Membuka Tirai Kebenaran

Hingga Rambut Beruban 7 Kali Ganti Bupati 5 Kali Ganti Gubernur, Jalan Wilayah Boyolali Utara Tak Kunjung Diperbaiki

2 min read

Sarkasme Warga: salahsatu warga sedang melihat kubangan air di jalan, sekilas mirip kolam lele. (foto istimewa)

LINTASINDONEWS.com, BOYOLALI – Jika anda datang ke Desa Wonoharjo Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali, secara geografis desa tersebut menghubungkan ke Kecamatan Kemusu atau Karanggede.

Sekitar 9 kilo sampai pertigaan Desa Ngaren Kecamatan Juwangi, pertama kali di aspal pada tahun 1987 hingga saat ini belum pernah diperbaiki. Terskesan di pandang sebelah mata, dan dianak tirikan.

Hal ini dikemukakan anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) sebut saja Parji yang di lansir dari beritaistana.com, jalan tersebut diperbaiki waktu bupati Boyolali Moh Hasbi Bupati ke 17 pada tahun 1984 dan Gubernur Jateng Mayor Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Ismail Gubernur Jawa Tengah, dari tahun 1983 hingga 1993 hingga berita ini diunggah belum ada perbaikan, Kamis 19/3/2020.

Siang itu tepatnya hari Rabu tanggal 17 Maret 2020 beberapa warga sedang gotong royong menguruk jalan agar bisa dilewati, saat anggota PPWI Jakarta yang kebetulan warga Wonoharjo bersama warga lainnya sebut saja Siswanto, Kisut Sarwono Apung, Parti Tarup, Yanto shelly, Lik Marbi dan pihak Desa serta bumdes sedang mengerjakan Uruk jalan.

Bahkan, beberapa warga menjelaskan kegiatan uruk jalan tersebut dengan cara swadaya, yakni membeli tanah urug.

“Jalan yang sudah hampir 33 tahun tak kunjung diperbaiki, selama ini hanya mendapatkan janji dan janji dari pemerintah daerah kabupaten Boyolali, “ujar salahsatu warga tersebut.

Lebih lanjut, warga yang namanya tak mau di sebut di media ini menyampaikan, setiap desa mengajukan proposal hanya diberi janji tahun depan segera diperbaiki.

“Kalau ada pejabat yang menyanggah Boleh cek lokasi mas, perangkat Desa dan masyarakat bisa di tanya, setiap mengajukan jawaban bupati tahun depan, bahkan lurah lama pernah bicara sama pak Ganjar Pranowo Gubernur Jateng di jawab di tampung dulu, “ucapnya dengan nada kecewa.

Disisi lain yang juga masih warga setempat sangat mengeluhkan jalan yang menghubungkan dari desa menuju perkotaan Boyolali, dia katakan belum pernah di perbaiki.

“Aku iki asli wong Boyolali mas, pengen dalan alus nganti sasak iki durung kelakon, mumet mikir jalan Iki mosok pejabat mung janji tok, wong cilik mung diwenei janji manis. (Aku ini asli boyolali mas, ingin jalan halus sampai pusing belum terealisasi, masak pejabat hanya janji, warga kecil hanya di beri janji manis, “ketusnya.

Lebih jauh, dia katakan kota boyolali wajah kota infrastruktur terpenuhi, namun sangat berbalik dengan di pinggiran seperti wilayah boyolali utara ini.

“Kalau Kota Boyolali jalan memang mulus mas, cobo pejabat provinsi suruh kesini biar lihat jalan PU boyolali mas, Ojo mung lewat kota wae, lha Iki dalan blas Ora tau di perbaiki ibarat koyo anak tiri ngeneki, mugo-mugo dalan cepet alus, “pungkasnya. (Red)

Sumber : beritaistana.com

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.