Membuka Tirai Kebenaran

DRG. Ika Kiromin B Ramah dan Smart

2 min read

DRG. Ika Kiromin. B saat berada di ruang Prakteknya di Sukoharjo

LINTASINDO.com, SUKOHARJO – Tidak seperti dokter lain, jika berpraktek menggunakan seragam putihnya. dokter gigi Ika lebih memilih menggunakan baju biasa abaya dan jilbab syar’ i dalam prakteknya, Alasannya agar pasien tidak mwrasa takut, nyaman dan lebih bebas.

”Saya kalau lagi praktek di klinik sengaja menggunakan pakaian biasa syar”i kebaya plus jilbab panjang, karena justru saya merasa nyaman dan pasien juga nyaman dan tidak takut, karena yang saya tangani adalah pasien gigi jadi harus bener – bener merasa nyaman.”jelasnya kepada wartawan di rumahnya Sukoharjo.

Ibu dua anak ini memang dikenal ramah dan cool. Awal menyukai dunia kesehatan dan memilih sebagai dokter gigi adalah kemauannya sejak SMP.

“Saya memang bercita cita menjadi dokter gigi sejak SMP alhamdulillah cita cita tercapai, selain untuk menolong juga untuk amaliyah, “jelasnya.

Wanita asli Surabaya ini mengaku senang dengan keahliannya di dunia dokter gigi, karena 80 persen penyakit gigi ada diIndonesia,dalam sehari ada 25-30 pasien yang datang selain anak anak, dewasa dan orang tua.

“Selain ada gigi miring dan tidak rata, ada juga pasien memasang BEHEL agar bisa cantik dan gigi rata, “tegasnya.

Kebetulan ada daerah gigi, ada beberapa kangker di gigi antara lain Kangker kasinoma, kangker rahang, oleh karenanya , dokter Ika berharap masyarakat Indonesia agar jaga kesehatan gigi dan mulut, paling tidak kontrol meski gak sakit agar dapat mendeteksi penyakit lebih dini, harapnya.

Dijeskan pula, keinginan menuntut ilmu termotivasi karena kedua orang tua mendukung, ayahnya Almarhum Masduka yang dosen dan ibu Siti Karomah, seorang rumah tangga memiliki  motto hidup, hidup seperti air mengalir dan berbuat baik kepada orang lain serta mencari Ridho Allah ini tetap akan menjalani profesinya dengan baik.

“Motto hidup saya sederhana mencari Ridho Allah untuk dunia dan akherat, ” jelas ibu mantan Mahasiswa UNAIR Surabaya ini mengakhiri pembicaraan.(Suci)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.