Membuka Tirai Kebenaran

Desa Tegalsari Karanggede, Sudah Wujudkan Dua Pamsimas dan Satu Embung

2 min read

Ngatimin Kades Jatisari saat di lokasi embung

LINTASINDONEWS.com, BOYOLALI – Air adalah suatu kebutuhan yang pokok, jika air mudah niscaya suatu daerah akan menjadi gemah ripah loh jinawi. Begitupun sebuah pemerintahana desa, tentunya belum lengkap bila belum bisa memenuhi kebutuhan akan air untuk warganya.

Tak terkecuali, desa Tegalsari Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali, secara geografis adalah pintu masuk ke Kec.Karanggede di sebelah barat yang berbatasan langsung dengan Kec.Suruh, Kab.Semarang, kini sudah bisa mewujudkan dua Pamsimas ada di dua dukuh, sementara embung desa berada di sisi utara dusun, yang berdekatan dengan lahan pertanian. Tentunya semua itu tak lepas dari kerja keras sang Kepala Desa Ngatimin.

Pria yang sudah tak lagi muda ini, namun sangat luar biasa dalam berjuang untuk desanya. Prinsipnya desa tegalsari harus maju dan berkembang.

Saat di wawancarai di ruang kerjanya, Ngatimin bercerita panjang lebar tentang apa yang menjadi keinginannya. Dia ingin menorehkan sejarah dalam arti Jawa kepingin ninggali barang kang becik lan manfaat (ingin memberi hal yang baik dan bermanfaat).

“Saya ingin desa Tegalsari tidak tertinggal dengan desa yang lain, dan yang jelas mengutamakan kepentingan orang banyak, bukan untuk kepentingan pribadi sesuai janji dan sumpah saya ketika di lantik, ” jelasnya.

Perlu di ketahui, Pamsimas di desa jatisari ada dua titik, yakni di dukuh jatirejo RT 3 RW 5, dengan kedalaman 60 meter mengairi sekitar 200 KK dalam 3 RT. Sementara di dukuh Pendem RT 3 RW 3 mengairi kisaran 60 KK, kedalaman menyesuaikan letak geografis untuk 1 RT, kedua Pamsimas mendapat kucuran dana dari APBN sebesar 290 juta.

“Untuk di dukuh jatirejo, kami akan kembangkan hingga bisa mengairi 4 RT, masyarakat sangat antusias dan senang sekali karena air sudah menjadi kebutuhan pokok, ” jelas Ngatimin.

Sementara untuk Embung Desa ukuran 50 x 50 kedalaman 4 meter, terletak di dukuh jatirejo RT 2 RW 5 di sebelah utara dukuh dan mengairi 15 hektar lahan pertanian.

“Wacana kedepan kami ingin memiliki destinasi wisata air di daerah dukuh boyoromo, tepatnya tanah bengkok milik sekdes, “ujar Kades bersahaja ini.

Itulah sekilas perkembangan desa jatisari, yang kini banyak memiliki potensi desa, ada beberapa varian yang bisa di kemas untuk memajukan desa, selain bidang pertanian desa jatisari juga terkenal dengan budidaya ikan lele, yang kini sudah memiliki beberapa peternak lele hingga banyak konsumen yang datang untuk mendapatkan ikan lele yang masih segar. (rian)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.