![]()
GROBOGAN — Kabupaten Grobogan kembali mencatatkan prestasi gemilang setelah meraih skor Survei Penilaian Integritas (SPI) tertinggi se-Jawa Tengah Tahun 2025. Pencapaian ini sekaligus menampar wajah sejumlah daerah lain yang skornya terus merosot dan dianggap gagal memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Hasil SPI 2025 diumumkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada puncak peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (9/12/2025).

Dalam laporan tersebut, KPK menegaskan adanya daerah-daerah yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam upaya pencegahan korupsi. Namun, banyak pula yang justru terpuruk dengan skor rendah, memperlihatkan lemahnya integritas birokrasi di tingkat daerah.
Grobogan Puncaki Jawa Tengah
Kabupaten Grobogan keluar sebagai yang terbaik di Jawa Tengah dengan skor 82,05, melampaui kota/kabupaten lain di provinsi ini. Nilai tersebut mengantar Grobogan kokoh berada di zona hijau, kategori daerah dengan risiko korupsi terjaga.

Capaian ini dinilai sebagai wujud konsistensi Pemkab Grobogan dalam mendorong integritas ASN, transparansi pelayanan publik, dan penguatan budaya kerja bersih.
Peningkatan skor Grobogan juga terbilang stabil. Pada 2023, Grobogan mencatat 77,12, naik menjadi 78,92 pada 2024, dan menembus 82,05 pada 2025.

Sekda Grobogan: Tidak Ada Intervensi, Semua Dinilai KPK
Sekretaris Daerah Grobogan, Anang Armunanto, menegaskan bahwa SPI dilakukan sepenuhnya oleh KPK tanpa campur tangan pemerintah daerah.
“Kami tidak tahu siapa yang mendapat pesan dari KPK, apa pertanyaannya, atau bagaimana responden menjawab. Kami hanya bekerja sesuai aturan, melayani masyarakat, dan membangun budaya kerja BerAKHLAK. Jika hasilnya baik, itu bentuk kepercayaan masyarakat kepada kami,” ujarnya kepada Lintasindo, Rabu (10/12/2025).

Ia berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus berbenah dengan segala keterbatasan yang ada.
Daerah Lain Skornya Menyedihkan
Berbeda dengan Grobogan, sejumlah daerah lain di Jawa Tengah justru masuk ke zona waspada dan zona merah yang mencerminkan tingginya risiko korupsi.
Kota Semarang, misalnya, hanya mencatat skor 70,29, nyaris jatuh ke jurang merah. Kabupaten Pemalang (69,39), Karanganyar (68,71), hingga Rembang (67,12) menjadi daerah dengan skor terendah, memperlihatkan bahwa pekerjaan rumah soal integritas masih sangat besar.

Daftar skor lengkap SPI 2025 menunjukkan betapa timpangnya tingkat integritas antardaerah. Saat Grobogan melonjak ke puncak, banyak daerah lain justru mundur selangkah dan mempermalukan diri dengan skor rendah.
Berikut rangkuman capaian lengkap berdasarkan peringkat tertinggi hingga terendah SPI KPK 2025 Jawa Tengah.
Kabupaten Grobogan – 82,05
Kota Magelang – 81,66
Kota Tegal – 81,36
Kota Pekalongan – 80,89
Kabupaten Wonogiri – 80,82
Kabupaten Sragen – 80,56
Kabupaten Pekalongan – 80,17
Kabupaten Demak – 79,46
Kabupaten Blora – 78,06
Kota Salatiga – 77,95
Kabupaten Temanggung – 77,93
Kabupaten Batang – 77,90
Kabupaten Tegal – 77,07
Kabupaten Sukoharjo – 76,24
Kabupaten Kebumen – 75,96
Kabupaten Kendal – 75,73
Kota Surakarta – 75,66
Kabupaten Banjarnegara – 75,47
Provinsi Jawa Tengah – 75,38
Kabupaten Semarang – 75,06
Kabupaten Wonosobo – 74,73
Kabupaten Brebes – 74,40
Kabupaten Cilacap – 74,31
Kabupaten Purbalingga – 74,19
Kabupaten Banyumas – 74,00
Kabupaten Boyolali – 73,98
Kabupaten Klaten – 73,97
Kabupaten Magelang – 73,19
Kabupaten Pati – 72,24
Kabupaten Kudus – 72,15
Kabupaten Purworejo – 71,84
Kabupaten Jepara – 71,41
Kota Semarang – 70,29
Kabupaten Pemalang – 69,39
Kabupaten Karanganyar – 68,71
Kabupaten Rembang – 67,12.
AL.1 – Grobogan

