Deklarasi Zero Halinar dan Kenaikan Pangkat Karyawan di Sertai Pemberian Penghargaan Satyalancana Karya Satya di Rutan Klas IIB Boyolali

HUKUM KRIMINAL

BOYOLALI, Bertempat di Lapangan tengah Kantor Rutan Klas IIB Boyolali, pagi ini berlangsung Deklarasi Zona Halinar dan Pembacaan Ikrar Bebas Handphone, Pungutan Liar dan Narkoba (Halinar).

Penyematan Tanda Kenaikan Pangkat dan Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya, Senin (04/10/2021).

Acara Deklarasi Zona Halinar di ikuti Semua karyawan Karyawati, Pegawai dan Semua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Klas IIB Boyolali.

Dalam sambutan acara Karutan Boyolali Imam Taufik mengatakan, deklarasi yang sudah di ikrarkan bersama, jangan hanya berhenti pada Slogan ataupun tulisan yang ditempel di Dinding dan pintu masuk. Menurut dia  harus di implemasikan dengan tindakan nyata keseharian dari karyawan karyawati, pegawai juga Warga Binaan tentunya, bersama sama untuk di jalankan dan laksanakan berkesinambungan.

” Untuk Karyawan/Pegawai yang hari mendapatkan kesempatan naik pangkat, pertama kami ucapkan Selamat atas kenaikan Pangkat satu tingkat untuk saudara. Itu hasil kinerja saudara dan dengan kenaikan Pangkat harus lebih meningkatkan kinerja dan dedikasi, loyalitas, untuk lebih bertanggung jawab atas pekerjaan dan menjaga lingkungkan Kerja, untuk bisa lebih maju dan berinovasi untuk mengikuti perkembangan zaman, “urainya.

Kemudian katanya lagi, karena sudah berbeda jauh dengan era 20 tahun yang lalu, kepada karyawan yang sudah mengabdikan diri dalam kerja dan kinerja selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun hari ini mendapatkan penghargaan dari Pemerintah yang berwujud sertifikat atau Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya.

“Kami ucapkan Selamat atas Anugerah untuk saudara atas pengabdian kepada Rutan, Pemerintah, Nusa dan Bangsa,”ujar Imam Taufik.

Masih ditempat yang sama, saat awak media mencoba minta tanggapan dari Warga Binaan perempuan, Desi yang berasal dari Colomadu, Karanganyar dan Riska berasal dari Solo bersama sama menyampaikan, rutan klas IIB Boyolali ini menurut Desi luar biasa.

“Dari Bapak / ibu petugas Rutan menganggap kami seperti saudara tidak ada sekat yang membatasi kami sebagai Warga Binaan dengan bapak/ ibu petugas disini, seperti adik dan saudara yang membutuhkan bimbingan dan arahan dari bapak/ibu petugas, ” Jelas Desi dengan mata berbinar.

Senada dengan Desi , Riska menilai dalam memenuhi kebutuhan makan minum sudah sangat layak.

“Untuk kami, makan pagi, siang dan sore pokoknya kami cukup untuk kebutuhan makan minum, “ujar Riska.

Sementara ntuk warga Binaan Pria tidak jauh beda dalam memberikan keterangan kepada awak media, seperti Joko yang asli Boyolali, mengatakan di Rutan ini Bapak/ibu petugas sangat ramah kepada warga Binaan.

“Selama kita tidak melanggar kita akan aman dan nyaman, untuk kebutuhan makan minum kita pagi, siang dan sore sudah cukup, karena kita makan bersama sama dengan santai diluar, dan untuk kebersihan kamar bisa terjaga karena tidak ada sisa makanan yg terbawa dikamar, “Jelas Joko.

Masih Menurut Joko, Dalam beribadah bisa Sholat berjamaah Sholat Dzuhur dan Azhar, yang waktu lainnya dikamar masing masing.

“Adapan untuk kapasitas kamar sangat longgar dan luas. Dan yang terakhir untuk olah raga menjaga stamina kesehatan lapangan didalam sini sangat luas, bisa abang lihat sendiri, “Pungkas Joko (Red)

 

Kontributor: Janter RS

 

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.