![]()
BREAKING NEWS
SRAGEN — Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sragen ke-280, warga RT 32 RW 10 Krapyak, Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan Sragen menggelar malam tirakatan penuh khidmat dan kebersamaan, Selasa (26/5/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun sarat makna tersebut dihadiri warga dari berbagai kalangan. Suasana kekeluargaan dan semangat gotong royong tampak mewarnai jalannya acara sejak awal hingga akhir kegiatan.
Acara diawali dengan pembukaan, doa bersama, serta pembacaan basmallah. Selanjutnya seluruh peserta berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap bangsa sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme.
Ketua RT 32, Drs. H. Ngadiyo, dalam ceramah kebangsaannya mengajak seluruh warga untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Momentum Hari Jadi Sragen ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga kekompakan, budaya gotong royong, dan rasa peduli antarwarga,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahono Wijanarko juga menyampaikan sejarah singkat Kabupaten Sragen. Paparan tersebut menambah wawasan warga mengenai perjalanan panjang Kabupaten Sragen hingga kini memasuki usia ke-280 tahun.
Menurutnya, memahami sejarah daerah menjadi bagian penting untuk menumbuhkan rasa memiliki dan kecintaan terhadap tanah kelahiran.
Usai acara inti, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Sragen. Warga kemudian menikmati makan bersama dan ramah tamah dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Kegiatan tirakatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Bapak Hendro. Melalui doa tersebut, warga berharap Kabupaten Sragen semakin maju, aman, tenteram, serta masyarakatnya semakin sejahtera.(Zhugih)
Editor: Rian Derasta
- Solidaritas untuk AKJII, Berbagai Elemen Masyarakat Gotong Royong Sukseskan Rapat Pleno di Klaten
- Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Surakarta Digelar atas Dawuh PB XIV, Masyarakat Diajak Jaga Kesakralan Tradisi
- Setengah Miliar untuk Wisata Desa Wonosegoro, Nol Rupiah untuk PAD? Kasus ini Sudah Masuk Ranah APH, Lantas Kenapa Berhenti?
- Dandim Klaten Tinjau Koperasi Merah Putih di Mireng, 238 Titik Rampung dan 90 Sudah Beroperasi
- Mengawal Demokrasi dari Sragen: Pleno Pertama AKJII di Markas Sapu Jagad Berjalan Lancar
-
Solidaritas untuk AKJII, Berbagai Elemen Masyarakat Gotong Royong Sukseskan Rapat Pleno di Klaten -
Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Surakarta Digelar atas Dawuh PB XIV, Masyarakat Diajak Jaga Kesakralan Tradisi -
Setengah Miliar untuk Wisata Desa Wonosegoro, Nol Rupiah untuk PAD? Kasus ini Sudah Masuk Ranah APH, Lantas Kenapa Berhenti? -
Dandim Klaten Tinjau Koperasi Merah Putih di Mireng, 238 Titik Rampung dan 90 Sudah Beroperasi -
Mengawal Demokrasi dari Sragen: Pleno Pertama AKJII di Markas Sapu Jagad Berjalan Lancar
-
Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Surakarta Digelar atas Dawuh PB XIV, Masyarakat Diajak Jaga Kesakralan Tradisi
SURAKARTA — Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan kembali menggelar Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro Tahun Be 1960 atas Dawuh Dalem Sri Susuhunan Pakubuwono XIV. Tradisi tahunan yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut menjadi salah satu warisan budaya adiluhung yang terus dijaga dan dilestarikan oleh Keraton Surakarta hingga saat ini. Kirab Pusaka Dalem…
-
Setengah Miliar untuk Wisata Desa Wonosegoro, Nol Rupiah untuk PAD? Kasus ini Sudah Masuk Ranah APH, Lantas Kenapa Berhenti?
JEJAK KASUS BOYOLALI, Di atas kertas, pembangunan kawasan wisata desa tampak menjanjikan. Gazebo berdiri, panggung dibangun, taman ditata, embung dipercantik, hingga rumah limasan disiapkan sebagai penunjang destinasi. Namun pertanyaan yang mulai muncul dari masyarakat sederhana saja: setelah ratusan juta rupiah digelontorkan, apa hasil ekonominya bagi desa? Berdasarkan telaah dokumen penyaluran Dana Desa Wonosegoro periode 2022–2025,…




