Jaringan 5G Berbahayakah? Ini Dia Plus Minusnya

Loading

Deretan Plus Minus Soal Konektivitas 5G, Apakah Bisa Berbahaya?

Fakta tentang jaringan 5G. ©2018 Merdeka.com

LintasIndoNews.com – Dunia telekomunikasi kini akan memasuki era baru yakni era 5G. Sudah banyak produsen smartphone yang berkoar kalau mereka akan mengimplementasikan modem 5G di produk-produk smartphone keluaran 2019.

Tak cuma smartphone, deretan provider telko pun sudah makin bersiap, terutama di negara maju seperti AS, atau di negara dengan cakupan internet terbesar seperti Korea Selatan.

Meski di Indonesia implementasi 5G masih beberapa tahun lagi, teknologi ini sudah makin dekat. Pada tahun 2022, Indonesia akan membuka lelang pita frekuensi 5G sekaligus merilis layanannya.

Dengan ini, mari kita bahas deretan fakta soal konektivitas 5G. Karena kita harus tahu apa saja yang akan jadi kebaikan dari teknologi ini, termasuk juga aspek apa yang berbahaya dari konektivitas ini. Melansir Phone Arena, ini ulasannya.

Kecepatan 5GBps

Penambahan kecepatan yang terjadi ketika 4G berpindah ke 5G, sungguh luar biasa. Pasalnya, ketika kecepatan unduh 4G cuma 20MBps, 5G sudah berbicara kapasitas Gigabit.

Opensignal menyebut bahwa 5G bisa mencapai kecepatan unduh sebesar 5GB per detik. Kecepatan ini, 357 kali lebih cepat ketimbang jaringan 4G, di Amerika Serikat.

Kecepatan ini pun juga membuat koneksi internet broadband yang biasa kita nikmati di kantor, cafe, atau rumah, jadi terasa lambat.

Salah satu aspek paling menarik dari jaringan 5G adalah soal kapasitas jaringan mobile. Hal ini berarti jaringan 5G bisa mendukung lebih banyak koneksi data ketimbang sebelumnya. Jaringan 4G hanya bisa mendukung beberapa perangkat saja. Di 5G, jaringan akan lebih luas kapasitasnya.

Disebut Mashable, mengutip International Telecommunications Union, jaringan 5G bisa menampung satu juta perangkat per kilometer persegi.2 dari 5 halaman

5G Akan Masuk ke Aspek Kehidupan Kita

Dengan kecepatan tinggi, kapasitas tinggi untuk tiap jaringannya, serta rendahnya latensi, hal ini membuat 5G tak akan hanya digunakan oleh smartphone saja. Jaringan ini akan terpakai oleh semua perangkat cerdas.

Sebagai contoh, 5G akan sangat penting bagi mobil otomatis yang membutuhkan koneksi internet secepat mungkin. Latensi rendah, kapasitas yang tinggi dan kecepatan yang tinggi akan membuat mobil otomatis benar-benar efektif berjalan secara otonom.

Hal ini juga akan terpakai di teknologi konsumen seperti perangkat rumah tangga cerdas (contoh: Google Home, Amazon Alexa, smart lamp, dll), headset VR, PC, dan masih banyak lainnya.

Terlebih lagi, bisa jadi media sosial dan konferensi jarak jauh juga akan terpengaruh juga dengan baik, sehingga pekerjaan akan lebih banyak dilakukan secara jarak jauh, dan konsultasi dalam ladang apapun bisa dilakukan antar negara.

Sumber: Merdeka.com

Editor: Rian