Membuka Tirai Kebenaran

Di Duga Kadus Ruslan Desa Kayen Dalangi Dugaan Pemalsuan Ijasah 2 Anggota BPD

2 min read
FotoCopy dugaan Ijasah palsu milik Parno

LintasIndoNews.com | Boyolali – Di Duga Kadus Ruslan Desa Kayen Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali palsukan ijasah 2 anggota BPD, berdasarkan informasi yang di himpun media ini. Saat narasumber yang tidak perlu di publikasikan menyampaikan, hasil pemilihan BPD bulan Januari 2019 yang sudah di lantik beberapa waktu lalu. Terendus modus yang tidak baik, menurut narasumber tersebut dua anggota BPD tersebut hanya tamatan Sekolah Dasar (SD).

Foto copy dugaan Ijasah palsu milik Marmin

Dugaan yang memakai ijasah palsu tersebut yakni Marmin warga Dukuh Melikan dan Parno Warga Keloposawit. Saat tim mendatangi Kadus Ruslan di kediamannya, kamis 07/02/2019 menyampaikan jika prosedur pemilihan sudah benar. Ruslan mengelak jika dirinya memberi jalan untuk memalsukan ijasah, menurut dia itu kewenangan dari panitia.

“Saya tidak tahu soal ijasah palsu atau tidak mas, dan itu sudah berjalan dengan baik tidak ada, masalah apapun, ” Tukasnya mengelak.

Namun ketika di tanya ketua BPD yang sudah di lantik, Ruslan tidak hafal nama serta rumahnya. Jika di kaji lebih dalam pernyataan Ruslan tidak masuk akal jika ketua BPD tidak tahu namanya.

” Bener mas saya tidak tahu dan betul-betul lupa, masalahnya masih muda mas jadi gak begitu kenal, ” Terang Ruslan.

Ketika tim ingin bertandang kerumah Marmin dan Parno, Ruslan menyatakan keduanya sedang ke Jakarta ada urusan keluarga.

” Percuma mas jika sampean kerumah mereka, Parno dan Marmin sedang ke Jakarta, ” Pungkas Kadus Perlente ini.

Bukan hanya berhenti di sini saja, akhirnya tim tetap pergi kerumah marmin di dukuh melikan, hanya seorang wanita saja yang menemui itu entah istri atau saudaranya marmin menyampaikan, jika yang bersangkutan Marmin sedang menjenguk saudara di Rumah Sakit Waras-Wiris Cepresan.

Berdasarkan info seorang warga sekitar ketika di minta informasi tentang Marmin yang di duga pakai ijasah Palsu, mengungkapkan jika Marmin setahu dia tidak sekolah SMP atau SMA, bahkan kejar paket pun juga tidak.

Sementara Parno yang beralamat di Dukuh Keloposawit belum bisa di konfirmasi, mengingat waktu sudah menjelang petang.

Jika benar apa yang di lakukan Kadus Ruslan, Dia terjerat Pasal KUHP tentang pemalsuan data, demi keuntungan sepihak. Yakni Pemalsuan ijazah merupakan bentuk tindak pidana pemalsuan surat sebagaimana diatur dalam Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang memuat ancaman pidana berupa pidana penjara selama-lamanya enam tahun. Mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana penjara lebih dari tiga tahun, maka daluwarsanya adalah sesudah dua belas tahun. Oleh karena itu, jika kasus pemalsuan ijazah dilakukan 15 tahun yang lalu, maka penuntutan kasus tersebut tidak dapat dilakukan. (TIM AWPI)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.