![]()
-
Sosok Eko Purnomo, Kades Humanis yang Buktikan Kepemimpinan Lewat Kinerja dan Ketahanan Pangan Desa -
Opini: SPPG Bukan Milik Tokoh Politik, Melainkan Program Negara yang Harus Dijaga Bersama -
Rp 200 Juta untuk Tiga Lumbung, Diduga Fiktif: LAPAAN RI Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa -
Jangan Biarkan SPPG Menjadi Alat Kepentingan: Ketika Profesionalisme Kalah oleh Kedekatan -
Irigasi Wukirsawit Disorot, Aktivis: Jangan Sampai Anggaran Besar Berujung Pekerjaan Asal Jadi
KLATEN, Lintasindonews.com – Semangat gotong royong terus mengiringi proses pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes) SAPU JAGAD yang berlokasi di Gemolong, Kabupaten Sragen. Bantuan dari para relawan dan donatur terus berdatangan dalam berbagai bentuk, mulai dari material bangunan seperti pasir, semen, hingga dukungan lainnya guna mempercepat penyelesaian pembangunan pondok pesantren.
Baca juga:
- Sosok Eko Purnomo, Kades Humanis yang Buktikan Kepemimpinan Lewat Kinerja dan Ketahanan Pangan Desa
- Opini: SPPG Bukan Milik Tokoh Politik, Melainkan Program Negara yang Harus Dijaga Bersama
- Rp 200 Juta untuk Tiga Lumbung, Diduga Fiktif: LAPAAN RI Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa
- Jangan Biarkan SPPG Menjadi Alat Kepentingan: Ketika Profesionalisme Kalah oleh Kedekatan
- Irigasi Wukirsawit Disorot, Aktivis: Jangan Sampai Anggaran Besar Berujung Pekerjaan Asal Jadi
Panitia pembangunan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan berpartisipasi dalam mendukung pembangunan Ponpes SAPU JAGAD

Adapun para relawan dan donatur yang telah memberikan dukungan di antaranya Alex Legiman, Ridwan, Gowang Jono, Azis, Andi, Nurul Devi, Agung K, Anto, Wahono Basuki, Anto Supriyadi Jagad, Tugino Suprat, Samsul, Eko GA, Dewi Fitri, Medi Purnomo, Dodi N, Supadi, Mulyadi Widodo, Pions Ponidi, Sukun Teguh, Eko GA, Pras Maryono, Suroto Marji, Sunar Kedut, M. Nur Anto, Agus Prasojo, serta Yudi Topik Tohit.
Janter Suharti selaku panitia pembangunan mengatakan, komunikasi yang baik dan silaturahmi yang terus dijaga menjadi salah satu kunci tumbuhnya kepercayaan para relawan dan donatur. Menurutnya, hubungan yang harmonis membuat semangat kebersamaan dalam membantu pembangunan pondok pesantren terus terpelihara.
“Alhamdulillah, kepedulian masyarakat sangat luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan dan donatur yang telah menyisihkan rezekinya, baik berupa material maupun bentuk bantuan lainnya. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dan memudahkan seluruh urusan dunia maupun akhirat bagi para dermawan,” ujar Janter Suharti, Sabtu (11/7/2026).
Pihak panitia berharap pembangunan Ponpes SAPU JAGAD dapat segera rampung sehingga nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan, pembinaan keagamaan, dan kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (Red)
-
Sosok Eko Purnomo, Kades Humanis yang Buktikan Kepemimpinan Lewat Kinerja dan Ketahanan Pangan Desa
SUARA DESA GROBOGAN, LINTASINDO.COM – Di tengah tuntutan masyarakat akan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, sosok Kepala Desa Sugihan, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Eko Purnomo, S.Kr, dinilai mampu memberikan teladan melalui kepemimpinan yang sederhana namun berorientasi pada hasil. Dikenal sebagai pemimpin yang santai, kalem, dan dekat dengan masyarakat, Eko Purnomo terus mendorong…
-
Opini: SPPG Bukan Milik Tokoh Politik, Melainkan Program Negara yang Harus Dijaga Bersama
Penulis: Sugeng Rianto (Pemimpi Redaksi Media Lintasindonews) Belakangan muncul kekhawatiran di masyarakat terkait adanya anggapan bahwa operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat dihentikan hanya karena keluarnya seseorang yang dianggap sebagai orang kepercayaan pihak tertentu. Jika benar demikian, maka hal tersebut perlu menjadi bahan edukasi publik agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai tata kelola Program Makan…
-
Rp 200 Juta untuk Tiga Lumbung, Diduga Fiktif: LAPAAN RI Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa
JEJAK KASUS KARANGANYAR — Polemik penggunaan Dana Desa (DD) di Desa Genengan, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada proyek pembangunan lumbung pangan tahun anggaran 2022 yang dinilai tidak sesuai dengan perencanaan awal. Berdasarkan dokumen laporan penyaluran Dana Desa Genengan yang diperoleh, Pemerintah Desa Genengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200.000.000…




