Membuka Tirai Kebenaran

Isu Pengusiran Mbah Tumini oleh Kedua Anak Perempuanya, Terkait Beda Pilihan Pilkades Desa Kaloran Gemolong, Ini Jawaban Kedua Anaknya

2 min read

Dari kiri Pandi (menantu mbah Tumini), Kartini dan Sri Rahayu, saat di konfirmasi di kediamannya, sabtu (19/10) 

LINTASINDONEWS.com, SRAGEN – Setelah viral dan tersiar kabar pengusiran mbah Tumini (70) warga dukuh sentulan RT 16, desa Kaloran, kecamatan gemolong, kabupaten Sragen, provinsi Jawa Tengah, oleh kedua anak perempuannya, gegara beda pilihan saat piilhan kepala desa (Pilkades).

Tim media lintasindonews mendatangi kediaman kedua anak perempuan mbah Tumini yang memiliki alamat di dukuh sentulan RT 16 , satu alamat dengan Mbah Tumini. Guna mendapatkan berita yang berimbang serta berdasarkan fakta yang ada. Sabtu (19/10).

Kedua anak perempuan tersebut yakni Sri Rahayu (45) selaku anak Sulung dan Kartini Anak bungsu (40), Sementara anak nomer dua Agus Sarwandi (41) bekerja menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Brunei Darussalam.

Dalam keterangan yang di himpun media ini, Kartini di dampingi Suaminya Pandi (41) mengatakan, dia sama sekali tidak mengusir ibunya, dia katakan hanya terjadi salah paham.

“Saya dan kakak saya sama sekali tidak mengusir ibu saya, hanya kesalah pahaman saja kok mas, mosok ibu kandung saya sendiri kami usir, ” Jelasnya dengan nada sedih.

Kartini menjelaskan, awal mula terjadi salah paham, ketika desa sebelah yakni desa geneng kecamatan miri kabupaten sragen, tanggal 28 September 2019 lalu, sedang mengadakan syukuran kemenangan salah satu calon terpilih dalam pilkades dengan hiburan campur cari, Kartini hanya menawari jika ingin ikut merayakan syukuran untuk desa geneng tidak apa – apa.

“Saya hanya, menawari jika ingin makan bakso di tempat syukuran itu gak apa-apa, walau beda wilayah kades terpilih di desa geneng orangnya baik, ” Kata Kartini.

Menurut Kartini warga desa geneng walaupun beda wilayah, tapi bersatu dan memiliki hubungan baik dengan warga dukuh sentulan.

“Saat itulah terjadi salah paham ibu dengan saya mulai tumbuh, hingga akhirnya ibu saya pindah tanpa, pemberi tahuan kepada saya, ” Urai Kartini.

Lebih jauh, kartini mengungkapkan jika keinginannya pindah di lokasi tanah di tempat kakaknya Agus Sarwandi sudah lama di kemukakan ibunya yakni sudah tiga tahun ini sebelum ada pilkades.

“Jadi jika di kaitkan karena beda pilihan sangat tidak tepat, ibu saya sudah lama sekali ingin pindah tempat, dan mungkin kesalah pahaman ini membuat ibu saya cepat mengambil keputusan untuk pindah, ” Jelas Kartini dan di amini kakaknya Sri Rahayu.

Ketika di konfirmasi, apakah sudah ada koordinasi antara Babinkamtibmas dan pihak desa, Kartini menyampaikan sudah ada koordinasi, namun saat berkunjung ke tempat mbah Tumini sedang tidur.

“Sudah ada pihak babinkamtibmas yang berusaha koordinasi agar tidak terjadi kesalah pahaman, namun ibu saya sedang tidur, mungkin nanti akan di koordinasikan lagi, kepada masyarakat saya hanya berharap jangan segera menela’ah berita yang belum tentu benar, ” Harap Kartini.

Hingga berita ini di unggah, babinkamtibmas desa kaloran, belum bisa kami konfirmasi.

Reporter: Rian

Editor: Admin

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.