Etika Peradilan -
Clorot NaDu Delight: Inovasi Kolaboratif Pengembangan Clorot dengan Topping Nangka dan Durian sebagai Sarana Penguatan Kepemimpinan dan Kewirausahaan -
Jelang Hari Jadi ke-104, PSHT Pusat Madiun Gaspol Siapkan Kejuaraan Remaja Nasional Perebutkan Piala Dudung -
KUHAP Baru Ubah Peta Penegakan Hukum, Pemeriksaan Tersangka Kini Wajib Direkam — Rois Hidayat: Advokat Harus Terus Belajar dan Berani Mengawal Hak Klien
TRANDING
-
Data Rakyat Dipertanyakan, Anggaran Negara Terus Bertambah: Saat Hak Dasar Warga Menanti Kepastian
OPINI JAKARTA — Tata kelola pemerintahan kembali menjadi sorotan ketika persoalan data kesejahteraan masyarakat belum sepenuhnya terjawab, sementara kebutuhan anggaran untuk pemutakhiran data justru terus meningkat. BACA JUGA: Di tengah berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat, muncul pertanyaan mendasar: sejauh mana negara mampu memastikan hak-hak dasar rakyat benar-benar terlindungi dan terpenuhi?Pembukaan UUD…
-
Karaton Surakarta dan Komisi Yudisial RI Perkuat Sinergi Budaya Hukum dan Etika Peradilan
JAKARTA — Karaton Surakarta Hadiningrat dan Komisi Yudisial Republik Indonesia memperkuat sinergi dalam membangun budaya hukum yang berintegritas melalui penguatan nilai-nilai etika, kearifan lokal, serta partisipasi masyarakat dalam mewujudkan peradilan yang bersih dan bermartabat. BACA JUGA: Penguatan sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Karaton Surakarta Hadiningrat dan Komisi Yudisial RI yang berlangsung…
-
Clorot NaDu Delight: Inovasi Kolaboratif Pengembangan Clorot dengan Topping Nangka dan Durian sebagai Sarana Penguatan Kepemimpinan dan Kewirausahaan
Oleh Tim Clorot NaDu Delight dan Wachid Pratomo Dalam rangka melestarikan kuliner tradisional dan mengembangkan keterampilan kewirausahaan, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Kelompok 3 melaksanakan kegiatan Projek Kepemimpinan “Clorot NaDu Delight”. Kegiatan ini bekerja sama dengan Asrama Mahasiswa Dewantara (ASMADEWA), Yogyakarta, di bawah bimbingan Dr. Wachid Pratomo, M.Pd. Melalui kolaborasi tersebut,…




